Previous Next

Jul 13

CARA EFEKTIF MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK-PRODUK FMCG (FAST MOVING CONSUMER GOODS)

Pada umumnya tim penjualan bekerja berdasarkan target yang sudah diberikan oleh perusahaan. Nah, Target ini bisa jadi belum bisa dicapai sepenuhnya, yaitu 100%. Bisa jadi baru dibawah 60%. Bagaimana cara meningkatkan penjualan hingga 100%? Marilah kita tinjau terlebih dahulu pembuatan dasar target yang diberikan pada tim penjualan.

Apakah target yang kita berikan ini sudah mengacu pada histori penjualan sebelumnya? Kalau sudah mengacu pada histori sebelumnya berarti target yang dibuat sudah tepat. Umumnya manager penjualan meminta pertumbuhan penjualan setiap tahunnya antara 20 sampai dengan 30% dari rata-rata target yang pernah diberikan tahun lalu. Kalau sudah begini berarti target yang diberikan sudah tepat. Lalu langkah-langkah untuk meningkatkan omzet apa yang mesti dilakukan?

  1. Tinjau produk yang sedang ditawarkan khususnya masalah harga. Jenis produk yang ditawarkan apakah ada yang baru. Untuk produk tertentu produk-produk baru bisa mendongkrak penjualan.
  2. Tinjau permainan program promosi yang dilakukan pesaing. Pada produk FMCG pergerakan omzet sangat dipengarui pula oleh dinamika program-program yang dibuat oleh pesaing, atau oleh perusahaan kita sendiri. Omzet penjualan korelasinya dengan program promosi yang dilaksanakan.
  3. Tetapkan wilayah penjualan untuk sales force sehingga pekerjaan sales force tidak tumpang tindih tetapi lebih terkelompok sehingga sales force bisa memiliki pelanggan yang didapatkan secara detail untuk wilayah penjualan.
  4. Tinjau skill para penjual yang merupakan tim penjualan perusahaan. Apabila produk secara harga sudah baik, Varian produk sudah komplit, ada program promosi dan wilayah penjualan sudah dipetakan tetapi masih juga rendah tingkat penjualan tim penjualan, maka diperlukan training selling skill bagi tim sales force. Training selling skill dapat meliputi : negosisasi, handling objection & teknik closing, handling complain serta lainnya.

Pada kondisi apabila target tidak berhistori, maka tinjaulah pemberian target para penjual apakah sudah sesuai atau tidak sesuai, jika ke 4 poin sudah dipenuhi. Sebab kegagalan peningkatan penjualan seringkali juga karena pemberian target yang kurang tepat. Untuk pembukaan kantor cabang baru misalnnya, tentunya tidak ada histori penjualan sebelumnya sehingga target yang diberikan perlu dievaluasi secara terus menerus. Oleh sebab itu tinjaulah sekali lagi target yang diberikan sehingga “pencapaian target” yang 100% itu sesuai dengan situasi dan kondisi perusahaan. Umumnya untuk meraih target bisa berpatokan minimal penjualan yang harus diraih kantor cabang agar kantor cabang tidak rugi, atau break event. Semo artikel ini bermanfaat, apabila ingin mendapatkan informasi yang lebih detail dapat email groedu@gmail.com.

GD Star Rating
loading...

Jul 11

STRATEGI MEMPERBAIKI MANAJEMEN PERUSAHAAN MENJELANG MEA ( MASYARAKAT EKONOMI ASEAN)

Pada era MEA tidak dapat dipungkiri setiap perusahaan wajib mempersiapkan diri untuk berbenah secara manajemen lebih baik. Titik fokus yang harus diperhatikan adalah peningkatan kinerja perusahaan agar lebih maksimal dan bisa bersaing di abad ini. Beberapa kinerja yang perlu ditingkatkan adalah kinerja keuangan perusahaan, kinerja produksi, kinerja penjualan dan pemasaran, kinerja Human recource serta komponen pendukung lainnya.

  1. Kinerja keuangan

Kinerja keuangan kenapa wajib ditingkatkan, khususnya disisi cash flow, hal ini tentu saja agar perusahaan lebih dipercaya oleh mitra kerja sama. Lalu apa yang mesti dilakukan? Beberapa yang harus dilakukan secara internal adalah memperhatikan posisi keuangan perusahaan di customer. Hal ini bisa disiasati dengan pengendalian piutang penjualan di customer dengan memberikan aturan main yang jelas seperti limit kredit ke customer, penalti jika bayar terlambat, serta limit kredit ke customer. Kedua mengurangi pembelian barang tidak bergerak untuk kebutuhan jangka panjang seperti tanah, atau infrastruktur jangka panjang lainnya. Apabila pinjaman di bank cukup tinggi sebaiknya segera tidak menambah pinjaman dalam jangka panjang, serta menyelesaikan pinjaman di bank yang dirasa perlu segera diselesaikan. Ketiga kurangi pinjaman untuk persediaan barang yang tidak moving bahkan dead moving. Kelebihan barang seperti ini tentunya akan menjadi beban bagi perusahaan dalam mengelola cash flow. Cash flow yang baik yang berkaitan dengan pembayaran ke supplier dapat meningkatkan image perusahaan apabila pembelian barang/bahan baku selalu dalam kategori kredit.

  1. Kinerja produksi

Meningkatkan kinerja produksi salah satu indikator persiapan yang mesti dilakukan, sebab peluang pasar ke pasar ASEAN akan terbuka lebar. Dengan demikian selain dapat memenuhi pasar dalam negeri, perusahaan bisa memasok pasar luar negeri. Riset pasar pada saat ini sangat diperlukan untuk persiapan peningkatakan kapasitas produksi. Managemen kinerja produksi sangat efektif sangat dibutuhkan di era persaingan bebas saat ini.

  1. Kinerja penjualan dan pemasaran

Bagi perusahaan yang saat ini lebih banyak bermain di dalam negeri dan sangat kuat posisinya, tentunya perlu mempersiapakan diri agar pasar yang ada tidak tergerus oleh datangnya produk pesaing. Datangnya produk pesaing yang beragam dan dengan kualitas dan budget promosi yang cukup besar dapat menggerus produk dalam negeri. Oleh sebab itu perlu adanya peningkatan kinerja penjualan dan pemasaran agar produk dapat dipasarkan lebih luas ke Negara tetangga lainnya, sambil terus memperhatankan pasar dalam negeri.

  1. Kinerja Human recources

Tentu saja bagian ini perlu ditingkatkan kinerja dan profesionalitasnya. Kebutuhan akan SDM yang sangat kreatif, disiplin dan loyal pada perusahaan sangat dibutuhkan di tengah persaiangan yang semakin kencang. Posisi departement HRD menjadi kian penting perannya dalam meningkatkan pengetahuan dan skill para karyawan yang ada di perusahaan. HRD tidak hanya berkutat pada penyediaan data base, pencatatan absensi karyawan, pencatatan cuti, pengobatan dan lainnya. Tetapi perannya menggodok kinerja personal karyawan agar mampu meningkatkan kinerjanya di dalam perusahaan.

Empat poin diatas sudah sangat mendasar untuk ditingkatkan kinerjanya selain yang lain-lain yang merupakan bagian penunjang. Semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi inspirasi pada para pembaca.

GD Star Rating
loading...

Jul 09

CARA MENGATASI TURN OVER TEKNISI YANG MENJADI MIMPI BURUK PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Sepintas Bagian Engineering atau Maintenance berisi orang-orang multi high skill (memiliki keterampilan tinggi). Untuk pernyataan seperti ini, sangatlah tidak mengherankan bahwa orang-orang dibagian ini sudah terbiasa bekerja secara one man show. Begitu pula dengan bagian engineering, orang-orang dengan keahlian khusus seperti ini terkadang justru merasa lebih nyaman jika bekerja secara sendiri-sendiri.
Namun sebenarnya juga tidak benar-benar pas jika dikatakan bahwa semua para engineer lebih nyaman jika bekerja sendiri. Tetapi ini adalah realitanya, saat lebih memerlukan teknisi lain untuk problem solving. Teknisi seperti ini malah lebih pada sebagai Helper atau teknisi pembantu, dengan pertimbangan safety saat bekerja dan operasionalnya.
Dari sisi mentalitasnya, ada dua macam type teknisi. Type Engineer dan Type Tukangnya Engineer / Helper.
1. Type Engineer
Tidak berarti harus insinyur sarjana teknik, akan tetapi sudah memiliki konsep kerja seorang engineer, diantaranya memiliki minat dalam rekayasa teknik, dan termotivasi untuk menjaga dan meningkatkan performance mesin. Teknisi yang masuk di type ini, melihat knowledge dan skill sebagai modal, ada minat yang sangat besar untuk memperdalam spesialisasinya dan berusaha menguasai bidang keilmuan lain yang dapat menunjang kinerja mereka meski di tingkat basic. Misalnya saja : seorang Teknisi mekanik, juga menguasai electric, instrumentasi, drawing design, manajemen perawatan, dan lain-lain. Jadi benar-benar tingkat dasar ilmunya menunjang untuk melakukan rekayasa teknik dan koordinasi lintas bidang keilmuan.
2. Type Tukangnya Engineer/Helper
Teknisi yang masuk di kategori ini adalah :
• Lebih mengutamakan pengalaman dibandingkan dengan kedalaman proses berpikir dalam menganalisa permasalahan.
• Melihat bidang keilmuan hanya dari sisi yang sangat sempit Mekanik ya mekanik, electric ya electric, dan seterusnya. Tidak ada minat untuk mempelajari bidang lain, sehingga memiliki banyak keterbatasan dalam melakukan rekayasa teknik. Meskipun bisa tidak lebih dari menjadi “Helper” engineer saja.
Yang dimaksud orang dengan keahlian khusus, yaitu Teknisi yang masuk Type satu. Perusahaan tidak akan pernah merasa segan atau ragu untuk memberikan penawaran yang tinggi untuk merekrut mereka, apalagi jika mereka berada di rentang usia yang masih terbilang cukup muda yaitu seusia antara 27 – 30 tahun. Maka disinilah letak permasalahnya, yaitu bisa dikatakan juga dengan “ Pembajakan tenaga kerja “. Faktor Ekonomi menjadi alasan utama, ahli-ahli mesin berkeahlian khusus ini berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya.
Lalu apa yang kemudian terjadi? Bagaimana nasib perusahaan yang telah ditinggal oleh teknisi tersebut? Mau tidak mau perusahaan harus tetap mencari teknisi ahli pengganti yang baru lagi dan harus memulai dari dari awal untuk proses adaptasi ulang. Dan Perusahaan yang dituju akan merasa was-was jika ditinggal pergi meski dengan resiko “new boss, new rule”, strategi lama akan terputus dan akan mulai dengan strategi baru.
Kenyataannya dunia Engineering menawarkan kesempatan untuk mengenal berbagai teknologi baru, berimprovisasi dan mengupgrade skill, dimana dari sudut pandang individu apa yang didapat (experience, kowledge, skill) akan berdampak langsung pada nilai jual. industri konvensional sangat tergantung pada individu, namun industri modern lebih tergantung kepada sistem. Sistem yaitu interaksi sinergis antara semua komponen terkait, ada didalamnya human resources, metode kerja.
Ini akan sudah jelas akan menjadi permasalahan yang sangat kompleks bagi kebanyakan perusahaan, namun pastinya tetap ada solusinya yaitu dengan cara berikut ini :
1. Dokumentasi
Sudah jelas, jika semua permasalahan permesinan di mapping setelah itu menetapkan standard perbaikan. Jika semua terdokumentasi, mulai dari Drawing Parts Mesin, Sistem operasional mesin, Problem, langkah Perbaikan, dan lain-lain terkait hal teknis lainnya, Budaya One Man Show berangsur-angsur akan menghilang dengan sendirinya, dan bergeser pada model kerja kolektive. Perlu untuk diingat, bahwa dokumentasi maintenance banyak menyangkut hal yang sangat rahasia (very confidential), anda wajib memiliki mekanisme untuk menjamin kerahasiaannya.
2. Penerapan Sistem Penilaian Performance Berbasis obyektivitas Kinerja
Dengan adanya sistem ini, Gap atau Selisih antara Skill standard dengan actual yang dimiliki akan terlihat secara obyektif. Kuncinya pada data, umumnya semua orang sudah merasa bekerja dengan baik dan benar, tetapi jika tidak berbicara data obyektif, maka akan banyak sekali miss komunikasi. Sistem TPM menyediakan formulasinya, tinggal diolah dengan MBO atau Performance Approval system lainnya. Setelah itu lakukan Trainning rutin untuk pembekalan Basic Skill, melatih urutan kerja, kemampuan analisa masalah, dan lain-lain.
Point kedua akan sangat bagus lagi apabila perusahaan mau berinvestasi software khusus manufacturing sehingga nilai proses pekerjaan Engineering dapat diketahui secara pasti di desktop komputer. Nah, untuk mendapatkan software manufacturing ini tentunya perlu diskusi dengan bijaksana dengan top manajemen karena butuh invetasi. Namun dengan adanya software dijamin turn over para Engineering dijamin ketitik terendah karena dengan adanya software tersebut kegiatan kolektif akan tercipta karena software akan mengintegrasikan setiap proses dengan proses lainnya.
Informasi mengenai software manufacturing dapat klik di www.softwareaccountingsurabaya.com atau email ke consultantsoftware9@gmail.com

Sumber atikel : dedylondong.blogspot.com

GD Star Rating
loading...
× Selamat datang di Groedu klinik Konsultasi