Previous Next

Sep 15

ARTIKEL BERSAMBUNG SALESMAN KAYA RAYA : ” TRIK MENGELOLA GAJI KE TABUNGAN” (BAG-7)

”Sebenarnya masalah pintar atau tidaknya seseorang bukan menjadi jaminan seseorang bisa menjadi kaya. Intisarinya ”bagaimana ia bisa menghargai jerih payahnya” kalau sudah tidak menghargai jerih payahnya pada umumnya orang kurang mengontrol pengeluarannya.”

-Frans M. Royan –

TRIK MENGELOLA GAJI  KE TABUNGAN

TRIK MENGELOLA GAJI KE TABUNGAN

Kalau komisi  tidak usah ditabung tetapi langsung untuk membayar cicilan, maka gaji bisa disisihkan untuk tabungan. Bagaimanapun caranya, meskipun selama ini kita tidak bisa menabung, kita tetap harus mengusahakan bisa menabung. Menabung bukan saja sebagai cara-cara kita berjaga-jaga, tetapi sebenarnya memiliki tujuan untuk menggelembungkan kekayaan. Kalau rajin menabung dan menaruh uang hasil tabungan di tempat yang benar, keuntungan pasti di pihak penabung. Sekarang ini jenis tabungan beraneka ragam. Ada tabungan yang sekaligus memberikan proteksi kesehatan, kematian, biaya pendidikan atau ketika terjadi resiko lainnya.

Meskipun sudah tahu manfaatnya, tetapi masih banyak pula orang tidak bisa menabung dari gajinya. Gaji yang didapat seolah mengalir seperti air. Tidak hanya orang yang bergaji pas-pasan yang memiliki alasan seperti ini, tetapi salesman dengan penghasilan tinggipun juga tidak bisa menabung. Apa yang menyebabkan semua ini? Tentunya bukan dari besar kecilnya gaji yang didapat oleh para penjual, tetapi bagaimana penjual itu dapat mengelolah gajinya sedemikian rupa supaya bisa disisihkan untuk tabungan. Di bawah ini ada suatu kisah yang sangat menarik mengenai atasan dan bawahan.

Seorang atasan tiba-tiba memanggil anak buahnya. Anak buahnya merasa ketakutan, sebab sekarang ini sedang maraknya orang di-PHK, apalagi perusahaan dimana ia bekerja sedang mengadakan perampingan karena penjualan produk turun drastis akibat pasokan dari pabrikan kurang memenuhi quota. Para penjual bekerja berdasarkan produk yang ada di gudang dan tidak seagresif sebelumnya. Kondisi ini bagi salesman yang kaya merupakan kerugian, oleh sebab itu bagi mereka yang memiliki kewajiban ”mencicil” rumah, tanah serta lainnya segera mencari pekerjaan baru. Atau sumber penghasilan baru yang selama ini tidak dipikirkan.

Begitu pula dengan bawahan yang sedang dipanggil itu, ia merasa takut ”dipecat” karena sekarang ini ia memiliki kewajiban mencicil rumah yang baru dibelinya, sepeda motor yang dipakainya, serta cicilan tanah yang kurang 2 kali cicilan. Di rumah istrinya sudah diberdayakan untuk menambah penghasilan dengan cara membuka toko makanan ringan untuk anak-anak. Ia ketika dipanggil pikirannya sudah melayang kalau mau dipecat, sehingga sedetik kemudian ia sudah merencanakan jika hal itu benar-benar terjadi.

Ketika sudah berada di hadapan pimpinannya, seorang sales manager yang juga pegawai di perusahaan itu, keringat dinginnya mengucur deras dari dahinya. Atasan salesman itu merasa heran juga dengan bawahannya karena tidak seperti biasanya. Ketika suara atasannya terlontar, jantung ia seperti copot mendengarnya. ” Iya…iya…pak!”  ” kau jangan gugup! Tenang-tenang….” katanya dan lanjutnya ”Kenapa kau kupanggil di ruangan ini?” ” he…sa..saya  mau dipecat pak?!!” Atasannya kemudian tertawa ngakak. Melihat tingkah laku anak buahnya yang ketakutan itu, ia kemudian menenangkan. ” Bukan…kau salah. Mana ada perusahaan memecat karyawan terbaiknya.” kata atasannya itu lembut. ” Ohhh…” salesman itu melongo dan mulai tenang.” Iya, pak….kira-kira keperluannya apa?”

Sekarang yang menjadi cemas bukan lagi anak buahnya tetapi atasannya. Ia mengerutkan dahinya dan mencoba berpikir serius. Singkat kisah, atasan salesman tersebut ternyata sedang mengagumi dirinya. Meskipun dengan penghasilan yang jauh lebih kecil darinya, tetapi anak buahnya bisa menggunakan uangnya untuk berbagai investasi. Ia bercerita bahwa sampai hari ini, ia masih belum punya rumah dan rumah yang ditinggali sekarang ini statusnya sebagai rumah kontrakan. Kalau dibanding dengan salesman itu kekayaannya sangat jauh. Inilah yang menjadi pemikirannya. Ia bukannya iri hati dan dengki dengan bawahannya, tetapi ia malah angkat topi dan ingin tahu rahasianya, bagaimana caranya  sehingga anak buahnya itu lebih kaya darinya.

Anak buahnya malah ketakutan ditanya seperti itu. Ia berpikir, jangan-jangan atasannya akan bertindak sebagai orang KPK. Tapi kemudian ia pasrah dan mau menjelaskan semuanya pada atasan, dan ia memiliki keyakinan tidak akan terjadi apa-apa sebab semua kekayaannya diperolehnya dengan halal. Ia kemudian menceritakan kiat-kiatnya. Pertama, tentunya ia sangat hemat. Kalau semua teman-teman makan di warung-warung makan, ia selalu membawanya dari rumah. Begitu pula pengeluaran rumah tangga dibuat sehemat mungkin. Di halaman rumah ia menanami sayur-sayuran dan tanaman obat dan memanfaatkan halaman itu untuk mengurangi pengeluaran. Kedua, membuat pos-pos pengeluaran yang sangat terperinci. Ia mencatat apa saja yang dibayarnya. Sehingga setelah gajian ia langsung membagi uangnya untuk pos-pos pengeluaran seperti air, listrik, telepon, les anak-anak, buku, uang sekolah, cicilan rumah, cicilan motor serta lain-lain yang dibayarnya. Ketiga, tidak ke Mall di hari sabtu dan minggu. Istrinya disarankan  berbelanja di pasar tradisional, bukan di supermarket, meskipun sekali-kali dilakukan tetapi frekuensinya yang paling banyak adalah ke pasar tradisional. Keempat, menabung uang sisa kembalian, tidak perduli sisa kembalian apa saja langsung dimasukan dalam celengan tanah liat. Meskipun ini sudah umum namun apa yang dibuatnya bisa memberikkan hasil. Seperti uang mukanya sepeda motor yang dipakainya sekarang ini merupakan hasil menabung di celengan.

Atasannya termangu-mangu. Pemikiran anak buahnya ternyata lebih masuk akal dibanding dirinya. Ia tidak melakukan apa yang dilakukan anak buahnya. Ia selalu memberikan bimbingan penjualan ke anak buah, tetapi ia kurang memahami hal ini. Memang tidak masuk akal seorang atasan bisa dikalahkan oleh anak buah. Namun fakta membuktikan bahwa banyak atasan yang berpikir lebih maju, tetapi kurang mengontrol pengeluaran. Gaji yang didapatnya besar tetapi pengeluarannya juga besar. Kadang seringkali orang yang bergaji besar kurang menghargai jerih paya, sementara itu orang yang bergaji kecil justru menghargai jerih paya. Sebenarnya masalah pintar atau tidaknya seseorang bukan menjadi jaminan seseorang bisa menjadi kaya. Intisarinya ”bagaimana ia bisa menghargai jerih payahnya” kalau sudah tidak menghargai jerih payah pada umumnya orang kurang mengontrol pengeluarannya.

Mengapa tidak bisa menabung?  

Mengapa tidak bisa menabung? Sebenarnya merupakan penyakit yang lebih ganas dari kanker. Kalau kebiasaan ini mendarah daging maka niscaya kesulitan keuangan akan mendera sepanjang hidup. Bahkan orang-orang yang terbelit hutang landasan dasarnya karena mereka tidak sadar pada kegiatan menabung. Jika aktivitas menabung ini terus dipupuk, maka keinginan untuk berhutang lebih kecil dibanding yang tidak bisa menabung. Berhutang boleh-boleh saja selama uang dari hasil hutang itu digunakan untuk membiayai pembelian barang investasi, tetapi jika mendapatkan hutang demi kebutuhan yang bersifat konsumtif, ini sangat berbahaya! Jika macet hutang itu tidak bisa dilunasi dengan barang yang dibelinya, karena nilai dari barang yang dibelinya nilainya jauh merosot dibanding pertama kali membeli. Berbeda jika berhutang untuk kebutuhan investasi. Pada saat mengalami resiko macet, maka barang investasi kalau dijual nilainya lebih tinggi dibanding pertama kali membelinya.

Sebenarnya biang keladi tidak bisa menabung ini disebabkan oleh pengeluaran tidak terencana, tidak mau mencatat pengeluaran, membeli barang-barang konsumtif serta adanya kewajiban yang lebih besar dari penghasilan. Anda tentu seringkali menegur seorang istri yang tiba-tiba membeli barang yang menurut anda tidak dibutuhkan, tetapi istri anda tetap membelinya meskipun harganya mahal. Sesampai di rumah barang-barang itu ditimang-timang sayang oleh istri anda. Barang-barang yang dibeli oleh kaum hawa ini biasanya peralatan dapur, baju, serta barang lainnya. Barang dapur seperti panci satu set yang ukurannya mulai besar sampai kecil. Teflon yang ukurannya besar sampai kecil. Mereka memiliki koleksi itu, tetapi berada dalam gudang. Benar saja, mereka kan wanita karier, jadi tidak punya waktu dan selain tidak bisa masak. Ini sering terjadi dan membuat gudang rumah anda penuh.

Pembelian barang-barang yang akhirnya tidak digunakan itu seringkali terjadi tanpa direncanakan sama sekali. Anggaran rumah tangga seperti untuk membeli beras, lauk pauk, bayar anak sekolah, bayar listrik, PDAM dan telepon disalurkan ke tempat yang salah. Setelah hal ini dilakukan maka tidak jarang untuk menutup anggaran rumah tangga, istri mulai berhutang ke pegadaian, ke bank dengan menggesek kartu kredit serta berhutang di tempat lainnya. Kalau mau diteliti, sebenarnya pembelian tidak terencana itu untuk kebutuhan barang konsumtif. Pada akhirnya jika tidak terselesaikan hutang-hutang itu maka ia akan terlilit hutang. Inilah yang menyebabkan orang tidak bisa menabung. Maka hindarilah membeli barang konsumtif yang tidak direncanakan!

Tidak pernah mau mencatat pengeluaran juga menyebabkan orang tidak bisa menabung. Kalau ada uang jika tanpa mencatat apa yang dibutuhkan cenderung akan ”kelewatan” dan membuat anggaran berbelanja selama sebulan itu tidak cukup akibat membeli barang lain diluar catatan. Sekarang ini perusahaan-perusahaan berlomba-lomba untuk berupaya bagaimana konsumen tertarik membeli produknya meskipun tidak direncanakan. Program perusahaan adalah program impulse buying. Anda bisa melihatnya di supermarket maupun hypermarket, dimana produk-produk di display sedemikian bagusnya. Oleh sebab itu para penjual harus sadar, jangan sampai program yang anda buat itu menyesatkan istri-istri anda di rumah.

Adanya kewajiban yang lebih besar dari penghasilan ini juga menyebabkan ketidak seimbangan antara pemasukan dan pengeluaran, sehingga keuangan menjadi minus. Para penjual yang tidak bisa menabung bukan karena penghasilannya kecil, tetapi seberapa banyak pengeluaran yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan hidup dan kewajibannya. Membayar cicilan motor saja sudah merupakan kewajiban. Jadi kalau bisa kewajiban tidak lebih dari 30% penghasilan total. Tentunya supaya anda bisa menabung!

Mengapa harus menabung?

Seringkali anak kita bertanya: untuk apa sih menabung? Terutama ketika ia diajari oleh ayah atau ibunya untuk menabung. Jawaban kita pasti ”supaya uang kita banyak”. Menabung bukan supaya uang kita banyak saja yang menjadi tujuan, tetapi tujuan yang benar adalah untuk berjaga-jaga agar ketika terjadi resiko, kita masih memiliki biaya untuk hidup. Para penjual umumnya bekerja tidak hanya bertahan di satu perusahaan. Sesuai dengan kenyataannya mereka adalah orang-orang yang mobilitasnya tinggi dan sering pindah-pindah perusahaan. Ketika dalam masa pencarian, penjual memiliki waktu tunggu yang tentunya membutuhkan biaya. Kecuali langsung pindah dan bekerja di tempat lain, maka untuk biaya hidup tidaklah menjadi masalah. Tapi kalau memiliki masa tunggu yang lama jika tidak ada tabungan untuk berjaga-jaga, maka sulitlah hidup seorang salesman. Ia bakalan akan pinjam uang sana sini!

Selain untuk keperluan berjaga-jaga, menabung sebenarnya memiliki tujuan berinvestasi. Misalnya saja, penjual mencicil uang muka rumah yang dibelinya dengan gaji yang diperolehnya. Membeli rumah adalah tujuan investasi. Atau sebesar 30% dari gaji digunakan untuk membayar cicilan. Cicilan itu bisa jadi dibayar dari hasil menabung sisa biaya operasional selama sebulan. Bukankah hal itu sama dengan menabung, tetapi langsung untuk membeli benda berharga yang akan bernilai tinggi di tahun yang akan datang? Atau menabung dari gaji dengan cara menyisihkan lebih awal untuk pembayaran cicilan rumah, nah..tindakan untuk mencicil benda investasi ini merupakan tindakan untuk mendapatkan kenaikan nilai dari investasi.

Serta yang paling penting, menabung adalah suatu tindakan untuk mengontrol pengeluaran. Orang menabung dengan sendirinya akan berpikir banyak mengenai uang yang akan dikeluarkan. Ia jika memiliki tujuan yang kuat untuk menabung, tentunya pembelian barang-barang yang belum penting akan ditunda. Nah, tindakan ini membuat seorang salesman berusaha keras mengontrol pengeluarannya. Seperti keharusahan menabung di awal, maka ketika ia memiliki dana terbatas akan berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.

Rupa-rupa cara menabung

Menabung ini sebenarnya memiliki sejarah yang panjang. Orang-orang primitif selalu menyimpan persediaan makanan menjelang musim dingin. Menyimpan persediaan makanan ini merupakan konsep menabung seperti yang kita ulas sebelumnya. Kalau orang primitip belum mengenal uang, maka jalan satu-satunya ia akan membarter barang miliknya dengan orang lain. Konsep menabungnya, yaitu menimbun makanan untuk berjaga-jaga dimasa musim dingin. Begitu pula yang dilakukan oleh petani, ia akan menyimpan padinya di dalam lumbung. Tujuannya apa? Ketika musim paceklik tiba petani akan tetap memiliki persediaan makanan.

Nah, konsep ini kemudian diubah, yang ditabung bukan barang tetapi uang yang bisa digunakan sebagai alat tukar. Di zaman orang masih harus membarter barangnya dengan barang yang diinginkan, ia hanya menabung barang. Sedangkan di masa modern ini yang ditabung adalah uang yang dimilikinya. Para penjual mestinya masih ingat dimana orang tua kita biasanya menabung sebelum ada bank seperti sekarang ini? Orang menabung di celengan tanah liat, di tiang bambu rumahnya dan di bawah tempat tidur.

Menabung di celengan tanah liat sejak penulis kecil sudah ada. Orang tua kita biasanya akan membelikan celengan Punakawan berbentuk seperti Semar, Petruk, Bagong dan Gareng.  Celengan tanah liat ini kalau sudah penuh kemudian dipecahkan dengan cara membantingnya di lantai dan kita semua kemudian bertepuk tangan. Kalau celengan itu adalah celengan bersama maka kita akan menghitungnya ramai-ramai. Atau kalau tidak ada celengan tanah liat, bisa menggunakan celengan plastik atau celengan kaleng. Sekarang ini banyak pabrik yang memproduksi berbagai celengan yang bagus-bagus. Bahkan beberapa industri menggunakan celengan ini sebagai hadiah produk. Jika membeli produk tersebut dalam jumlah tertentu, maka konsumen berhak mendapatkan celengan. Penggunaan celengan semakin luas. Namun sayangnya kalau menggunakan celengan ini uang yang kita miliki tidak menganut time value of money. Nilai sekarang dan besuk tetap sama seperti nominalnya, artinya kalau ditarik lima tahun ke belakang uang sebesar itu sudah bisa dibuat membeli emas 1 gram, tetapi sekarang tidak bisa. Uang tidak berkembang dan mendapat bunga.

Ada pula yang menabung di tiang bambu rumah. Pada saat itu rumah petani kebanyakan terbuat dari bambu. Karena rumah bisa dengan mudah diobok-obok oleh pencuri, maka menyimpan uang di tiang pancang rumah yang terbuat dari bambu resikonya bisa diatasi. Tidaklah mungkin maling akan mencuri dengan membawa rumah petani itu sekalian.

Selain menyimpam di tiang bambu, orang juga menyimpan uangnya di bawah tempat tidurnya. Nenek seorang teman yang baru saja meninggal ternyata memiliki tabungan yang cukup besar yang disimpannya di bawah tempat tidur. Keluarga teman saya tidak tahu sama sekali jika neneknya itu memiliki celengan. Setelah nenek itu meningal, tempat tidurnya dibongkar, dan mereka terkejut dengan jatuhnya uang ke lantai beserta emas lempengan yang bunyinya sampai menggerincing. Orang kuno kalau menyimpan barangnya begitu rapi sehingga baru ketahuan setelah meninggal. Menabung dengan cara ini sebenarnya penuh resiko disamping tidak mendapatkan bunga. Namun emas yang disimpannya itu ketika dijual mengikuti harga pasar meskipun ketika membeli harganya murah.

Menabung yang paling aman adalah menabung di bank. Pihak bank akan menjamin keselamatan uang nasabah. Bank memiliki sistem pertahanan yang canggih. Memiliki tempat uang yang aman, komputer diberi pass word, dan dijamin oleh bank Indonesia. Jika terjadi apa-apa seperti bank dilikuidasi, maka penjual akan tetap diperhatikan sesuai dengan kode etik perbankan. Ada dua bentuk tabungan di bank. Pertama, tabungan umum yaitu tabungan yang setiap saat bisa diambil dan mendapatkan bunga. Kedua,  tabungan dalam bentuk deposito. Tabungan ini sama seperti tabungan pada umumnya yang mendapatkan bunga, namun bunganya lebih tinggi dibanding tabungan biasa. Tabungan ini memiliki jatuh tempo 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan bahkan setahun, sehingga tabungan ini tidak bisa diambil sewaktu-waktu. Jika terpaksa bisa diambil tetapi nasabah akan dikenakan denda sesuai aturan main yang berlaku di bank. Deposito itu sendiri ada dua macam, pertama deposito berjangka yaitu deposito yang mencantumkan nama pemiliknya. Deposito ini sering juga disebut dengan deposito atas nama. Kedua, sertifikat deposito yaitu deposito yang tidak mencantumkan nama anda sebagai pemiliknya. Deposito ini disebut juga dengan deposito atas unjuk. Dengan demikian, siapapun pemegang sertifikat ini, ia bisa mencairkannya ketika jatuh tempo.

Ide menabung

Kalau menabung dirasakan sangat sulit, maka sebaiknya para salesman mencari cara agar uang yang diperolehnya dari kegiatan penjualan itu tidak lenyap begitu saja seperti ditiup angin. Banyak cara yang membuat kita mau tidak mau harus menabung. Memiliki kewajiban mencicil itu sebenarnya adalah suatu cara menabung. Seperti membeli rumah, orang dipaksa menabung dengan cara membayar angsurannya. Selain tujuan menabung dengan mencicil rumah, sebenarnya ia telah berinvestasi.

Menabung yang efektif lainnya adalah dengan cara menyisihkan terlebih dahulu gaji yang telah diperoleh itu beberapa persen untuk tabungan. Misalnya gaji anda 1 jutaan dan anda menginginkan menabung 20% dari gaji anda maka anda harus mengambil 200 ribuan dari gaji anda untuk dimasukan ke tabungan. Tentunya jangan dimasukan ke tabungan yang konvensional seperti celengan tanah liat atau lainnya. Seringkali memang orang merasa minder jika memasukan uang tabungan dengan nilai nominal kecil di bank. Nah, jika anda mengalami hal seperti itu  sebaiknya gunakan celengan tanah liat terlebih dahulu. Setelah terkumpul banyak, celengan bisa dipecah dan uangnya disetorkan ke bank.

Atau kalau anda mau, terutama bagi yang mendapatkan gaji lewat ATM, sebaiknya bukalah rekening lain. Misalnya kalau rekening gaji anda BCA, maka bukalah rekening lain di BCA dan gunakanlah fasilitas transfer ketika gaji sudah diterima. Melalui cara memisah rekening ini dan tidak mengganggu tabungan sama sekali, hasilnya pastilah baik. Selain mendapatkan bunga, uang anda aman dan terus bertambah. Ini adalah alternatif yang bisa dilakukan bila anda ingin praktis.

Menabung juga bisa menggunakan trik tertentu yang tidak umum dilakukan orang seperti memasukan nilai uang tertentu ke dalam celengan. Anggap saja anda sangat membenci uang nilai 20 ribuan, dan setiap kali anda mendapatkan segera lenyapkan dengan cara memasukan dalam tabungan. Atau pakailah kondisi sebaliknya, anda sangat sayang dengan nilai uang tertentu sehingga kalau melihatnya segeralah masukan dalam celengan. Misalnya anda sangat sayang dengan uang 10 ribuan, setiap kali melihatnya anda langsung memasukan dalam celengan. Benci dan sayang kalau dilakukan pada uang anda bisa menghasilkan nilai tabungan yang sangat luar biasa banyak. Apalagi jika dilakukan sampai puluhan tahun. Tapi ingat jangan sampai anda kelewat, sebab uang yang kita tabung kadang kala ada yang ditarik dari peredaran. Seperti uang seratus ribu dari plastik, sekarang sudah menghilang dan ditarik dari peredaran. Kalau menabung dalam periode lama takut uang anda expired. Kalaupun uang itu bisa di tukar anda butuh waktu untuk datang ke Bank Indonesia.

Ada satu kisah yang menarik menyangkut masalah uang tabungan ini. Kakek saya semasa pendudukan Belanda memiliki usaha sebagai Agen minyak tanah. Uang yang diterima dari konsumen adalah uang Belanda yang bergambar Ratu Yuliana. Kakek saya memiliki kebiasaan menabung uang logam itu hingga mendapatkan berpeti-peti. Ketika temannya memberitahu bahwa uang itu bakalan tidak laku di tanah air dan digantikan dengan uang rupiah, kakek saya menganggap hal itu gurauan semata. Benar setelah bertahun-tahun didiamkan, uang itu akhirnya menjadi uang yang tidak ada harganya. Bahkan ketika penulis kanak-kanak uang yang banyaknya beberapa peti itu dihambur-hamburkan untuk mainan. Sekarang kami sekeluarga juga kecewa, sebab uang itu sebenarnya bisa dijual sebagai koleksi. Namun karena terlanjur dibuang-buang maka uang itupun lenyap tak berbekas. Ini kejadian nyata. Begitu pula dengan obligasi yang dibeli oleh kakek, sampai hari ini tidak ada yang mengurusi. Kabar terakhir dari tante saya obligasi-obligasi itu sudah dibakar habis.

Menabung koin emas juga merupakan suatu cara anda menabung. Koin emas selain memiliki nilai intrinsic juga memiliki nilai extrinsic. Nilai intrinsic-nya adalah nilai dari emas itu sendiri. Anggap saja koin itu dilebur dan dijual maka harganya sesuai dengan harga pasaran. Sedangkan nilai extrinsic-nya adalah nilai koleksi koin emas itu berdasarkan animo penggemar koin emas itu. Ada beberapa koin emas yang bergambar tertentu yang diburu orang dengan harga miliaran rupiah meskipun nilai intrinsic-nya paling hanya ratusan ribu saja. Koin emas di zaman raja-raja juga banyak diburu orang sebagai barang antik yang selain bernilai sejarah juga merupakan koleksi musium dunia. Harganya bisa ribuan bahkan jutaan lipat dari nilai intrinsic-nya.

Sebagai seorang penjual ternyata banyak cara dalam menabung uangnya. Apalagi selain gaji para penjual mendapatkan komisi. Kalau komisi sudah bisa dibuat untuk mencicil suatu kewajiban, maka gaji kalau bisa juga ditabung untuk tujuan berjaga-jaga, investasi dan untuk mengontrol keuangan. Sebagai seorang penjual yang kaya selalu melakukan hal ini, dan hal itu merupakan rahasianya seorang sales yang kaya.

 

GD Star Rating
loading...

Sep 09

GAJI UMR NASIONAL TAHUN 2012

Dibawah ini adalah Gaji UMR Nasional tahun 2012, yang bisa digunakan oleh para pebisnis baru dalam men-set up perusahaan yang dirintisnya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

Bali Non Kabupaten Non Sektor 0

Bali Kabupaten Badung Non Sektor 1.290.000
Bali Kabupaten Bangli Non Sektor 970.000
Bali Kabupaten Buleleng Non Sektor 975.000
Bali Kabupaten Gianyar Non Sektor 1.104.000
Bali Kabupaten Jembrana Non Sektor 1.000.000
Bali Kabupaten Karangasem Non Sektor 1.039.600
Bali Kabupaten Klungkung Non Sektor 995.000
Bali Kabupaten Tabanan Non Sektor 1.005.000
Bali Kota Denpasar Non Sektor 1.259.000
Bangka Belitung Non Kabupaten Non Sektor 1.110.000
Banten Non Kabupaten Non Sektor 0
Banten Kabupaten Lebak Non Sektor 1.047.800
Banten Kabupaten Pandeglang Non Sektor 1.050.000
Banten Kabupaten Tangerang Non Sektor 1.379.000
Banten Kota Cilegon Non Sektor 1.340.000
Banten Kota Tangerang Non Sektor 1.381.000
Banten Kota Serang Non Sektor 1.320.500
Bengkulu Non Kabupaten Non Sektor 930.000
DI Yogyakarta Non Kabupaten Non Sektor 0
DKI Jakarta Non Kabupaten Non Sektor 0
Gorontalo Non Kabupaten Non Sektor 0
Jambi Non Kabupaten Non Sektor 1.142.500
Jawa Barat Non Kabupaten Non Sektor 0
Jawa Barat Kabupaten Cirebon Non Sektor 980.000
Jawa Barat Kabupaten Garut Non Sektor 880.000
Jawa Barat Kabupaten Indramay Non Sektor 994.864
Jawa Barat Kabupaten Karawang Non Sektor 1.269.227
Jawa Barat Kabupaten Karawang Tekstil / Garmen 0
Jawa Barat Kabupaten Karawang Lain – Lain 0
Jawa Barat Kabupaten Kuningan Non Sektor 805.000
Jawa Barat Kabupaten Majalengka Non Sektor 880.000
Jawa Barat Kabupaten Majalengka Tekstil / Garmen 0
Jawa Barat Kabupaten Majalengka Lain – Lain 0
Jawa Barat Kabupaten Majalengka Perdagangan / Jasa 0
Jawa Barat Kabupaten Purwakarta Non Sektor 1.047.500
Jawa Barat Kabupaten Purwakarta Tekstil / Garmen 0
Jawa Barat Kabupaten Purwakarta Lain – Lain 0
Jawa Barat Kabupaten Subang Non Sektor 862.500
Jawa Barat Kabupaten Subang Manufaktur 0
Jawa Barat Kabupaten Sukabumi Non Sektor 885.000
Jawa Barat Kabupaten Sukabumi Tekstil / Garmen 0
Jawa Barat Kabupaten Sumedang Non Sektor 1.007.500
Jawa Barat Kabupaten Tasikmalaya Non Sektor 946.000
Jawa Barat Kota Bandung Non Sektor 1.271.625
Jawa Barat Kota Banjar Non Sektor 780.000
Jawa Barat Kota Bekasi Non Sektor 1.422.252
Jawa Barat Kota Bekasi Tekstil / Garmen 0
Jawa Barat Kota Bekasi Otomotif 0
Jawa Barat Kota Bogor Non Sektor 1.174.200
Jawa Barat Kota Cimahi Non Sektor 1.209.442
Jawa Barat Kota Cirebon Non Sektor 980.000
Jawa Barat Kota Depok Non Sektor 1.424.797
Jawa Barat Kota Sukabumi Non Sektor 890.000
Jawa Barat Kota Tasikmalaya Non Sektor 950.000
Jawa Barat Kabupaten Bandung Non Sektor 1.223.800
Jawa Barat Kabupaten Bandung Barat Non Sektor 1.236.991
Jawa Barat Kabupaten Bekasi Non Sektor 1.491.866
Jawa Barat Kabupaten Bogor Non Sektor 1.174.200
Jawa Barat Kabupaten Ciamis Non Sektor 793.750
Jawa Barat Kabupaten Cianjur Non Sektor 876.500
Jawa Tengah Non Kabupaten Non Sektor 0
Jawa Tengah Kabupaten Banjarnegara Non Sektor 765.000
Jawa Tengah Kabupaten Jepara Non Sektor 800.000
Jawa Tengah Kabupaten Karanganyar Non Sektor 846.000
Jawa Tengah Kabupaten Kebumen Non Sektor 770.000
Jawa Tengah Kabupaten Kendal Non Sektor 904.500
Jawa Tengah Kabupaten Klaten Non Sektor 812.000
Jawa Tengah Kabupaten Kudus Non Sektor 889.000
Jawa Tengah Kabupaten Magelang Non Sektor 837.000
Jawa Tengah Kabupaten Pati Non Sektor 837.500
Jawa Tengah Kabupaten Pekalongan Non Sektor 873.000
Jawa Tengah Kabupaten Pemalang Non Sektor 793.000
Jawa Tengah Kabupaten Banyumas Non Sektor 795.000
Jawa Tengah Kabupaten Purbalingga Non Sektor 818.500
Jawa Tengah Kabupaten Purworejo Non Sektor 809.000
Jawa Tengah Kabupaten Rembang Non Sektor 816.000
Jawa Tengah Kabupaten Semarang Non Sektor 991.500
Jawa Tengah Kabupaten Sragen Non Sektor 810.000
Jawa Tengah Kabupaten Sukoharjo Non Sektor 843.000
Jawa Tengah Kabupaten Tegal Non Sektor 780.000
Jawa Tengah Kabupaten Temanggung Non Sektor 866.000
Jawa Tengah Kabupaten Wonogiri Non Sektor 775.000
Jawa Tengah Kabupaten Wonosobo Non Sektor 825.000
Jawa Tengah Kabupaten Batang Non Sektor 880.000
Jawa Tengah Kota Magelang Non Sektor 0
Jawa Tengah Kota Surakarta Non Sektor 864.450
Jawa Tengah Kota Salatiga Non Sektor 901.396
Jawa Tengah Kota Semarang Non Sektor 0
Jawa Tengah Kota Pekalongan Non Sektor 895.500
Jawa Tengah Kota Tegal Non Sektor 795.000
Jawa Tengah Kabupaten Blora Non Sektor 855.500
Jawa Tengah Kabupaten Boyolali Non Sektor 836.000
Jawa Tengah Kabupaten Brebes Non Sektor 775.000
Jawa Tengah Kabupaten Cilacap Non Sektor 852.000
Jawa Tengah Kabupaten Demak Non Sektor 893.000
Jawa Tengah Kabupaten Grobogan Non Sektor 785.000
Jawa Timur Kabupaten Bangkalan Non Sektor 885.000
Jawa Timur Kabupaten Banyuwangi Non Sektor 915.000
Jawa Timur Kabupaten Blitar Non Sektor 820.000
Jawa Timur Kabupaten Bojonegoro Non Sektor 930.000
Jawa Timur Kabupaten Bondowoso Non Sektor 800.000
Jawa Timur Kabupaten Gresik Non Sektor 1.257.000
Jawa Timur Kabupaten Gresik Perdagangan / Jasa 0
Jawa Timur Kabupaten Jember Non Sektor 920.000
Jawa Timur Kabupaten Jombang Non Sektor 978.200
Jawa Timur Kabupaten Kediri Non Sektor 999.000
Jawa Timur Kabupaten Lamongan Non Sektor 950.000
Jawa Timur Kabupaten Lumajang Non Sektor 825.391
Jawa Timur Kabupaten Madiun Non Sektor 775.000
Jawa Timur Kabupaten Magetan Non Sektor 750.000
Jawa Timur Kabupaten Malang Non Sektor 1.130.500
Jawa Timur Kabupaten Mojokerto Non Sektor 1.234.000
Jawa Timur Kabupaten Mojokerto Lain – Lain 0
Jawa Timur Kabupaten Nganjuk Non Sektor 785.000
Jawa Timur Kabupaten Ngawi Non Sektor 780.000
Jawa Timur Kabupaten Pacitan Non Sektor 750.000
Jawa Timur Kabupaten Pamekasan Non Sektor 975.000
Jawa Timur Kabupaten Pasuruan Non Sektor 1.252.000
Jawa Timur Kabupaten Ponorogo Non Sektor 745.000
Jawa Timur Kabupaten Probolinggo Non Sektor 888.500
Jawa Timur Kabupaten Sampang Non Sektor 800.000
Jawa Timur Kabupaten Sidoarjo Non Sektor 1.252.000
Jawa Timur Kabupaten Situbondo Non Sektor 802.500
Jawa Timur Kabupaten Sumenep Non Sektor 825.000
Jawa Timur Kabupaten Trenggalek Non Sektor 760.000
Jawa Timur Kabupaten Tuban Non Sektor 970.000
Jawa Timur Kabupaten Tulungagung Non Sektor 815.000
Jawa Timur Kota Batu Non Sektor 1.100.251
Jawa Timur Kota Blitar Non Sektor 815.000
Jawa Timur Kota Kediri Non Sektor 1.037.500
Jawa Timur Kota Madiun Non Sektor 812.500
Jawa Timur Kota Malang Non Sektor 1.132.254
Jawa Timur Kota Mojokerto Non Sektor 875.000
Jawa Timur Kota Pasuruan Non Sektor 975.000
Jawa Timur Kota Probolinggo Non Sektor 0
Jawa Timur Kota Surabaya Non Sektor 1.257.000
Kalimantan Barat Non Kabupaten Non Sektor 0
Kalimantan Selatan Non Kabupaten Non Sektor 0
Kalimantan Selatan Non Kabupaten Pertambangan 0
Kalimantan Selatan Non Kabupaten Makanan / Minuman 0
Kalimantan Selatan Non Kabupaten Keuangan / Asuransi 0
Kalimantan Selatan Non Kabupaten Perdagangan / Jasa 0
Kalimantan Tengah Non Kabupaten Non Sektor 0
Kalimantan Tengah Non Kabupaten Pertambangan 0
Kalimantan Timur Non Kabupaten Non Sektor 0
Kepulauan Riau Non Kabupaten Non Sektor 0
Kepulauan Riau Kota Batam Non Sektor 1.402.000
Lampung Non Kabupaten Non Sektor 0
Lampung Kabupaten Lampung Tengah Non Sektor 0
Lampung Kabupaten Way Kanan Non Sektor 0
Lampung Kabupaten Tulang Bawang Non Sektor 0
Lampung Kota Bandar Lampung Non Sektor 0
Lampung Kota Bandar Lampung Makanan / Minuman 0
Maluku Non Kabupaten Non Sektor 0
Maluku Non Kabupaten Pertambangan 0
Maluku Non Kabupaten Makanan / Minuman 0
Maluku Non Kabupaten Perminyakan 0
Maluku Non Kabupaten Perdagangan / Jasa 0
Maluku Kabupaten Buru Perdagangan / Jasa 0
Maluku Utara Non Kabupaten Non Sektor 0
Nangroe Aceh Darussalam Non Kabupaten Non Sektor 0
Nangroe Aceh Darussalam Non Kabupaten Lain – Lain 0
Nangroe Aceh Darussalam Kota Banda Aceh Otomotif 0
Nusa Tenggara Barat Non Kabupaten Non Sektor 0
Nusa Tenggara Timur Non Kabupaten Non Sektor 0
Papua Non Kabupaten Non Sektor 0
Papua Non Kabupaten Pertambangan 0
Papua Non Kabupaten Perminyakan 0
Papua Non Kabupaten Properti / Real Estat 0
Riau Non Kabupaten Non Sektor 1.238.000
Riau Kabupaten Bengkalis Non Sektor 1.270.000
Riau Kabupaten Indragiri Hilir Non Sektor 0
Riau Kabupaten Indragiri Hulu Non Sektor 1.389.000
Riau Kabupaten Kampar Non Sektor 1.345.000
Riau Kabupaten Kuantan Singingi Non Sektor 1.270.000
Riau Kabupaten Pelalawan Non Sektor 1.250.000
Riau Kabupaten Rokan Hulu Non Sektor 1.265.000
Riau Kabupaten Rokan Hilir Non Sektor 1.287.000
Riau Kabupaten Siak Non Sektor 1.310.000
Riau Kota Dumai Non Sektor 1.287.000
Riau Kota Pekanbaru Non Sektor 1.260.000
Sulawesi Barat Non Kabupaten Non Sektor 0
Sulawesi Selatan Non Kabupaten Non Sektor 0
Sulawesi Tengah Non Kabupaten Non Sektor 0
Sulawesi Tengah Kota Palu Non Sektor 0
Sulawesi Tenggara Non Kabupaten Non Sektor 0
Sulawesi Tenggara Non Kabupaten Pertambangan 0
Sulawesi Tenggara Kota Kendari Non Sektor 0
Sulawesi Tenggara Kota Kendari Lain – Lain 0
Sulawesi Utara Non Kabupaten Non Sektor 0
Sumatera Barat Non Kabupaten Non Sektor 1.150.000
Sumatera Selatan Non Kabupaten Non Sektor 1.195.220
Sumatera Selatan Non Kabupaten Pertambangan 0
Sumatera Selatan Non Kabupaten Lain – Lain 0
Sumatera Selatan Non Kabupaten IT / Telekomunikasi 0
Sumatera Selatan Non Kabupaten Keuangan / Asuransi 0
Sumatera Selatan Non Kabupaten Perdagangan / Jasa 0
Sumatera Selatan Non Kabupaten Properti / Real Estat 0
Sumatera Utara Non Kabupaten Non Sektor 1.200.000
Sumatera Utara Kota Binjai Non Sektor 0
Sumatera Utara Kota Medan Non Sektor 0
Sumatera Utara Kota Medan Makanan / Minuman 0

Sumber : hrcentro.com

GD Star Rating
loading...

Sep 08

ARTIKEL BERSAMBUNG SALESMAN KAYA RAYA : ” TRIK MENGELOLA KOMISI UNTUK INVESTASI” (BAG-6)

Mencicil investasi kita dari komisi sangat bisa dilakukan. Ini adalah ide yang briliant. Kalau salesman umumnya menyisihkan gaji mereka untuk mencicil, anda tak perlu menggunakan gaji untuk mencicil ……….

– Frans M. Royan –

TRIK SALESMAN KAYA RAYA MENGELOLA KOMISI UNTUK INVESTASI

TRIK SALESMAN KAYA RAYA MENGELOLA KOMISI UNTUK INVESTASI

Para penjual jika ingin kaya tentunya dituntut agar dapat memberdayakan uang yang dimilikinya agar bisa berkembang. Salesman yang kaya memahami hal ini lebih baik dibanding salesman yang miskin. Sumber keuangan yang mana yang bisa diberdayakan untuk dijadikan investasi. Jika sebelumnya sisa biaya operasional bisa diberdayakan untuk ditabung dan kemudian digunakan untuk mencicil barang investasi, maka sekarang ini komisi yang didapat oleh salesman bisa diberdayakan untuk investasi.

Salesman yang kaya tentunya pandai mengelola komisinya untuk investasi. Hanya investasi mana saja yang dipilihnya tergantung pada individu masing-masing. Intinya komisi yang didapat oleh salesman akan berkembang menjadi lebih banyak dari yang diterimanya di awal. Joel G. Siegel & Joe K. Shim pakar keuangan dalam seri Barron menjelaskan bahwa uang yang anda terima hari ini besuk akan berkembang dan nilainya bertambah, namun ia menjelaskan suatu syarat, bahwa nilai uang itu bisa bertambah jika ditabung dan diinvestasikan. Salesman yang kaya memahami hal ini dengan baik dan berbeda dengan salesman miskin yang membayangkan apa saja yang akan dibelinya setelah komisi itu diterimanya.

Kalau sebelumnya kita diajak untuk memahami beberapa tindakan salesman sehingga menjadi kaya seperti :  memutus pelanggan lama dan mencari pelanggan baru, cara mendapatkan penghasilan lebih banyak dengan mencapai target, memberdayakan pelanggan sebagai sumber keuangan, serta bagaimana memanfaatkan sisa biaya operasional. Maka pada bagian ini kita diajak untuk mengetahui dan belajar lebih banyak, bagaimana salesman kaya itu memberdayakan uangnya. Melalui investasi apa saja mereka akan menanamkan uangnya. Simaklah uraian di bawah ini.

Apa komisi itu?

            Apa yang dimaksud dengan komisi itu? Komisi untuk beberapa perusahaan, seperti di Gramedia direct selling, komisi adalah selisih harga penjualan dengan harga distributor. Selisih inilah yang disebut dengan komisi yang akan diberikan pada penjual. Sedangkan perusahaan consumer good mengartikan lain, komisi berarti prosentase dari target penjualan masuk. Di Gramedia direct selling komisi dibagikan langsung setelah terjadi transaksi penjualan. Sedangkan di perusahaan consumer good komisi dibagikan tanggal  10 atau tanggal 15 bulan berikutnya.

Komisi untuk produk direct selling bisa 10%-20%. Sedangkan di perusahaan consumer good komisi hanya berkisar 0,5% – 3% dan ini tergantung produknya. Bagi produk yang  harganya mahal dan volume penjualan salesman bisa milyaran, komisi bisa jadi hanya 0,5% saja dari penjualan. Sedangkan untuk produk yang harganya murah dan volume penjualannya tidak sampai ratusan juta, komisinya bisa sampai 3 %-an. Ini semua disetting oleh perusahaan. Salesman akan mendapatkan komisi itu hanya jika bisa masuk target dan kalau tidak masuk target, hanya mendapatkan gaji saja. Kalau di direct selling tidak ada penjualan berarti tidak ada komisi.

Komisi yang dikumpulkan dari bulan ke bulan akan menumpuk-numpuk. Ada seorang salesman yang tidak mau mengambil komisinya hingga bertahun-tahun, dan setelah diambil jumlahnya cukup banyak. Namun sebenarnya ia rugi, sebab kalau mau mengambilnya setiap bulan dan memasukan pada tabungan secara langsung dan tidak mengganggu tabungan itu maka uangnya tidak hanya menumpuk, ia juga mendapatkan bunga dari bank. Selain memasukan ke dalam tabungan sebenarnya ada cara lain yaitu dengan menginvestasikan uang itu jika sudah cukup memadai.

Investasi

Apa yang dimaksud dengan investasi? Setiap orang tentunya memiliki definisi sendiri-sendiri. Namun secara sederhana investasi itu bisa diartikan sebagai suatu tindakan untuk menambah nilai kekayaan yang kita miliki. Misalnya dari hasil kerja kita, seperti komisi yang didapatkan dibuat mengangsur cicilan uang muka rumah. Maka tindakan untuk mencicil uang muka rumah ini merupakan tindakan berinvestasi, sebab rumah yang dibeli meskipun dengan cara mencicil uang mukanya, dan anda juga dikenai kewajiban mencicil setiap bulannya, tetapi rumah yang dibeli termasuk benda investasi yang dimasa mendatang memiliki harga lebih besar dibanding ketika membelinya.

Sedangkan tujuan investasi adalah jelas selain untuk menggelembungkan harta anda adalah untuk memanfaatkan penghasilan yang diperoleh agar menjadi lebih berguna. Bisa dibayangkan jika setelah mendapatkan komisi, anda segera membelanjakan uang itu tanpa tersisa. Maka ketika anda sudah tidak mendapatkan penghasilan lagi, anda tidak memiliki harta yang bisa menunjang kehidupan anda di masa mendatang. Masih mending jika anda mereka-reka, bahwa apa yang anda beli sekarang ini di masa mendatang jika dijual nilainya sudah tinggi dan anda bisa menggunakan uang hasil penjualan harta anda untuk kehidupan selanjutnya.

Ada suatu kisah tentang seorang petani yang nyentrik. Kalau seorang petani yang normal selalu mencari sawah yang subur, ada air dan ada bibit yang bisa ditanam. Kalaupun ada tanah tetapi tidak ada air, maka sulit menggarap sawah. Jadi pilihan petani kebanyakan adalah memilih tanah subur, dan harus ada sumber air di lokasi itu. Tetapi berbeda dengan petani nyentrik itu, ia tidak mau membeli sawah yang tanahnya subur, tetapi hanya mau membeli tanah yang tandus. Tidak ada tanaman apapun yang bisa hidup di atas tanah itu kecuali ilalang. Ia tetap saja nekat membeli tanah itu, meskipun banyak tetangga yang sudah mengingatkan, anak dan istri juga mengingatkan tapi ia tetap maju terus.

Menurut ia katanya “bertani tidak perlu di tanah subur. Di tanah tanduspun bisa!” kata-kata ini malah membuat orang-orang sekitarnya menganggap dirinya sebagai orang gila.  Kegilaannya semakin berlanjut, sebab ia kemudian juga membeli bukit yang tidak jauh dari rumahnya dengan cara menjual sawah-sawah produktifnya. Kekayaannya ludes hanya untuk membeli tanah tandus itu. Sementara itu biaya hidup sehari-hari ia biayai dengan cara menyewakan sapi pada petani yang telah membeli sawahnya yang produktif. Sawah produktif dibanding tanah yang dibelinya adalah 1: 1000. Ia telah menjual sebidang tanah sebesar 1 hektar untuk mendapatkan tanah sebesar 1000 hektar. Semua orang menganggap gila karena ia tidak bisa bekerja dengan membajak tanah yang berbatu itu. Kalau mau nekat mencangkul tanah itu, cangkulnya pastilah rusak.

Setiap sore para tetangga mulai melihat petani nyentrik itu termangu-mangu di depan beranda rumahnya sambil tertawa-tawa. Keluarganya, mulai istrinya dan anak-anaknya menjadi sedih sejak kejadian penjualan harta produktif itu. Namun orang yang disayangi itu malah tidak pernah mendengar apa yang dikatakan anak dan istrinya. Dan sekarang…ia sudah gila karena setiap pagi tersenyum-senyum sendiri di beranda rumah. Sore hari juga begitu. Dan orang akhirnya menyebutnya sebagai orang gila!

Suatu ketika ia menghilang dari rumahnya. Orang sekeluarga bingung, tetangga bingung, bapak RT, RW dan bapak kepala desa juga bingung. Mereka semua mencarinya. Setelah malam gelap ketika ia belum juga pulang, orang seluruh kampung mulai keluar rumah untuk mencarinya. Ada yang membawa kentongan, ada yang membawa panci, kaleng, pokoknya semua benda yang kalau dipukul menimbulkan suara. Kata orang pintar di kampung itu petani itu sedang dibawah oleh orang halus semacam “gendruwo”, “wewe gombel” atau mahkluk sejenis itu. Maka malam itu ramailah orang sekampung merondah mencari petani itu, namun sampai pagi hari orang yang dicarinya tidak ditemukan!

Lalu apa yang terjadi? Sore hari tiba-tiba ada mobil mewah muncul dan diparkir pas di depan rumah petani itu. Warga kampung semakin heran dan bertanya-tanya, ada apa gerangan di rumah itu. Banyak orang menyangka pastilah petani itu korban penculikan dan ditemukan oleh pembawa mobil mewah itu. Atau …semua tidak ada yang bisa menebak dan kalaupun bisa menebak, tebakan mereka meleset. Orang di dalam mobilpun tidak bisa dilihat karena kacanya gelap. Tapi ketika muncul seorang lelaki menggunakan kopiah hitam, baju batik dan kaca mata lebar, maka semua orang berhamburan dan berteriak ” bapak petani…bapak petani!”

Singkat cerita, ternyata bapak petani ini baru saja pulang dari kota. Ia sengaja tidak berpamitan dengan keluarganya karena tidak mau berdebat lagi seperti waktu membeli tanah tandus. Ia pergi begitu saja. Serta anda tahu ia pergi kemana? Ternyata ia pergi ke Investor yang mencari tanah tandus yang mengandung kapur dan berbatuan. Investor itu akan menggunakan lokasi itu sebagai tambang kapur dan batu koral. Setelah beberapa waktu dan investor mengoperasikan usahanya, petani nyentrik itu kemudian diberikan penghargaan oleh warga desa, berkat jasanya warga desa yang menganggur bisa mendapatkan pekerjaan dari kegiatan penambangan dan pengolahan batu koral. Tanah yang tadinya tidak terurus di tangan investor memiliki manfaat yang besar. Batu koral dan kapur dikirim ke kota digunakan untuk membangun rumah. Bukit-bukit tanah kapur yang dikepras bisa digunakan sebagai perumahan, kegiatan wisata, dan berbagai kegiatan yang menguntungkan desa.

Petani nyentrik kemudian membeli sawah lagi. Kini sawahnya ukurannya tidak hanya 1 hektar, tetapi sudah puluhan hektar. Ia bercerita jika ketika pagi dan sore tersenyum dan tertawa-tawa sendiri adalah saat-saat membayangkan seberapa besar nilai investasinya jika nanti dijual kepada yang membutuhkan. Ketika orang tidak berpikir masa depan, petani ini sedang berpikir masa depan. Jika saja ia tidak berani menjual tanah produktifnya tentunya, ia juga tidak akan memiliki tanah puluhan hektar seperti sekarang ini. Tindakan petani nyentrik ini adalah tindakan menambah nilai dari harta yang dimilikinya.

Tindakan menambah nilai dari harta yang dimiliki ini juga nampak pada salesman yang kaya. Ia bekerja tidak hanya untuk bekerja saja. Tetapi ia menginvestasikan uang yang dimilikinya. Namun dalam berinvestasi jangan melihat apa yang baik saja, tetapi lihatlah yang buruk. Yang baik adalah nilai investasi yang terus bertambah. Sedangkan yang buruk adalah resiko investasi. Kalau petani itu hanya melihat yang indah-indah saja, dan tersenyum-senyum seperti orang gila. Maka orang sekelilingnya melihat resiko yang harus dihadapi oleh petani. Yaitu tanah yang tidak ada gunanya karena tidak bisa dibajak dan ditanami. Itulah lika-liku investasi! Harus mengetahui pula resikonya disamping peluang pertambahan nilai di masa mendatang.

Pilih investasi yang tepat

Karenanya pilihlah investasi yang tepat dan anda piawai dalam mengerjakannya. Jika petani ahli dalam pertanahan dan persawahan maka ia akan melihat bahwa tanah yang dibelinya akan menguntungkan. Sebaliknya jika ia membeli saham tanpa pendampingan maka dalam sekejap uangnya akan habis. Apalagi jika bermain valas jika tidak tahu trik dan guncangan-guncangan isue, maka ia memiliki resiko yang cukup besar terhadap uang yang ditanamkan pada investasi itu. Memilih investasi adalah memilih urat nadi kita, sama seperti ketika dokter menyuntikan obat ke lengan kita. Yang dicarinya adalah aliran darah agar obat itu mengalir ke seluruh tubuh dan menyembuhkan tubuh yang sakit, bukan malah membuatnya sakit. Investasi sama seperti dokter yang memilih urat nadi itu, harus cermat dan pas!

Di bawah ini adalah berbagai hal mengenai investasi yang bisa dipilih oleh para penjual untuk menggelembungkan assetnya agar menjadi kaya raya.

  • Rumah – adalah benda investasi yang paling umum dilakukan oleh orang. Untuk membelinya bisa dicicil sedemikian rupa. Sekarang ini membeli rumah tidak seperti sebelumnya, harus membayar uang muka minimal 20% dari harga rumah dengan uang tunai. Jadi kalau tidak memiliki uang muka maka tidak bisa membeli rumah. Sedangkan sekarang ini uang muka bisa dicicil sampai 6 kali bahkan sampai 10 kali. Kalau penjual memiliki komisi yang cukup untuk mencicil uang muka, maka membeli rumah bisa segera dilakukan. Ingat membeli rumah tidak bisa ditunda karena harga rumah akan naik setiap tahunnya, sementara itu uang yang dimiliki oleh penjual kebanyakan tidak cukup jika ingin membeli secara tunai. Investasi dengan membeli rumah yang paling tepat adalah meminta bantuan bank. Salesman tinggal membayar cicilan perbulannya yang jumlahnya harus 30% dari penghasilan total. Kalau ada komisi, gaji, bonus atau kelebihan biaya operasional diasumsikan salesman bisa mencicil. Serta untuk melihat kemampuan cicil harus disesuaikan dengan harga rumah. Untuk melihat rumah memiliki propek baik di masa mendatang yang harus dilihat adalah lokasinya. Apakah terletak di kawasan yang akan dibangun berbagai sarana seperti sekolah, rumah ibadah, pusat perbelanjaan serta lainnya. Kelebihan investasi rumah adalah nilai jual semakin lama semakin tinggi, dan rumah bisa disewakan. Kelemahannya rumah bukanlah benda yang likuid artinya merupakan benda yang tidak mudah dijual.
  • Tanah – hampir sama seperti rumah merupakan benda investasi yang sangat menguntungkan karena harganya terus naik dari tahun ke tahun. Sayangnya tanah ini juga sama dengan rumah bukanlah benda yang likuid, artinya benda yang tidak mudah dijual. Selain itu bank kurang menyukai tanah sebagai jaminan. Berinvestasi tanah sangat menguntungkan, apalagi jika membeli ketika tanah itu masih berupa hutan, sawah, tambak atau tanah rawa karena harganya masih murah. Tapi awas anda harus berhati-hati jika membeli tanah sebab banyak mafia tanah yang akan menipu anda. Belilah tanah yang sudah bersertifikat, walau begitu surat petok D juga masih bisa dibeli asal tahu asal usul pemilik tanah itu. Pilihlah tanah yang sudah dibeli pengembang, dan lihatlah tanah yang mau dibeli itu di master plan kota supaya anda juga tahu kalau tanah itu ke depannya tidak terkena potong jalan atau fasilitas umum lainnya. Investasi tanah bisa dilakukan dengan cara mencicilnya, sebab masih banyak tuan tanah yang menjual tanahnya dengan cara mencicil seperti ini. Komisi anda bisa dialokasikan untuk investasi tanah ini.
  • Kios pasar – juga termasuk benda investasi. Kios pasar memiliki manfaat selain dapat dikontrakan  juga bisa digunakan oleh istri untuk berwirausaha. Banyak pasar atau Mall baru yang menjual kiosnya. Nah, inilah cara anda untuk menginvestasikan uang anda agar nilai uang anda yang sekarang bisa berkembang di masa mendatang. Kios memiliki kelebihan yaitu dikontrakan atau digunakan sendiri. Hanya kelemahannya jika letaknya di Mall, anda akan keluar biaya service carge jika kios itu tidak digunakan. Kalau disewakan akan menjadi tanggungan penyewa tetapi kalau tidak disewakan akan menjadi tanggungan pemilik.
  • Ruko – ruko sama seperti rumah akan memiliki nilai jual yang luar biasa di masa mendatang. Apalagi jika ruko itu berada di lokasi yang banyak pengunjungnya, sehingga ruko itu menjadi produktif jika disewakan atau digunakan sendiri. Ruko penggunaannya selain untuk toko juga bisa digunakan sebagai kantor, sebagai rumah tinggal atau untuk sekolah. Atau untuk apa saja yang cocok dengan ruko itu. Banyak sekali manfaatnya bila dibanding rumah. Hanya harga ruko rata-rata sudah sangat mahal. Jika anda menginginkan investasi ruko, mungkin solusinya jika belum ada uang muka adalah dengan menjual rumah investasi anda dan digunakan untuk uang muka kemudian setiap bulannya anda mencicil angsurannya. Ruko sama seperti rumah bisa memiliki sertifikat hak milik atau sertifikat hak guna bangunan.
  • Emas – Investasi emas juga menguntungkan. Anda membelinya tidak harus berkejar-kejaran seperti membeli rumah, ruko atau tanah. Anda bisa sisihkan uang komisi anda setiap kali mendapatkannya untuk membeli emas. Emas yang anda beli bisa dalam bentuk perhiasan, emas lantakan atau emas koin. Jika emas perhiasan kalau menjualnya lagi anda dikenai ongkos bikin. Sedangkan emas lantakan akan dijual sesuai dengan harga pasar. Emas lantakan akan memiliki stempel khusus. Emas koin adalah emas koleksi, nilai jualnya mengikuti harga sesuai animo pasar. Harga emas koin seringkali tidak sama dengan nilai nominalnya, bisa-bisa ratusan persen selisihnya. Anda tinggal pilih emas yang bagaimana yang akan digunakan sebagai barang investasi. Dimana anda membeli emas? Untuk membeli emas koin anda bisa menghubungi berbagai lembaga yang menjual emas koin. Di Hong Kong ada penjual emas koin yang bernama Quesnet yang dahulunya bernama Gold quest. Sedangkan untuk membeli emas perhiasan dan lantakan anda bisa membelinya di toko emas. Keunggulan investasi emas adalah anda bisa membelinya sedikit demi sedikit. Seorang rekan melakukan hal ini, karena ia hobbinya memburu batu mulia, ia seringkali mengikat batu-batu koleksinya dengan emas. Ia mendapatkan keuntungan luar biasa ketika emas itu dijual, ketika harga emas mahal-mahalnya di tahun 1998. Selain itu emas termasuk benda investasi yang likuid artinya mudah dijual.
  • Surat berharga – membeli surat berharga oke-oke saja tapi anda harus pintar-pintar memilih. Baik memilih surat berharga itu sendiri, juga harus pandai memilih penasihat investasi. Nah, kalau hal ini tidak anda lakukan maka resiko untuk bangkrut sudah di depan mata. Surat berharga ini antara lain :  obligasi, reksadana dan saham.
  • Benda koleksi – adalah benda-benda yang dibeli karena hobbi. Dari hobbi ini tidak menutup kemungkinan pemiliknya mendapatkan nilai yang lebih besar ketika pertama kali membeli benda hobbi itu. Oleh sebab itu investasi bisa dilakukan pula dengan cara mengkoleksi benda-benda langkah yang nilai jualnya bakalan naik. Koleksi apa saja yang biasanya dilakukan orang? Benda-benda gerabah semacam guci, koin emas, uang kuno, perangko, mobil antik, pernak-pernik antik serta lainnya. Benda-benda koleksi ini nilainya semakin besar tergantung dari animo pembelinya. Seperti uang kuno di zaman Belanda, ketika itu yang bisa memiliki hanyalah para petinggi pemerintah, beberapa di antaranya seperti lurah, bupati, camat serta lainnya. Kini kalau dijual uang kuno itu harganya diperkirakan bisa lima jutaan meskipun nilai dari uang itu tertera hanya 5 ribu rupiah.
  1. Obligasi adalah surat hutang yang dikeluarkan oleh pemerintah atau lembaga tertentu, dimana surat hutang itu diterbitkan dan nantinya masyarakat akan membelinya. Obligasi memiliki jatuh tempo, bunga yang diberikan di atas bunga pasar, dan obligasi bisa dijual belikan tetapi melalui bursa effek. Kemana membeli obligasi? Di bank-bank biasanya menjual obligasi.
  2. Reksadana adalah sebuah investasi dimana uang anda akan dikelola oleh sebuah lembaga dalam bentuk perusahaan manajemen investasi. Anda jika membeli reksadana akan didampingi oleh manajer investasi. Harga reksadana bisa pecahan 100 ribuan sampai 200 ribuan. Berbeda dengan obligasi kalau mau membelinya harus siap dengan dana minimal 1 milliar.
  3. Saham adalah surat berharga yang mana kalau kita membelinya kita telah memiliki sebagian dari perusahaan itu. Kita akan mendapatkan laba jika perusahaan untung, sedangkan kalau terjadi resiko kita juga akan mengalami resiko itu. Untuk membeli saham anda harus dipandu oleh pialang saham. Nekad bermain saham sendiri uang anda dipastikan akan habis oleh permainan saham ini. Oleh karena itu saham ada tiga macam ada yang lapis pertama artinya fundamentalnya kuat dan harganya cukup stabil. Lapis kedua adalah saham yang fundamental keuangannya tidak sebaik fundamental saham lapis pertama dan pergerakannya lebih rentan. Saham lapis ketiga adalah saham yang keuangan perusahaan biasa-biasa saja, bahkan cenderung jelek, dan pergerakan harganya juga sangat rentan dan seringkali mengagetkan. Kalau membeli saham, anda akan memperoleh deviden atau keuntungan dari harga jual dan beli.
  • Investasi pendidikan – lho apa bisa dijadikan investasi pendidikan itu? Di dalam literatur keuangan, pendidikan tidak dicatat dengan jelas sebagai investasi. Tetapi penulis masukan sebagai investasi karena personal penjual selalu berhubungan dengan pendidikan.  Jika menginginkan mendapatkan penghasilan yang cukup tinggi dengan cara meningkatkan karier, maka pendidikan adalah bekal bagi para penjual untuk meningkatkan karier. Dengan banyaknya pengetahuan penjual, maka penjual dapat diberikan tanggung jawab yang lebih besar. Untuk menjadi seorang manajer bukan hanya pengetahuan menjual saja yang dibutuhkan, mereka juga membutuhkan pengetahuan keuangan, pemasaran, perpajakan, komputer, kemampuan analisa, leadership serta lainnya. Jika penjual tidak memiliki bekal apa-apa sangatlah sulit untuk melaksanakan job description yang diberikan. Investasi pendidikan adalah salah satu sarana untuk mendapatkan kekayaan yang lebih banyak.

Memilih investasi yang tepat adalah salah satu langkah agar penjual tidak kesulitan dalam keuangan. Investasi ini tidak hanya sisi baik saja yang harus dilihat tetapi sisi buruknya juga harus dilihat. Sisi baiknya yaitu capital gain yang didapat, sisi buruknya yaitu resikonya. Jika sebelumnya membeli saham sebesar 1000 rupiah dan harga saham itu terus turun maka seorang investor akan mengalami kerugian jika tiba-tiba harus dijual di angka 600 rupiah.

Jadi pilihlah investasi yang tentunya memiliki resiko kecil. Kalau masih belum sanggup menyediakan dana untuk investasi yang bernilai besar, maka berinvestasi dengan nilai kecil adalah langkah awal yang menakjubkan. Para salesman kaya selalu memulai investasinya dengan nilai yang kecil. Serta pilihlah bentuk investasi yang menurut anda mudah dikerjakan dan aman.

Ide investasi dari komisi

Gunakan prinsip bisa dicicil. Kalau anda menemukan investasi yang bisa dicicil pembayarannya sebaiknya belilah investasi itu. Contoh investasi yang bisa dicicil adalah investasi rumah, tanah, ruko. Atau membeli emas dengan cara mengumpulkan satu demi satu emas itu. Kembali melanjutkan kisah seorang rekan yang memiliki kegemaran membeli batu. Mula-mula ia hanya membeli batu antik yang diperoleh dari berbagai kota ketika ia keliling sebagai salesman perusahaan. Setelah itu batu itu diikat dengan emas dengan cara memesannya di toko emas, setelah terkumpul banyak, ia kemudian menjual koleksi itu. Nah, ketika ia menjual harga emas mencapai puncaknya, yaitu ketika krisis ekonomi di tahun 1998.

Mencicil investasi kita dari komisi sangat bisa dilakukan. Ini adalah ide yang briliant. Kalau orang umumnya menyisihkan gaji mereka untuk mencicil, anda tak perlu menggunakan gaji untuk mencicil, tetapi menggunakan komisi sudah cukup. Oleh sebab itu seorang salesman yang kaya umumnya memiliki karakter sebagai seorang achiever, ia tidak berhenti untuk terus mencapai target yang sudah dipatok oleh perusahaan.

Gunakanlah patokan 30% dari penghasilan untuk cicilan investasi anda. Penghasilan anda termasuk penghasilan total baik dari gaji, komisi, dan sisa biaya operasional. Jika anda memiliki sumber penghasilan lain, maka penghasilan ini bisa anda masukan sebagai patokan. Misalnya toko milik istri anda yang sudah anda rintis atas bantuan customer perbulan rata-rata bisa memberikan income sebesar 2 jutaan misalnya, maka penghasilan istri anda bisa anda tambahkan pada penghasilan anda. Mencicil barang investasi dari komisi tidaklah mustahil tidak bisa dilakukan selama anda bisa menerapkan strateginya. Yaitu belilah barang investasi jangan barang konsumsi. Barang konsumsi seperti barang elektronik, mebel, buku, serta barang lain yang tidak bisa diberdayakan untuk menghasilkan uang. Jikalau barang konsumsi bisa diberdayakan untuk mendapatkan uang, maka anda juga harus bisa menghitung ROI (return on investement) dari barang yang ada beli, misalnya play station yang akan disewakan. Tetapi kalau membeli barang konsumtif tidak diberdayakan, maka anda akan mengalami kerugian.

 

GD Star Rating
loading...
× Selamat datang di Groedu klinik Konsultasi