Previous Next

Jul 25

TRAINING AR (PIUTANG PENJUALAN) MANAGEMENT, 24 AGUSTUS 2019

Memberikan kredit pada customer seringkali menimbulkan dampak yang tidak diinginkan jika sales force tidak bisa mengelola piutang dagang customer tersebut dengan baik. Seringkali terjadi, karena tidak rutinnya sales force/collector untuk menagih, membuat customer kurang persiapan jika ditagih diluar jadwal. Selain itu kekurangtelitian verificator dalam men-survey customer juga merupakan peluang terjadinya kredit macet pada konsumen. Begitu pula kurangnya fokus dalam pengelolaan piutang dagang customer ini, juga bisa memicu kantor cabang/Distributor merugi yang disebabkan kurang dilakukan audit piutang dagang di lapangan, skedule kerja collector yang kurang memadai dan kurangnya kontrol pihak atasan secara kesinambungan. Problem piutang dagang bad debt akan menjadi bom waktu jika tidak segera dikelola dengan baik, khususnya dalam pemantauannya.
Pada pelatihan ini para peserta akan diberikan banyak pengetahuan bagaimana mengelola piutang dengan baik dan benar, melakukan berbagai pencegahan terhadap piutang bad debt, melakukan tindakan apabila terdapat piutang bermasalah, mengatur proporsi yang harus ditanggung jika terjadi piutang bad debt, serta hal lainnya dalam pengelolaan piutang yang akan menjadi bekal Manager Distributor/pimpinan cabang/ Sales upervisor Distributor/ salesman Distributor maupun collector itu sendiri agar terhindar dari kerugian akibat customer tidak membayar.
MATERI PELATIHAN
1. Peran piutang penjualan bagi perusahaan dan bagaimana memperlakukannya ( Kenapa AR (Piutang Customer) harus dikelola, Financial cyrcle, Alur sales dan alur kredit, status piutang penjualan, bagaimana memperlakukan piutang penjualan over due dan bad debt, mencatat transaksi penjualan, kesalahan pencatatan dan dampaknya)
2. Strategi mengelola Piutang penjualan (Survey dan check list sebelum memberikan kredit, Track record, matrix prilaku debitur, gunakan route plan tagihan, lakukan negosiasi, melihat isyarat kebohongan customer, gunakan managemen persediaan, gunakan strategi pola kerja, Strategi mengelola piutang penjualan melalui audit lapangan, langkah-langkah audit lapangan, problem yang terjadi setelah audit lapangan, kendala audit lapangan, manfaat audit lapangan)
3. Strategi mengelola piutang bermasalah dan mencegah piutang bad debt (Mengelola piutang penjualan bermasalah, penyebab piutang bermasalah, dampak piutang penjualan bermasalah, gejala awal piutang penjualan bermasalah, reaksi penerima kredit dan reaksi pemberi kredit, Langkah-langkah selamatkan piutang bermasalah, mencegah piutang bad debt)
4. Performance sales force, aturan main dan tanggung jawab Sales force (Performance sales force Vs piutang penjualan, Tujuan memasukan AR (Piutang Customer) dalam performance, Grafik AR (Piutang Customer) untuk memantau kinerja pengelolaan piutang, rapatkan pengelolaan piutang penjualan, aturan main dan tanggung jawab sales force, Prosedur pelaporan piutang penjualan hilang, Shock terapi dalam pengelolaan piutang penjualan)
TUJUAN PELATIHAN
1. Memberikan pengetahuan cukup baik pada Manager Distributor/pimpinan cabang/ Sales supervisor Distributor/ salesman Distributor dalam mengelola piutang dagang ke customer.
2. Memberikan pengetahuan cukup baik pada Manager Distributor/pimpinan cabang/ Sales supervisor Distributor/ salesman Distributor dan collector arti pentingnya pengelolaan piutang penjualan terhadap keberlangsungan usaha di kantor cabang/Distributor/Dealer.
3. Memberikan pemahaman mengenai managemen piutang dagang secara keseluruhan untuk Manager Distributor/pimpinan cabang/ Sales supervisor Distributor/ salesman Distributor dan collector agar kantor cabang/Distributor/dealer terus meningkat secara penjualan meskipun penjualan tetap dilakukan secara kredit.
Metode pelatihan : Ceramah Interaktif, pemutaran film, latihan/workshop & contoh
Fasilitas : File Foto training, Sertificate, dan Hand out.
urasi : 6 Jam
Peserta : Manager Distributor/pimpinan cabang/ Sales upervisor Distributor/ salesman Distributor/Collector.
Venue : Training Room Groedu, Cito Mall Surabaya/Tentatif.
Investasi : Awal Rp 2.500.000,-  jadi  Rp 1.250.000,-/Peserta Earlybird : Rp 750.000,-
Anda berminat silahkan kontak 081-252982900. Atau isi form di sini.

GD Star Rating
loading...

Jul 21

TRAINING DISTRIBUTORSHIP MANAJEMEN TANGGAL 30-31 AGUSTUS 2019

DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT (CARA MEMBANGUN TIM PENJUALAN HANDAL LEWAT TEKNIK SALES & DISTRIBUSI)
Pada saat ini meskipun perusahaan memiliki pemasaran secara on line, tetapi masih dibutuhkan pemasaran secara off line. Bagaimana memasarkan produk secara off line? Ternyata membutuhkan berbagai persiapan, mulai dari merekrut Tim penjualan, memetakan wilayah penjualan, mengelola logistik, dan bagaimana mengelola piutang dagang jika perusahaan menjual dengan cara kredit.
Untuk membangun Tim penjualan ternyata tidak mudah karena kendala pencarian SDM yang semakin sulit. Oleh sebab itu perusahaan yang sedang membutuhkan para pemasar off line perlu mencari bibit-bibit yang dapat membantu menjual secara off line. Sedangkan agar penjualan ke channel distribusi bisa dikelola dengan baik, dibutuhkan wilayah penjualan yang mesti dipetakan. Serta jika sudah melakukan penjualan, tentunya membutuhkan cara dan strategi bagaimana mengelola piutang penjualan agar dibayar oleh pelanggan sehingga tidak menjadi piutang bad debt. Serta bagaimana kita bisa menilai para tenaga pemasaran kita tersebut berprestasi dengan baik.

Distributorship Management

Pada pelatihan Distributorship management kita akan banyak belajar mengenai bagaimana kita mendistribusikan produk ke channel (Toko konvensional, Toko Modern dan Horeka) dengan melakukan perencanaan yang matang mengenai Tim penjualan, pengelolaan wilayah penjualan dan pengelolaan piutang penjualan serta pengelolaan delivery service melalui logistik yang ada di perusahaan. Ikuti pelatihan tersebut diatas yang sangat menarik bagi para manager penjualan, pemilik bisnis start up, pemilik pabrik penghasil produk baru, serta kaum praktisi yang ingin memperdalam Distributorship Management.
Poin-pon yang akan dipelajari pada Distributorship management antara lain :
1. Bagaimana merekrut Tim penjualan yang handal, menggerakan, mengontrol dan menilainya sehingga Tim penjualan sukses dalam meraih Target.
2. Bagaimana memetakan wilayah penjualan dengan sales Territory management dan mengajari sales force agar dapat mengerjakan wilayah penjualan sehingga target penjualan tercapai.
3. Bagaimana sales force dapat mengelola piutang penjualan dengan baik sehingga perusahaan tidak mengalami kerugian tetapi target penjualan tetap tercapai.
4. Bagaimana membuat sistem manajemen distribusi yang baik sehingga perusahaan distribusi company yang dibangun pada akhirnya menjadi perusahaan yang langgeng meski persaingan ketat dan berada dalam era digital.
5. Bagaimana kiat-kiat bekerja sama dengan principal agar tetap bertahan dengan principal dan meraih sukses penjualan dan profit, apabila produk bukan diproduksi sendiri melainkan dari banyak supplier (Principal)
Target peserta : Manager Penjualan, Supervisor penjualan, Pemilik bisnis Start Up, pemilik pabrik dengan hasil produk baru, dan praktisi/akademisi yang tertarik dengan distributorship Management.
Pelatihan 2 hari : 30 -31 Agustus.
Venue : Training Room Groedu Cito Mall surabaya./ Tentantif.
Investasi : Rp 2.500.000,- Early Bird : Rp 2.200.000,-
Anda berminat silahkan kontak 081-252982900. Atau isi form di sini.

GD Star Rating
loading...

Jun 12

PASTIKAN BISNIS ANDA BER-MANAJEMEN AUTOPILOT

  1. Apakah Perusahaan anda carut marut, tidak tersistematis dan kacau balau dalam operasional hariannya?
  2. Apakah Perusahaan anda selalu membutuhkan kehadiran anda, sehingga anda tidak bisa berkutik untuk kehidupan berkeluarga dan pengembangan bisnis lainnya?
  3. Apakah anda bercita-cita ingin memiliki perusahaan yang cabangnya banyak di Indonesia?
  4. Apakah anda ingin mendapat profit maksimal di perusahaan anda, dan anda bisa jalan-jalan bersama keluarga ?
  5. Apakah anda ingin beribadah naik Haji namun merasa was-was karena perusahaan tidak ada yang mengurus?

Pertanyaan di atas seringkali muncul ketika anda ingin melakukan banyak hal di tempat lain dan merasa anda belum siap meninggalkan perusahaan. Itu artinya anda  saat ini membutuhkan Manajemen autopilot berjalan dengan baik di perusahaan.

Apa itu manajemen autopilot? Manajemen autopilot adalah manajemen standard yang telah diterapkan di perusahaan sehingga perusahaan bisa berjalan dan beroperasional dengan baik tanpa kehadiran terus menerus sang pemilik usaha. Sang pemilik cukup melihat dash board laporan setiap  bulan kondisi perusahaan sudah berjalan dengan baik sesuai dengan rule of the game yang telah di terapkan sehingga: untung atau Rugi perusahaan diketahui dengan pasti.

Bagaimana perusahaan bisa memiliki manajemen Autopilot? Konsultan akan membantu bagaimana perusahaan bisa menjadi autopilot dengan Planning /perencanaan, organizing, implementing & controlling (POAC) dengan baik. Lebih detail Konsultan akan melakukan :

  • Review business process secara keseluruhan seluruh divisi di perusahaan.
  • Merancang ulang struktur organisasi.
  • Review /create Job Description & penentuan Job spesification
  • Pendokumentasian process business dalam bentuk SOP (Standard operation procedure)
  • Implementing Dokumen yang telah di-desain.
  • Implant software (Sistem Informasi Manajemen) jika diperusahaan masih manual.
  • Identifikasi indikator untuk penilaian Karyawan dalam bentuk KPI.
  • Pemilihan Laporan-laporan yang dibutuhkan untuk dash board manajemen Autopilot.
  • Evaluasi dan maintenance dengan membaca dan analisa laporan keuangan perusahaan.

Apabila mitra usaha membutuhkan sistem Manajemen Autopilot tercakup di atas silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252982900. Kami siap membantu anda.

GD Star Rating
loading...

Mar 13

BAGAIMANA CARA MEMODERNKAN BISNIS ONLINE KITA DENGAN SISTEM MANAJEMEN TERSISTEMATIS?

Era kini bisnis online menjadi alternatif pemasaran produk selain dengan cara off line. Namun yang perlu diketahui bahwa bisnis on line tidak sebatas berjualan produk dan mengirimkannya, tetapi membutuhkan manajemen agar bisnis online semakin berkembang. Perkembangan dunia bisnis online membuat banyak pelaku bisnis terjun ke dalamnya, namun tidak sedikit yang mengalami kesulitan dalam pengelolaannya, mulai dari masalah sumber daya manusia (SDM), penyimpanan stok, sampai kepada cara pemasaran yang efektif. Groedu International Consultant akan menjawab semua permasalahan itu dengan, SISTEM MANAJEMEN BISNIS ONLINE.
Kami akan memberikan bantuan kepada Anda tentang tips dan cara tentang:
> membuat aturan dan standar pekerjaan,
> cara mengatur dan menilai kerja tim karyawan,
> pencatatan dan pengelolaan keuangan bisnis yang lebih baik,
> mengurangi resiko kehilangan barang atau kerugian lainnya,
> strategi inovasi produk dan layanan,

> pemilihan mitra dan saluran pemasaran yang tepat, dsb.

Sehingga bisnis online Anda dapat semakin berkembang dan bertahan lama. Sistem ini sangat cocok diterapkan di bermacam bisnis online yang Anda miliki ataupun pada perusahaan Anda yang ingin masuk ke dalam pemasaran online. Silakan hubungi kami di 081 852 11 72 atau 081 252 982 900 (WA) untuk penjelasan yang lebih lanjut!

GD Star Rating
loading...

Agu 16

PAKET IMPLEMENTASI SOFWARE ACCOUNTING SUKSES

Banner Software TerintegrasiMengapa paket implementasi software accounting sukses sangat penting di perusahaan anda? Antara lain manfaatnya adalah:

  1. Perusahaan terhindar dari kekacauan fungsi pekerjaan karyawan yang over lapping. Mengubah karyawan yang generalis menjadi spesialis, dengan demikian karyawan akan fokus dengan tugas dan tanggung jawab inti.
  2. Perusahan dapat meminimalkan budget untuk lisensi software sebab sistem manajemen sudah dirapikan sehingga perusahaan dapat menghemat budget untuk pembelian software accounting.
  3. Perusahaan akan terhindar dari fraud atau kecurangan yang dilakukan oleh karyawan melalui perangkat teknologi yang canggih. Mengubah data dan memanipulasi data. Paket layanan implementasi software accounting sukses akan membantu set up hak akses yang tepat bagi pengguna software accounting.
  4. Perusahaan akan mendapat bimbingan secara manajemen, dan manfaat pendampingan yang dilakukan konsultan manajemen dan accounting.
  5. Perusahaan akan rapi secara sistem dan intruksi operasional lisan didokumenkan secara tertulis menjadi Job description, SOP (Standard Operating procedure)  dan intruksi kerja.
  6. Perusahaan bisa menentukan dan menyediakan sumberdaya dengan beban kerja yang sudah teranalisa melalui job analisis setelah menggunakan software accounting.
  7. Serta manfaat lainnya yang membantu operasional perusahaan secara keseluruhan. Khususnya yang berkaitan dengan implementasi software accounting dan operasional perusahaan lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi :

Groedu International Consultant
City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.
Telphon : 081-59417699 ( Call only)
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Email : groedu@gmail.com
website : www.konsultanmanajemenoutopilot.com

 

 

 

 

GD Star Rating
loading...

Agu 17

CARA MENINGKATKAN PENJUALAN MELALUI DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT

Pada saat ini beberapa perusahaan mengalami penurunan tingkat penjualan. Menurunnya penjualan ini ada beberapa sebab, sebab pertama kondisi ekonomi yang daya belinya menurun, yang kedua karena tim internal perusahaan belum menemukan metode penjualan yang tepat dalam meningkatkan penjualan. Bagaimana kita bisa meningkatkan penjualan diera disrupsi ini? Tentunya memilih metode yang tepat.
Bagi start up umumnya memilih penjualan dilakukan secara on line, namun secara on line ini memiliki keterbatasan. Selain penjualan dilakukan adalah eceran, tidak sampai ke tempat-tempat dimana internetnya tidak begitu baik. Tidak semua wilayah di Indonesia ini memiliki jaringan internet yang cukup baik, sehingga penjualan online tidak bisa menjangkau. Yang bisa dijangkau adalah wilayah dimana penjualan bisa dilakukan melalui on line. Tentu saja ini tidak maksimal. Kalau ingin maksimal, maka sebaiknya menggunakan distributor sebagai channel atau penyalur produk kepada konsumen akhir.


Bagaimana menyalurkan produk secara off line menggunakan distributor ini? Pertama tentunya kita mestinya memetakan wilayah penjualan. Alasan ini dilakukan karena Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas, dari Sabang sampai Merauke. Jika kita bisa masuk semua wilayah ini maka penjualan produk pasti meningkat. Diketahui angka penyalur mulai dari minimarket, toko tradisional, sampai horeka tumpah ruah jumlahnya jutaan. Jika kita menggunakan penyalur yang pembeliannya cukup banyak, maka penjualan on line akan terkalahkan. Industri seperti Unilever, Mayora, Aqua ataupun popok bayi dan lainnya secara detail melakukan penjualan diseluruh pelosok negeri.  Penjualan on line tidak bisa melakukan ini melalui penyaluran yang begitu detail. Jadi penjualan off line melalui penyalur seperti distributor masih tetap menguntungkan jika kita mau membangun infrastruktur Distribusinya. Oleh sebab itu penggabungan penjualan off line dan on line merupakan suatu kekuatan yang sangat luar biasa.

Jadi apa yang mesti dilakukan untuk meningkatkan penjualan melalui distributor ini ? Ya tentu saja kita mulai membangun infrastrukturnya. Memetakan wilayah, mencari distributornya, mencari SDM yang mengelola distributor dan memberikan program-program penjualan kepada distributor. Nah, sistem ini akan berhasil dengan baik apabila pemilik usaha memiliki data base yang cukup baik, khususnya Distributor daerah yang jumlahnya cukup banyak. Serta meningkatkan penjualan ini tergantung SDM, Distributor yang dipilih, sistem program promosi yang dipilih, serta pengetahuan pembaca bagaimana mengelola distributor dengan baik.

Semoga artikel di atas menambah wawasan pembaca. Apabila pembaca membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai cara meningkatkan penjualan melalui distributor, training distributorship management, digital marketing, dan membutuhkan data distributor seluruh Indonesia. Silahkan kontak kami di groedu@gmail.com atau kontak wa 081-252982900. kami siap membantu. Terima kasih.

GD Star Rating
loading...

Agu 15

ASPEK-ASPEK STUDI KELAYAKAN BISNIS

Kali ini konsultan bisnis surabaya dengan nama Groedu International Consultant, yang berada di Surabaya, Jakarta, Semarang, Jogjakarta, Bandung dan Denpasar sedang membahas mengenai Feasible study atau studi kelayakan bisnis, silahkan pembaca simak di bawah ini.

Untuk memenangkan persaingan pasar, sebuah perusahaan harus melakukan analisis kelayakan bisnisnya secara berkala, dan berbenah diri dengan cepat. Studi kelayakan menjadi andalan perusahaan dalam melakukan pembenahan secara menyeluruh
Dalam studi kelayakan bisnis, terdapat beberapa aspek yang dapat diteliti. Aspek-aspek dalam studi kelayakan bisnis tersebut bersifat fleksibel sehingga dapat ditambahkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Aspek-aspek dasar yang biasanya diteliti dalam studi kelayakan bisnis antara lain adalah sebagai berikut:
1. Aspek hukum dalam studi kelayakan bisnis
Aspek hukum dalam studi kelayakan bisnis menyangkut pada semua hal terkait legalitas rencana bisnis yang hendak dilakukan oleh perusahaan. Ketentuan-ketentuan hukum tersebut meliputi: Izin lokasi, Akte pendirian perusahaan dari notaris, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat tanda daftar perusahaan, Surat izin tempat usaha dari Pemerintah Daerah setempat, Surat tanda rekanan dari Pemerintah Daerah setempat, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
2. Aspek ekonomi dan budaya dalam studi kelayakan bisnis
Aspek ekonomi dan budaya dalam studi kelayakan bisnis menyangkut pada dampak suatu badan usaha untuk masyarakat sekitar.
a. Dari segi budaya, penelitian dalam studi kelayakan bisnis akan menjawab bagaimana dampak keberadaan sebuah bisnis terhadap adat istiadat di wilayah setempat
b. Dari segi ekonomi, penelitian dalam studi kelayakan bisnis akan menjawab apakah sebuah bisnis mampu menaikkan atau justru menurunkan rata-rata pendapatan per kapita di wilayah setempat
3. Aspek pasar dan pemasaran dalam studi kelayakan bisnis
Aspek pasar dan pemasaran dalam studi kelayakan bisnis menyangkut pada pertanyaan apakah ada peluang pasar untuk produk yang akan dihasilkan oleh sebuah perusahaan. Aspek tersebut dapat dilihat melalui hal-hal berikut:
a. Potensi pasar, dinilai berdasarkan bentuk pasar/ konsumen yang dipilih
b. Jumlah konsumen potensial. Jumlah ini diketahui melalui proses mengukur dan meramal permintaan dan penawaran berdasarkan produk sejenis yang telah ada saat ini
c. Daya beli masyarakat dengan memperhitungkan perkembangan atau pertumbuhan penduduk
d. Segmentasi, target dan posisi produk di pasar
e. Situasi persaingan di lingkungan industri
f. Sikap, perilaku, dan kepuasan konsumen terhadap produk sejenis saat ini
g. Manajemen pemasaran, terdiri atas analisis persaingan dan bauran pemasaran
4. Aspek teknis dan teknologi dalam studi kelayakan bisnis
Aspek teknis dan teknologi dalam studi kelayakan bisnis menyangkut pada hal-hal teknis dan teknologi yang akan dipakai pada perusahaan tersebut. Aspek-aspek tersebut antara lain terdiri dari: Pemilihan strategi produksi, Pemilihan dan perencanaan produk yang akan diproduksi, Rencana kualitas, Pemilihan teknologi, Perencanaan kapasitas produksi, Perencanaan letak pabrik, Perencanaan tata letak (layout), Perencanaan jumlah produksi, Manajemen persediaan, Pengawasan kualitas produk
5. Aspek manajemen dalam studi kelayakan bisnis
Aspek manajemen dalam studi kelayakan bisnis menyangkut pada pembangunan dan pengembangan operasional perusahaan. Aspek manajemen memiliki cakupan yang sangat luas, mulai dari manajemen sumber daya manusia hingga manajemen finansial perusahaan. Semua hal yang terkait dengan bagaimana operasional perusahaan dapat dijalankan termasuk pada aspek manajemen dalam studi kelayakan bisnis.
6. Aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis
Aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis menyangkut pada besaran modal dan sumber dana yang akan digunakan dalam membangun sebuah usaha serta kapan dan bagaimana modal tersebut dapat dikembalikan. Jika diuraikan, maka aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis terbagi menjadi: Kebutuhan dana dan sumbernya, Aliran kas (cash flow), Biaya modal (cost of capital) seperti Biaya utang dan Biaya modal sendiri, Perihal kepekaan, Pemilihan investasi seperti Pilihan leasing atau beli dan Urutan prioritas proyek bisnis
Aspek aspek diatas merupakan hal yang mutlak untuk diperhatikan dalam melakukan studi kelayakan bisnis. Menganalisis bisnis harus menyingkirkan jauh jauh sikap subjektifitas terhadap perusahaan untuk menghasilkan output laporan studi kelayakan yang baik.
Semoga artikel di atas bermanfaat bagi pembaca, apabila pembaca membutuhkan bimbingan dalam pembuatan Feasible study, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak Frans M. Royan di wa 081-252982900. Kami siap membantu. Terima kasih.

GD Star Rating
loading...

Agu 14

MASA DEPAN MEDIA CETAK, SEPERTI APAKAH?

Penurunan tingkat pembaca selama beberapa tahun terakhir memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap keberlangsungan media cetak. Salah satu dampaknya adalah terjadinya pengurangan belanja iklan yang menyebabkan beberapa media cetak harus berhenti beroperasi atau beralih ke format digital. Tren tersebut sejatinya sudah dibayangkan oleh para praktisi media. Asosiasi surat kabar dan percetakan dunia (World Association of Newspaper and News Publisher/WAN-IFRA) pada tahun 2012 pernah menyebut bahwa sebanyak 1% perubahan yang terjadi di sirkulasi media cetak dapat menyebabkan 3% perubahan pendapatan iklan.
Nielsen indonesia mencatat jumlah media cetak mengalami penurunan khususnya majalah dari 162 judul pada tahun 2012 menjadi 96 judul pada tahun 2017. Sedangkan surat kabar turun tiga judul dalam periode yang sama yaitu dari 102 menjadi 99 judul. Survei bertajuk Nielsen consemer & media view (CMV) Q3 2017 itu juga melansir bahwa saat ini media cetak (termasuk koran, majalah, tabloid) memiliki penetrasi sebesar 8% dan dibaca oleh 4,5 juta orang. Dari jumlah tersebut 83% nya membaca koran. Alasan para pembaca masih memilih surat kabar adalah nilai berita yang dapat dipercaya.
Hellen katherina, direktur eksekutif Nielsen media menuturkan elemen trust terhadap konten berpengaruh terhadap iklan yang ada di dalamnya. “Sehingga keberadaan koran sebagai media beriklan sangat penting untuk produk yang mengutamakan unsur trust, seperti produk perbankan dan asuransi,” ujarnya saat menjelaskan survei yang dilakukan di sebelas kota dengan mewawancarai 17.000 responden ini. Sementara itu sambung Hellen, tabloid atau majalah lebih menekankan pada kisah atau tajuk utama yang diangkat. Tutupnya sejumlah majalah mengindikasikan bahwa media cetak mulai ditinggali oleh para pembacanya, dan tentu saja oleh para pengiklan. Lebih spesifik lagi, media-media yang mengulas gaya hidup merupakan yang cukup banyak tumbang. Hal ini dikarenakan berita terkait gaya hidup saat ini jauh lebih mudah dan cepat diperoleh dari media-media online.
Apabila dilihat dari profil pembaca, media cetak di indonesia cenderung dikonsumsi oleh konsumen dari rentang usia 20 – 49 tahun (74%) memiliki pekerjaan sebagai karyawan (32%) dan mayoritas pembacanya berasal dari kelas atas (54%). Ini menunjukan bahwa pembaca media cetak masih produktif dan dari kalangan mapan. Pembaca media cetak juga merupakan pembuat keputusan dalam rumah tangga untuk membeli sebuah produk (36%). Membaca buku adalah salah satu hobi dari konsumen media cetak. Selain membaca, mereka juga lebih cenderung menyukai traveling. Tiga dari empat pembaca media cetak mengakui tidak keberatan saat melihat iklan karena iklan adalah salah satu cara untuk mengetahui produk terbaru.
Pembaca media cetak di satu sisi juga merupakan pembaca media online. Bahkan, penetrasinya jauh lebih tinggi ketimbang membaca media cetak. Berdasarkan survei yang sama, frekuensi penggunaan internet di antara pembaca media cetak mencapai 86%, alias di atas rata-rata 61%. Menurut Hellen, sampai dengan Q3 2017, jumlah pembaca versi digital telah mencapai enam juta orang dengan penetrasi sebesar 11%. “Ini membuktikan bahwa minat membaca tidak turun, tapi hanya berganti platform saja,” Hal ini dapat diamati dari tingginya penetrasi kepembacaan digital di beberapa kota di Pulau Jawa seperti, area Bandung dan sekitarnya (25%), Surakarta (22%), Yogyakarta dan sekitarnya (19%), Semarang dan sekitarnya (12%) serta Jakarta dan sekitarnya (11%).
Sementara itu, di luar Pulau Jawa, kebanyakan pembaca masih lebih banyak membaca dalam bentuk cetak. Artinya, masih ada peluang bagi perusahaan media cetak untuk meningkatkan penetrasi di daerah luar Pulau Jawa. Dilihat dari sisi belanja iklan, meskipun jumlah pendapatan belanja iklan turun 11% dari tahun 2013 ke tahun 2017, namun total pendapatan iklan surat kabar masih sebesar Rp 21 triliun. Pendapatan iklan majalah turun lebih anjlok lagi, yakni bisa mencapai lebih dari 29%.
Kesejahteraan jurnalis
Kepemirsaan yang menurun lantaran disrupsi media online memang menjadi akar dari tutupnya sejumlah media cetak indonesia. Namun itu bukan satu satunya masalah yang dihadapi media cetak. Kesejahteraan jurnalis juga menjadi indikator. Pasalnya, yang membedakan media cetak dengan media online adalah kebenaran dan kedalaman berita yang disajikan. Sementara, banyak dari media online hanya mengutamakan kecepatan berita saja. Sayangnya, sebagian besar upah jurnalis di negeri ini masih jauh dari kata layak.
Asosiasi Jurnalis Indonesia (AJI) menekankan pentingnya kesejahteraan bagi jurnalis dalam upaya meningkatkan kualitas pemberitaan. Sebab, ketika kesejahteraan jurnalis terpenuhi, dapat menciptakan produk jurnalistik yang berguna bagi publik. Sampai saat ini, AJI masih menemukan sejumlah media di jakarta yang mengupah jurnalisnya di bawah upah minimum provinsi. Salah satu temuannya masih adanya jurnalis yang diupah Rp. 3,4 juta walau telah mengabdi selama sepuluh tahun. Rata rata media yang disurvei AJI mengupah jurnalisnya Rp. 4 juta.
Jika Jakarta menjadi acuan, menurut AJI, upah layak bagi jurnalis pemula pada tahun 2018 sebesar Rp 7.96 juta. Angka tersebut meningkat bila dibandingkan dengan upah layak pada tahun lalu yang sebesar Rp 7,54 juta. Angka itu timbul dari survei yang dilakukan AJI kepada jurnalis berdasarkan pada kebutuhan dasar mereka. Ketua AJI Jakarta Ahmad Nurhasim kepada sejumlah media mengatakan bahwa jurnalis merupakan profesi yang membutuhkan keahlian khusus dan rentan terkena masalah hukum. Sehingga sangat layak untuk diberikan upah take home pay di atas UMP. Jurnalis yang menerima upah secara layak bisa bekerja profesional dan tidak tergoda menerima ‘sogokan’ dari narasumber. “Upah yang layak memajukan industri media cetak dengan menghasilkan mutu yang lebih baik,” tuturnya.
Bagaimana dengan sustainability business media alternatif dan independen? Dalam buku “Media Power in Indonesia” yang ditulis oleh Ross Tapsell menjelaskan bahwa media-media baru akan sulit bertahan karena tidak memiliki model bisnis yang stabil, apalagi untuk bersaing dengan konglomerasi media milik Chairul Tanjung ce’es. Idhar Resmadi, seorang jurnalis lepas juga mengatakan hal yang serupa kepada saya. Menurut Idhar, agak naif rasanya untuk seseorang yang ingin kaya raya namun hanya berbisnis atau bekerja dalam media independen.
Selain dari sisi sustainablity business, merujuk pada teori new media dan buku “The Digital Age” beranggapan bahwa semua orang dapat menjadi suatu media. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya homeless media, dilanjut dengan munculnya istilah user generated content dan juga citizen journalism yang dapat menjadi ancaman untuk bisnis media. Hal ini diperkuat dengan salah satu wawancara Forbes dengan seorang profesor eksekutif media digital dan hiburan di Amerika, Melva Benoit. Ia mengatakan bahwa sosial media adalah contoh konkrit new media, dimana siapapun bisa menjadi media. Kejadian apapun yang dibagikan lewat media sosial oleh individual dapat menjadi berita, mulai dari keadaan lalu lintas hingga kasus kriminal sekalipun. Sekarang, masyarakat tidak harus menunggu surat kabar cetak setiap paginya untuk mendapat informasi. Dimanapun mereka berada, atau kegiatan apa yang sedang mereka lakukan asal memiliki smartphone dan akses internet, kita dapat dengan mudah mendapat atau membuat informasi. (Dari berbagai sumber)

GD Star Rating
loading...
× Selamat datang di Groedu klinik Konsultasi