Previous Next

Okt 20

ARTIKEL BERSAMBUNG SALESMAN KAYA RAYA : “CERDIK MEMANFAATKAN FAKTOR KALI” (BAG- 12)

”Pada aktivitas penjualan penggunaan faktor kali merupakan pesona tersendiri. Salesman yang bisa menjalankan dan memiliki gagasan mengenai faktor kali, maka ia dapat melipatkan penjualan sedemikian rupa.”

– Frans M. Royan –

MEMANFAATKAN FAKTOR KALI

MEMANFAATKAN FAKTOR KALI

Salesman yang kaya selalu menggunakan faktor kali untuk mendapatkan kekayaannya. Sementara itu salesman yang miskin mengabaikan faktor kali. Faktor kali apa yang selalu digunakan oleh seorang salesman dalam menggandakan kekayaannya. Faktor kali yang nampak adalah jumlah pelanggan yang dikelolanya. Semakin banyak pelanggan yang dikelola, secara otomatis berdampak pada penjualan. Sekarang secara logika kita bisa menghitung.  Salesman A dan Salesman B memiliki customer yang berbeda, tentu keduanya memiliki volume penjualan yang berbeda. Bisa jadi salesman A memiliki penjualan masuk target setiap bulannya sebesar 100% ke atas. Sementara itu Salesman B penjualannya tidak pernah mencapai 80%. Jika dihitung rata-rata misalnya salesman A memiliki customer sebanyak 2500 pelanggan, sedangkan salesman B hanya 2000 pelanggan. Sebagai persyaratan jika masing-masing membeli @ 1 karton suatu produk, maka hitungannya salesman A tetap menjadi unggul.

Di lapangan ternyata memiliki perbedaan hasil. Salesman B yang memiliki pelanggan lebih kecil dibanding salesman A ternyata volume penjualannya lebih besar dibanding salesman A. Apa yang terjadi sesungguhnya, ternyata salesman B bermain di faktor kali. Kalau salesman A hanya mentarget setiap pelanggan untuk membeli @ 1 karton, salesman B mentarget setiap pelanggan membeli dengan target @ 5 karton. Maka hasilnya memang berbeda. Jadi ada yang bisa dijadikan faktor kali, yaitu banyaknya pelanggan harus terus ditambah, dan penjualan setiap item produk harus ditambah. Jika kedua-duanya, baik pelanggan dan banyaknya pembelian terus ditambah, maka hasilnya juga luar biasa.

Nah, faktor kali yang dimanfaatkan oleh setiap salesman sehari-harinya ini ternyata bisa menghasilkan income yang luar biasa. Jika income salesman kemudian bisa disisihkan, baik dengan cara menabung dan kemudian mendepositokan, maka kekayaan salesman akan bertambah. Apalagi jika salesman juga melakukan investasi. Nilai investasinya yang tepat akan membengkak pula. Sebenarnya semua itu cikal bakalnya adalah bagaimana salesman itu menerjemahkan faktor kali sehingga ia mendapatkan penghasilan yang lebih besar.  Dibawah ini akan diuraikan konsep faktor kali yang dapat membuat orang menjadi kaya raya.

Apa yang dimaksud dengan faktor kali?

Faktor kali ini diperkenalkan oleh Robert Metcalfe yang mengatakan bahwa hukum ini diumpamakan sebagai kekuatan jaringan dan bagaimana hal tersebut membentuk interaktivitas dalam bentuk yang baru, serta dengan cepat membentuk komunitas yang kuat untuk mencapai ukuran yang besar dan cakupan yang luas. Kita pasti masih ingat dengan fax yang ada di kantor kita, kalau tidak ada pasangannya maka fax ini tidak akan berfungsi. Oleh sebab itu fax bekerja dan berlipat jumlahnya menggunakan hukum faktor kali. Selain fax adalah telepon, hand phone, internet dan semua aktivitas yang membutuhkan pasangannya, baru bisa dioperasikan berdasarkan faktor kali. Promosi pulsa murah yang diselenggarakan Fren adalah bentuk melipatkan penggunaan telepon. Fren memberikan syarat hanya sesama fren telepon bisa murah. Sekarang ini tidak hanya Fren yang melakukan program ini, XL pun juga melakukannya melalui iklan ”monyet yang tidak mau mikir”.

Faktor kali ini tidak hanya digunakan dalam aktivitas penggunaan peralatan yang meningkat menjadi sebuah jaringan yang besar dan luas. Di dalam penjualanpun ternyata hukum metcalfe ini bisa digunakan, misalnya pada penjualan secara jaringan yang dikenal dengan Multi level marketing. Seorang leader mendapatkan uang dari besarnya jaringan yang menjual dan dibinanya. Di dalam kenyataannya, seorang leader hanya dengan menjual 1 juta bisa memperoleh penghasilan lebih dari sepuluh jutaan. Ini suatu keajaiban pemasaran secara jaringan, tetapi kalau ditelusuri bahwa pemasaran jaringan ini bekerja dengan hukum faktor kali. Semakin banyak orang yang menjual maka semakin besar pula penjualan. Robert T. Kiyosaki pakar keuangan keturunan Jepang-Amerika juga mengamini hal ini, ia malah menganjurkan agar menjadi seorang penjual yang kaya, sebaiknya mengikuti pemasaran jaringan.

Faktor kali Bil Gates

Bill Gates lebih hebat lagi, selain sebagai perancang Microsoft office, ia adalah seorang penjual hebat yang menggunakan faktor kali. Bill Gates tidak merancang Microsoft office hanya satu versi tetapi membuat berbagai versi mulai dari Window 95, Window 98, Window 2000, Window XP, NT, Me dan seterusnya. Bill Gates kemudian membuat faktor kali dengan cara menjual hak patennya ke IBM, Sony, HP, Toshiba, Fujitsu dan seterusnya. Sementara itu IBM, Sony, HP, Toshiba, Fujitsu dan seterusnya menggandakan penjualan produk yang menggunakan soft ware Bill Gates ke seluruh pelanggan yang ada di seluruh Dunia. Dari sini didapat hasil akhir yang sangat luar biasa sehingga mengantarkan Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia.

Fasilitas jaringan yang menggunakan hukum Metcalfe seperti jaringan internet juga dimanfaatkan oleh Jeff Bezoss dalam menjual buku-bukunya menggunakan nama virtual Amazon. Penjualan buku yang meluas ke seluruh dunia ini dapat mempertebal kantongnya. Hal itu tidak heran sebab dalam kasus ini faktor kali bekerja secara maksimal. Pelanggan yang biasanya dibatasi oleh territory akhirnya menjadi tidak terbatas setelah penjualan dilakukan menggunakan fasilitas internet. Semua pelanggan di seluruh dunia bisa membeli buku-buku yang dibutuhkan melalui Amazon.com.

Gramedia direct selling juga mulai menggunakan program faktor kali untuk memperbesar penjualannya. Sejak tahun 2007 yang lalu, Gramedia direct selling sudah menerapkan pemasaran jaringan dengan cara merekrut penjual sebanyak-banyaknya agar buku-buku yang dimiliki Gramedia direct selling tersebar ke masyarakat luas. Untuk merangsang agar para marketing executive, sekarang ini dirancang pula berbagai reward bagi yang memenuhi target, seperti kredit kepemilikan sepeda motor, kepemilikan  mobil atau kepemilikan rumah. Para penjual bisa menerapkan faktor kali dengan merekrut sebanyak mungkin down line yang potensial.  Dari sini para penjual akan rugi jika tidak bisa menjadi kaya. Selain komisi, insentif, dan bonus-bonus lain bisa dipegang tangan jika rajin dan ulet dalam menawarkan produk-produk.

Apa faktor kali salesman kaya?

Ada berbagai faktor kali salesman sehingga membuatnya bisa mendapatkan penghasilan yang cukup besar dan membuatnya kaya. Tentu saja kalau persyaratan hemat, menabung, investasi dan terus mencapai target dilaksanakan dengan baik. Sedangkan faktor kali yang bisa diberdayakan adalah : pelanggan, item produk, kunjungan dan jaringan penjualan. Pelanggan adalah faktor kali yang perlu diperhitungkan. Semakin banyak pelanggan berarti semakin banyak tujuan yang akan dicapai dalam menjual produk. Pelanggan ini menjadi faktor kali yang sangat luar biasa. Jika di pemasaran jaringan, selain pelanggan adalah member sendiri, ada pula pelanggan diluar member. Semakin besar member dan pelanggan maka semakin besar kesempatan menjual produk.

Item produk yang dijual juga menjadi faktor kali bagi peningkatan penjualan produk perusahaan. Item produk yang beragam akan berbeda dengan produk yang memiliki hanya 2 sampai dengan 5 item produk. Di dalam konsep penetration juga disebutkan semakin banyak pelanggan dan semakin banyak item produk dimasukan pada pelanggan, maka akan terjadi peningkatan penjualan. Pada saat itulah faktor kali sedang bekerja. Pelanggan terus bertambah, dan setiap pelanggan terus menambah item produk yang dibelinya, dengan sendirinya faktor kali itu bekerja.

Kunjungan juga akan menjadi faktor kali. Begitu banyak pelanggan yang dikunjungi, semakin besar kesempatan konsumennya membeli. Selain itu semakin tinggi frekuensi salesman berkunjung maka semakin sulit pelanggan melepaskan diri dari perusahaan. Seperti yang diketahui, selama ini para penyalur produk tidak tergantung hanya pada satu perusahaan. Produk yang sama mereknya bisa beragam. Kondisi inilah yang membuat tingginya aktivitas substitusi. Dimana kebutuhan konsumen akan suatu produk bisa digantikan dengan produk lainnya. Jadi kunjungan yang frekuensinya  tinggi juga mempengarui pelanggan agar menghentikan pembelian pada perusahaan lain.

Jaringan penjualan juga akan menjadi faktor kali. Kalau di consumer good salesman akan selalu menambah jaringannya dengan menambah tipe outlet yang dikunjungi. Sementara itu selain menjual di darat, penjualan bisa dilakukan melalui internet, melalui direct mail, melalui expo, serta banyak cara menjual di berbagai jaringan penjualan. Semakin banyak dilakukan penjualan di berbagai jaringan, maka semakin tinggi kesempatan terjadinya transaksi. Berbeda jika penjualannya hanya pada satu jaringan saja. Hukum faktor kali mengajarkan kepada kita agar berusaha mengalikan sebanyak mungkin dengan objek penjualan. Semakin banyak sasaran penjualan maka semakin banyak transaksi yang didapat. Dimana pada akhirnya semakin banyak pula income yang didapatkan oleh salesman. Salesman pada akhirnya juga menerima efek dari faktor  ini dan akan semakin kaya pula.

Trik faktor kali dalam penjualan

Pada aktivitas penjualan penggunaan faktor kali merupakan pesona tersendiri. Bagi salesman yang bisa menjalankan dan memiliki gagasan mengenai faktor kali, maka ia dapat melipatkan penjualan sedemikian rupa. Dari pelipatan penjualan ini dapat menimbulkan hasil akhir penjualan yang masuk target, oleh sebab itu jangan lupa dengan faktor kali untuk melipatgandakan penjualan. Contoh penjualan yang menggunakan faktor kali yaitu penjualan kepada pelanggan dengan menggunakan berbagai program promosi. Program promosinya seperti pemberian reward untuk pelanggan yang pembeliannya masuk target!

Penjualan dengan faktor kali yang mendapat reward kalau diterjemahkan misalnya ”untuk setiap pembelian 10 karton produk dengan item tertentu akan mendapat hadiah kompor gas, untuk pembelian 15 karton produk dengan item tertentu akan mendapatkan Majic Com, untuk pembelian 25 karton untuk item tertentu mendapatkan telivisi berwarna 21 inci, untuk pembelian 35 karton untuk semua item akan mendapatkan 1 buah lemari es 2 pintu, untuk pembelian 50 karton semua item produk mendapatkan Note Book, seterusnya dan seterusnya……” semakin banyak yang dibeli oleh seorang pelanggan maka semakin besar hadiah yang didapatnya. Ini merupakan faktor kali yang membuat penjualan semakin meningkat.

Ada lagi contoh penjualan semakin meningkat menggunakan faktor kali, yaitu  untuk pembelian produk slow moving semakin meningkat akan mendapatkan bonus produk fast moving. Contoh riil yang pernah terjadi adalah produk pembalut wanita merek Honey Soft yang pembeliannya semakin meningkat akan mendapatkan produk baterai ABC. Dimana kedudukan pembalut wanita Honey Soft adalah produk slow moving, sedangkan produk baterai ABC adalah produk fast moving. Para pedagang lebih menyukai menjual baterai ABC dari pada pembalut wanita, berhubung baterai ABC sangat dibutuhkan, maka membeli pembalut wanitapun tidak menjadi masalah. Kemudian hal yang bisa berlanjut adalah terjadinya penjualan secara barter, dimana Honey soft akan dibarter dengan produk lain, tentunya di kota lain. Penjualan dengan menggunakan faktor kali ini cukup ampuh untuk mendongkrak penjualan produk slow moving.

Selain faktor kali di atas oleh sales manager diterapkan pula dalam penjualan produk dengan menggunakan trade promotion. Dimana pelanggan diminta untuk membeli dalam jumlah tertentu, sebaiknya menggunakan perjanjian quota, selama tiga kali berturut-turut akan mendapatkan hadiah. Hadiahnya bisa kompor gas, Majic Com, TV LCD 21 Inci, Lemari es dua pintu, Sepeda motor Cina, serta lainnya. Hadiah diberikan berjenjang dengan nilai semakin besar jika pembelian produk juga semakin besar. Penjualan dengan cara ini dikenal dengan sebutan trade promotion, namun konsep yang digunakan tetaplah faktor kali. Semakin banyak yang dikalikan semakin besar hadiah yang diterima oleh pelanggan.

Ada lagi penjualan yang dilakukan dengan faktor kali yaitu dengan cara ”member get member” yaitu setiap pembeli yang membeli produk jika mendapatkan seorang pembeli lainnya, pembeli pertama akan mendapatkan bonus, begitu seterusnya. Penjualan dengan cara ini cukup efektif untuk produk-produk spesialities. Produk-produk yang tidak umum dijual di pasaran akan lebih efektif digandakan dengan cara ini. Orang Indonesia masih menyukai direfrensikan dari pada membeli sendiri. Artinya pembeli lebih percaya jika sudah ada yang membeli dan telah mendapatkan manfaatnya.

Memanfaatkan faktor kali

Tentu saja banyak manfaat yang bisa dipetik oleh salesman. Terutama jika program faktor kali ini yang menyelenggarakan adalah perusahaan. Salesman tinggal mengkomunikasikan dan menarik uang sebanyak-banyaknya dari penjualan yang masuk target. Ingat dengan komisi anda, baru didapat jika targetnya masuk! Apa saja manfaat dari faktor kali: 1) dapat melipatkan penjualan anda. 2) dapat menarik pelanggan baru untuk mengikuti program faktor kali. 3) Penjualan produk semakin meluas. 4) faktor kali dapat meningkatkan penghasilan. 5) faktor kali dapat meningkatkan brand loyalty.

Program faktor kali yang dapat melipatkan penjualan tentu saja masuk akal. Dengan adanya program faktor kali pelanggan yang sebelumnya tidak aktif menjadi aktif. Pelanggan yang sebelumnya membeli di bawah quota, membeli sesuai quota bahkan lebih dari quota. Salesman yang dulunya ”malas” menjadi semangat karena dengan program ini tambahan penghasilan sudah terlihat di depan mata. Selain itu dengan adanya faktor kali, pelanggan yang tidak pernah mencoba akan mencoba produk. Dengan begitu akan terjadi penjualan pada pelanggan-pelanggan baru, dan sebagai akibatnya penjualan semakin meningkat dari sebelumnya.

Adanya program faktor kali tentu saja penjualan produk semakin meluas. Kalau sebelumnya orang membeli terbentur dengan territory, sekarang ini orang bebas memilih produk yang ditawarkan. Semua ini berkat penemuan Alexander Graham Bell (telephon), Christoper Sholes (mesin ketik) dan Howard Aiken (computer,digit) ketiganya melandasi penemuan internet yang cara kerjanya menggunakan konsep faktor kali. Amazon.com yaitu situs penjualan buku Jeff Bezoss berhasil mendunia akibat menggunakan faktor kali.

Adanya faktor kali ini tentu saja menyebabkan penghasilan salesman semakin meningkat. Bukankah dengan adanya penjualan meningkat dapat mendorong tercapainya target penjualan? Tentu saja faktor kali ini memberikan motivasi yang tinggi pada para penjual untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Bagaimana tidak kaya, sebab salesman selalu di-support oleh perusahaan untuk menjual lebih banyak. Berbeda dengan seorang salesman yang miskin, bisa jadi program faktor kali ini kurang mendapatkan perhatian.

Semakin banyak pembeli, semakin luas pula pembeli, semakin tinggi frekuensi salesman berkunjung ke pelanggan dan semakin sering pelanggan membeli, maka yang terjadi adalah semakin tinggi loyalitas pelanggan terhadap suatu brand. Internet dapat menyebarkan brand, begitu pula dukungan program perusahaan yang berhubungan dengan faktor kali dapat menyebabkan konsumen lebih intensif membeli produk.

 

GD Star Rating
a WordPress rating system

Okt 13

ARTIKEL BERSAMBUNG SALESMAN KAYA RAYA: ” BERMAIN NILAI WAKTU UANG” (BAG-11)

”Uang kita sekarang akan bernilai lebih besar esok harinya, tapi ada syaratnya yaitu kalau tidak disimpan di bawah bantal, di celengan tanah liat, atau di tiang bambu rumah.”

– Frans M. Royan –

NILAI WAKTU UANG

NILAI WAKTU UANG

Salesman kaya akan bermain di nilai waktu uang. Ia akan mengetahui informasi barang investasi yang bisa menggelembungkan uangnya di masa mendatang. Mengapa ia bermain di nilai waktu uang, sebab dengan mengetahui nilai waktu uang, ia bisa mengatur strategi penggunaan uang masa kini untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang.

Uang kita sekarang akan bernilai lebih besar esok harinya, tapi ada syaratnya yaitu kalau tidak disimpan di bawah bantal, di celengan tanah liat, atau di tiang bambu rumah. Uang itu besuk akan bertambah jika diinvestasikan dan ditabungkan di bank. Joel G. Siegel & Joe K. Shim pakar keuangan menganjurkan pada para salesman untuk mengembangkan uangnya melalui investasi dan tabungan. Seperti dengan membeli sebuah rumah, uang anda akan berkembang di masa mendatang. Penulis memiliki pengalaman yang unik tentang masalah ini, ketika bekerja di perusahaan dimana pertama kali penulis belajar, penulis dapat mengumpulkan uang dari komisi dan membeli rumah yang harganya masih murah. Pada saat akad kredit, semua orang menyangka penulis mewakili orang tua untuk menandatangani surat jual beli rumah itu. Padahal rumah itu penulis beli sendiri dari hasil jerih paya sebagai seorang salesman. Kala itu penulis baru berusia 25 tahunan sehingga merasa kikuk di hadapan mereka, selain masih kurang pengalaman, lawan-lawan akad kredit waktu itu sudah banyak yang ubanan. Namun penulis bersyukur, dengan nilai nominal uang kurang lebih 11 jutaan kala itu, kini rumah itu sudah berharga 200 jutaan di pasaran.

Kesimpulannya nilai uang yang sama tidak akan bisa kita belikan barang yang sama di 20 tahun ke depan. Maka benarlah apa yang diungkapkan oleh Joel G. Siegel & Joe K. Shim, bahwa uang anda akan bernilai lebih besar besuk jika diinvestasikan atau ditabungkan.  Laju inflasi yang setiap tahun terjadi membuat nilai uang anda menjadi kecil jika digunakan untuk membeli barang yang sama pada tahun yang berbeda. Di bawah ini kita akan diajak untuk mengetahui lebih lanjut mengenai nilai waktu uang.

Apa nilai waktu uang itu?

Nilai waktu uang atau time value of money adalah bergeraknya nilai uang dari waktu sekarang ke masa yang akan datang. Nilai uang yang sama sekarang ini tidak akan bisa digunakan lagi di masa mendatang karena nilai uang itu semakin mengecil. Penulis masih ingat ketika sekolah dasar oleh ibu diberi uang saku sebesar 10 rupiah. Uang 10 rupiah ini sudah bisa digunakan untuk membeli jajan seperti roti dan minuman. Namun sekarang ini uang ini sudah tidak berlaku lagi sebab tidak ada roti yang harganya sebesar 10 rupiah. Sekarang ini roti yang cukup enak harganya minimal 5 ribuan. Nah, kalau mau menghitung, maka sudah berapa kali naiknya harga barang itu. Dengan uang yang sama anda tidak mungkin bisa membeli roti itu di masa yang akan datang.

Begitu pula dengan barang investasi seperti rumah. Bahan bangunan setiap tahun mengalami kenaikan. Upah tukang setiap tahun mengalami kenaikan. Harga tanah setiap tahun mengalami kenaikan. Sebagai salesman yang masih mudah jika tidak pandai mengetahui nilai waktu uang ini, anda tidak akan memiliki harta yang berarti setelah pensiun. Nah, mengetahui nilai waktu uang berarti anda menyadari bahwa sebaiknya mulai menyimpan dan membelikan barang investasi untuk kepentingan di masa  mendatang.

Jangan jauh-jauh gaji kita saja dari tahun ke tahun selalu naik. Pertama kali penulis bekerja, gajinya kalau dihitung dengan pendapatan hari ini hitungannya sepadan dengan uang makan seorang manager dalam sehari. Nah, kalau anda terlena dengan memboroskan uang maka masa depan anda menjadi suram. Anda tidak memiliki apa yang dinamakan dengan ”hasil jerih paya” sebab semua penghasilan anda sudah anda keluarkan sedemikian rupa untuk kepentingan yang terjadi hari ini.

Membeli barang investasi

Apa yang perlu dibeli dengan cepat? Pertama kali yang harus dilakukan adalah membeli rumah. Rumah adalah kebutuhan primer sebab tanpa rumah anda tidak akan hidup nyaman. Ada pula pemikiran yang mengatakan bahwa membeli rumah juga pemborosan semata, tertutama bagi golongan pedagang. Ia dari pada membeli rumah lebih baik menggunakan uang itu untuk berdagang. Uangnya bisa diputar sedemikian rupa sehingga mendapatkan capital gain. Ini juga ada benarnya, tetapi anda harus ingat dengan pesan maha sakti pakar investasi, bahwa menaruh telur itu jangan di keranjang yang sama. Artinya kalau kita mau berinvestasi maka berinvestasilah ke produk investasi yang beragam. Jika suatu waktu terjadi resiko maka tidak semua uang yang kita tanamkan berbarengan lenyap.

Kalau selama ini uang anda dimasukan ke barang dagangan, dan suatu ketika terjadi resiko, seperti misalnya produk anda bermasalah karena Balai Penelitian obat dan makanan menemukan produk-produk yang anda jual mengandung melamin, kalau urusannya dengan pemerintah bisa jadi barang yang ada di gudang anda seluruhnya di sita oleh negara demi keselamatan masyarakat. Kalau sudah begini tentu pedagang sudah melakukan kesalahan yang fatal, dan akan menyalahkan diri sendiri akibat kerugian yang besar.  Berbeda kalau anda tidak hanya memasukan uang anda di barang dagangan, tetapi anda masukan ke deposito, emas, membeli rumah atau tanah, maka kejadiannya mungkin bisa lain. Anda bisa terbebas dari kasus-kasus yang merugikan anda.

Maka belilah barang investasi yang akan menguntungkan anda. Kalau mau diurut barang investasi yang patut anda beli adalah tanah, rumah, kios, emas atau menabungnya ke bank. Menggunakan uang kita untuk barang investasi adalah suatu cara agar nilai uang kita semakin bertambah di masa yang akan datang.

Ide penggunaan nilai waktu uang

Menggunakan uang dengan membeli barang rongsokan merupakan ide gila. Di Surabaya ada pengusaha besi tua yang kaya raya. Mungkin sebelumnya ia tidak menyangka kalau usahanya yang sering dipandang orang sebagai ”usaha yang kalau bekerja berada di tempat kumuh” itu, ternyata menghasilkan banyak uang. Pemilik usaha tidak perduli dengan barang rongsokan itu. Setelah mendapatkan dari seorang penjual besi tua, ia menelantarkan besi-besi itu di pelataran rumah, di gudang yang tidak berpagar, atau di gudang tertutup sekalipun. Barang-barang itu ditelantarkan begitu saja seperti tidak ada nilai. Orang juga tidak akan memiliki keinginan untuk mengambil barang-barang itu karena selain bentuknya yang jelek, berat dan membuat orang tetanus jika terluka.

Namun kenyataannya dari besi tua itu pemilik mendapatkan uang banyak. Apa rahasianya? Ternyata ia bermain di nilai waktu uang. Penjelasannya mungkin seperti ini. Ketika ia membeli besi tua itu, harganya tentunya murah sekali karena merupakan barang rongsokan. Barang rongsokan itu tidak perduli dari rongsokan apa, mulai dari rongsokan kapal, mobil tua, sepeda motor tua, mesin bekas, sampai dengan besi-besi bongkaran bangunan rumah tua. Besi-besi itu ditampung di dalam suatu gudang. Setelah dibiarkan saja beberapa saat, kemudian pemiliknya menjualnya. Menjual besi-besi itu tidak keburu-keburu amat. Nampak besi itu tidak ada gunanya. Tetapi ketika ada pembeli yang datang besi itu bagaikan menjual harta karun. Nilainya begitu tinggi dibanding ketika membelinya pertama kali.

Kalau dihitung anda pasti keheranan menghitung selisih harga beli dengan harga jual yang memiliki perbedaan amat jauh. Dari sinilah pengusaha besi tua mendapatkan keuntungan. Pertama ia membeli dengan harga murah, dan besi itu dibiarkan terlantar sampai karatan, tetapi ketika waktunya untuk dijual ia menjualnya. Serta harga jualnya tentunya mengikuti harga pasar. Kalau mau meneliti sebenarnya pengusaha besi tua itu telah bermain di nilai waktu uang. Uangnya bertumbuh mengikuti harga pasar di masa sekarang.

Ide lain yang juga termasuk gagasan menarik. Tip Top adalah mini shop yang menjual buku-buku bekas. Strategi pemiliknya tidak hanya menjual buku bekas saja, tetapi ia juga membeli buku bekas dari para pelanggannya yang tidak lagi dipakai. Setelah itu ia memperbaiki buku-buku yang rusak, membersihkan buku-buku yang kotor, dan setelah itu dibungkusnya dengan plastik. Buku-buku yang tadinya oleh pemiliknya dimasukan dalam dus-dus bekas seperti barang tidak berguna oleh Tip Top disulap menjadi barang yang sangat berguna. Ia menjual buku-buku bekas itu di Mall-mall, dan ia mendapatkan keuntungan yang banyak dari penjualan buku-buku itu. Seringkali kalau para salesman membeli buku-buku itu akan melihat bahwa harga buku yang dulunya hanya Rp 100,- dijual menjadi Rp 25.000,-. Kalau kita mau menyadari ternyata nilai extrinsic buku lebih besar dari nilai intrinsic-nya. Pada saat buku itu diproduksi mungkin harga pokok produksi kurang dari Rp 100,- tetapi setelah sekian waktu harga buku itu melambung sedemikian rupa mengikuti harga pasar buku-buku sejenis.

Ide di atas adalah ide orang-orang umum dalam bisnisnya masing-masing. Bagaimana dengan ide para salesman kaya? Sebenarnya banyak yang dilakukan oleh salesman kaya untuk mendapatkan capital gain dari konsep nilai waktu uang. Terutama untuk para penjual produk-produk yang tidak mengikuti aturan main expired. Ketika penulis bekerja di obat-obatan, jika tidak masuk target atau target kurang sedikit, maka penulis membeli berbagai produk perusahaan itu sendiri. Di rumah kelihatan seperti gudang karena penuh sesak dengan barang. Setelah beberapa waktu ketika terjadi inflasi, kenaikan harga BBM atau faktor lain harga produk disesuaikan dengan harga pokok produksi. Penulis yang tadinya hanya memiliki niatan membeli produk agar mendapatkan komisi, namun penulis mendapatkan keuntungan yang berlipat setelah produk itu harganya naik.

Anda tahu bahwa sebenarnya penulis sedang mengalami kerugian, sebab kalau uang tunai dibelikan barang maka uang itu tidak berkembang karena tidak mendapatkan bunga. Tetapi ketika produk itu naik, baru penulis merasakan dampaknya dari selisih harga yang terjadi. Konsep nilai waktu uang bisa direkayasa ataupun tidak. Di dalam kasusnya ini, penulis tidak berusaha merekayasanya. Sementara itu orang akan merekayasa uangnya agar bertumbuh esuk harinya dengan membeli produk investasi seperti obligasi, saham, reksadana, kontrak perdagangan berjangka, property atau emas lantakan. Atau memasukan ke bank untuk mendapatkan bunganya.  Memasukan dalam bank bisa dalam bentuk tabungan atau deposito dan kedua-duanya mendapatkan bunga.

Atau membeli produk perusahaan bisa direkayasa, terutama yang seringkali dilakukan oleh banyak pedagang perantara. Ketika terjadi inflasi dan barang-barang naik, maka ia merogoh uangnya dalam-dalam. Jadi ia menguras uangnya yang ada di bank demi membeli barang yang mau naik. Ia dengan beraninya membeli produk-produk yang kurang laku di pasar jika diberikan harga lama. Atau membeli barang fast moving dalam jumlah besar dan kemudian menimbunnya di gudang. Setelah harga stabil di posisi harga baru, ia kemudian menjual barang-barang itu. Para pedagang telah memainkan nilai waktu uang dengan membeli barang harga lama, meskipun produk tidak laku. Ia kemudian membiarkan produk itu tertimbun berbulan-bulan di gudang dan kemudian menjualnya setelah harga stabil.

Para penjual yang kaya akan melakukan hal yang sama, tetapi harus diingat bahwa membeli barang tidak laku penuh dengan resiko. Barang akan ”berhenti” digudang dan jika uang tunai yang digunakan maka uang anda tidak bertambah keesukan harinya karena tidak mendapatkan bunga. Tetapi jika produk bisa terjual dengan posisi harga baru, maka para penjual akan menikmati pertambahan nilai uangnya. Inilah yang seringkali dilupakan orang, bahwa nilai waktu uang ternyata tidak hanya harus dibelikan produk investasi tetapi juga harus dibelikan produk tidak laku sekalipun. Sebagai catatan para penjual harus konsekuen karena harus mencairkan stok produk yang dibelinya. Jika tidak bisa mencairkan stok produk yang dibelinya, maka nilai uangnya tidak akan bertambah.

Mencermati nilai waktu uang berarti seorang salesman harus bisa merekayasa uang miliknya sedemikian rupa agar nilainya bertambah dikemudian hari. Jalan keluarnya adalah investasi, melakukan melalui perdagangan atau melalui hobbi-pun uang anda akan memilki nilai yang semakin bertumbuh. Para kolektor koin emas, lukisan, perangko, uang lama sampai dengan koleksi pernak-pernik antik bisa mendapatkan capital gain dari barang-barang yang dijualnya. Namun pada intinya keuntungan mereka adalah berdasarkan adanya konsep nilai waktu uang.

GD Star Rating
a WordPress rating system

Okt 06

ARTIKEL BERSAMBUNG SALESMAN KAYA RAYA : ” BERANI HUTANG TAPI HARUS TAHU CARA BAYARNYA” (BAG-10)

BERANI HUTANG TAPI HARUS TAHU CARANYA BAYAR

BERANI HUTANG TAPI HARUS TAHU CARANYA BAYAR

Salesman kaya ternyata berani berhutang, tapi kalau berhutang ia tidak asal saja. Ia bertanggung jawab terhadap hutangnya. Ia memiliki perhitungan tentang hutangnya, dan ia berhutang hanya untuk melakukan investasi dan sebagai sumber penggalian dana. Salesman kaya tidak berhutang demi membeli barang konsumtif dan demi untuk foya-foya seperti yang diajarkan oleh pameo yang mengatakan ”kalau masih mudah harus berfoya-foya dan tua nanti bisa masuk surga”, bukan itu yang dimaksudkan. Setiap kali ia berhutang ia memiliki hitung-hitungan yang matang. Hutang yang dilakukan seringkali landasannya adalah demi meningkatkan asset yang dimilikinya. Bukan membeli hal-hal yang justru tidak ada nilainya dimasa mendatang.

Kalau boleh dikatakan bahwa salesman kaya termasuk pekerja yang berani mengambil resiko, meskipun hasil yang diharapkan berasal dari komisi, tetapi ia memiliki keyakinan bahwa komisi akan diraihnya. Kecuali rekayasa perusahaan yang tidak menguntungkan para penjualnya. Beberapa perusahaan seringkali mengubah komposisi komisinya jika nampak para salesmannya mendapatkan komisi yang jumlahnya kian hari kian meningkat. Perusahaan seperti ini adalah perusahaan yang tidak fair, dan perusahaan yang seperti ini usianya tidak akan berlangsung lama. Kalaupun berlangsung lama, perusahaannya tidak semaju perusahaan yang tetap memegang teguh bahwa para penjual adalah ujung tombak perusahaan. Perusahaan demikian akan mengalami penurunan kinerjanya akibat orang-orang terbaiknya pergi meninggalkan perusahaan. Khoo Keng Hor & Sunny TH, pakar penjualan untuk Asia menyebutkan perusahaan yang selalu mempermainkan para tenaga penjualannya sedemikian rupa akan mengalami  masa-masa sulit ketika orang-orang terbaiknya keluar dari perusahaan.

Justru perusahaan yang baik akan mendukung para penjualnya dengan menyediakan imbalan sedemikian rupa agar ia menjadi makmur karenanya. Kalau kemudian para penjual berani berhutang, mereka memiliki keyakinan bahwa mereka bisa membayar hutangnya. Untuk itu meskipun ia berani berhutang tapi ia konsekuen dengan hutangnya, memiliki perhitungan atas hutangnya, ia mendapatkan hutang hanya untuk investasi, dan hutang yang dimilikinya bertujuan untuk meningkatkan assetnya.

Konsekuensi

Mencicil hutang adalah konsekuensi bagi dirinya. Oleh sebab itu ia akan mendahulukan membayar hutang-hutangnya dibanding untuk keperluan lain. Suatu ketika penulis menawarkan produk kepada seseorang yang bergerak dalam bidang penjualan, yang menurut penulis produk itu sangat berharga baginya. Produk itu adalah buku untuk meningkatkan pengetahuan dan merupakan refrensi terkini, dan kebetulan penawarannya ada beberapa judul buku. Menurutnya ia sih membutuhkan barang itu, tetapi untuk saat ini mungkin ia tidak akan membelinya karena ada hal yang harus dibayarnya dan lebih urgent. Dalam sms-nya ia menulis ” pak untuk sementara saya membekukan semua pembelian buku berhubung ada hal lain yang lebih urgent yang harus saya bayar” saya tahu ia adalah orang yang hobbi membeli buku, dan kini ia benar-benar menghentikan sementara. Setelah saya sms balik ternyata ia baru saja membeli property dan membutuhkan dana serta cicilan awalnya.

Konsekuensi dalam membayar cicilan adalah kewajiban yang ditanggung oleh salesman kaya. Sementara itu ada beberapa salesman lain yang tidak mau berhutang karena takut tidak bisa membayar cicilan. Sedangkan salesman kaya bukan mengartikan bahwa ia dengan berat hati dalam membayar cicilan, tetapi telah memiliki kosekuensi untuk bekerja keras, mendapatkan penghasilan tambahan, dan bersedia berhemat. Bahkan ia tidak takut dengan sejumlah kewajiban yang harus ditanggungnya.

Salesman miskin selalu dihantui oleh ketidakmampuannya. Sementara itu salesman kaya sangat mantap dalam memikul konsekuensinya. Kalau ia harus bekerja keras maka ia akan bekerja sedemikian rupa agar mendapatkan komisi. Komisi yang diterimanya tentunya untuk digunakan membayar kewajibannya yaitu mencicil sejumlah angsuran. Selain itu jika komisi yang dikejarnya tidak bisa memenuhi harapan, ia sanggup untuk mencari tambahan penghasilan demi jalan keluarnya. Serta yang tidak bisa dipungkiri lagi ialah, ia mampu berhemat demi tujuan mencicil angsuran yang merupakan kewajibannya.

Memiliki perhitungan

Ia memiliki perhitungan yang tepat untuk membayar kewajibannya. Selain ia mengetahui standar yang harus dibayarkan yaitu sebesar 30% dari sejumlah penghasilannya. Ia ternyata mampu menghitung perolehan yang akan didapatnya. Ia akan menghitung komisi yang akan didapatnya setiap minggunya. Salesman kaya akan menghitung komisi yang bakal diterimanya dari jumlah penjualan yang sudah terealisasi. Serta akan menambah penjualan jika mengalami kekurangannya. Oleh sebab itu salesman kaya selalu memiliki skedule dan strategi bagaimana bisa mencapai target 100% agar bisa membayar kewajibannya.

Rahasia yang disampaikan jika ditanyakan adalah ”kejarlah target anda di minggu pertama dan usahakan bisa masuk 50% dengan cara membidik pelanggan sesuai skedule kunjungan. Kedua ulangilah mendatangi pelanggan besar (pareto) di minggu kedua untuk menambah 30% dari volume penjualan. Serta ulangilah di minggu ketiga dan keempat untuk pelanggan sesuai rute sebesar masing-masing 10% dari volume penjualan. Tambalah di minggu ke empat pelanggan pareto untuk menambah kekurangan sehingga target bisa mencapai 100%”. Rahasia ini jika dilakukan berulang-ulang, maka tidak ada seorang salesman yang takut untuk berhutang demi menggelembungkan asset.

Ia sudah bisa menghitung berapa kekurangannya agar ia mencapai target 100%. Ia selalu mengejar agar masuk target 100% dengan demikian ia akan mendapatkan komisi lebih banyak dibanding meraih di bawah 100%. Ia berani berhutang bukan karena keterpaksaan, tetapi ia sudah menghitung berapa uang yang akan didapatnya sehingga ia bisa membeli assetnya. Inilah rahasia salesman kaya.

Hutang untuk investasi

Salesman kaya berani berhutang karena demi membeli asset. Asset yang dibelinya adalah tanah produktif. Tanah produktif itu bisa sawah yang kalau diolah dapat menghasilkan panenan. Atau tanah tambak untuk berternak ikan sehingga mendapatkan hasil dari ikan. Atau membeli tanah kering yang disewakan untuk sebuah bangunan non permanen di atasnya dan kemudian disewakan. Atau asset itu bisa dalam bentuk rumah tinggal. Rumah yang dibelinya bisa disewakan atau dikos-kan. Semua asset yang dibelinya bisa memberikan hasil kepada salesman.

Selain hasil yang didapat adalah nilai investasi yang diinginkan. Jadi salesman kaya berani berhutang bukan demi membelanjakan uangnya agar habis tetapi demi investasi. Investasinya apa saja yang paling diminati oleh salesman kaya? Jelas tanah dan rumah. Selain membelinya bisa dengan cara berhutang, asset ini mudah untuk dimanfaatkan. Tanah bisa diolah dan rumah bisa disewakan atau dikos-koskan. Safir Senduk, seorang perencana keuangan keluarga dari Jakarta, juga menjelaskan bahwa apa yang dibelinya sebaiknya dapat digunakan untuk memperoleh uang, supaya investasi kita tidak sia-sia. Selain mendapatkan keuntungan di nilai investasi, juga mendapatkan uang dari hasil sewa atau mengolah tanah.

Hutang sebagai cara meningkatkan asset

Hutang merupakan suatu cara dalam meningkatkan kepemilikan terhadap suatu kekayaan. Ada suatu pesan jika ingin kaya ya harus berani berhutang. Jangan menunggu sampai memiliki uang tunai untuk membeli asset tertentu. Jika menunggu sampai memiliki uang tunai, maka akan sulit membeli asset yang harganya terus naik. Oleh sebab itu berpaling pada nilai waktu uang adalah keputusan yang tepat. Uang kita tidak akan ada nilainya jika tidak segera dibelikan benda investasi sekarang ini. Kalau mau membeli asset, jika uangnya kurang maka untuk menutup kekurangannya salesman harus berani berhutang.

Berhutang pada siapa? Syukur-syukur ada teman, saudara, atau siapa saja asal jangan rentenir, anda harus berhutang. Berhutang pada teman jika tidak konsekuen akan menimbulkan perpecahan, kepada saudara kalau tidak konsekuen juga menimbulkan perpecahan namun dua-duanya tanpa bunga. Pada pihak lain seperti rentenir, tentu saja bunganya cukup besar dan mencekik leher. Paling tepat adalah pada bank karena selain bunganya standar, anda juga bisa berunding jika terjadi macet. Paling-paling asset anda disita dan kelebihan penjualan atas asset akan diserahkan ke anda setelah dipotong bunga dan pokok pinjaman.

Kalau tidak berani berhutang, tentunya akan memperlambat anda untuk menjadi kaya. Justru dengan adanya hutang ini, seorang salesman dapat berkonsentrasi untuk memfokuskan diri terhadap kewajibannya. Jika tidak memiliki kewajiban maka salesman tidak didorong untuk terus giat mencapai targetnya. Ada orang yang hanya santai-santai saja dalam bekerja karena tidak dikejar oleh suatu kewajiban. Ada lagi orang yang merasa tidak afdol jika tidak berhutang. Menurutnya hutang adalah sebuah tantangan. Oleh sebab itu berani berhutang berarti harus berani menerima kosekuensinya yaitu kerja keras, mendapatkan penghasilan tambahan dan berani berhemat. Tetapi orang ini kemudian berhenti setelah hutangnya selesai. Ada lagi orang yang selama hidupnya terus berhutang. Bukan maksud ia berhutang karena tidak memiliki uang, atau boros tetapi ia berhutang terus karena memiliki tujuan menggelembungkan assetnya. Setelah lunas untuk satu asset, ia kemudian berhutang lagi untuk asset lain. Begitu seterusnya. Termasuk orang yang mana diri anda? Kalau pilihan yang ketiga, maka anda termasuk salesman yang kaya raya. Itulah rahasianya! Jadi berani berhutang, tapi…tapi harus konsekuen dengan hutang-hutangnya!

 

GD Star Rating
a WordPress rating system
× Selamat datang di Groedu klinik Konsultasi