Previous Next

Jun 25

BUKU BEST SELLER “DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT”

DISTRIBUTORSHIP MANAGEMENT

Buku ini tercipta karena rasa prihatin penulis terhadap banyaknya distributor yang belum pernah berbenah dalam manajemennya, padahal tuntutan principal semakin tinggi dari waktu ke waktu.

Tak semua produsen bisa menyalurkan produknya ke seluruh wilayah Nusantara. Masalah yang kerap dijumpai mereka adalah investasi dalam membangun infrastruktur—seperti kantor, sumber daya manusia dan armada pengiriman, risiko pengiriman (terjadinya huru-hara, jalan rusak, kehilangan), kemampuan dan penguasaan SDM terhadap para pelanggan lokal yang menyebabkan produsen memilih menggunakan distributor sebagai perpanjangan tangannya.

Belum lagi kendala wilayah geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, di mana ada 33 provinsi yang tersebar di 3.100 kepulauan berpenghuni, sepanjang 5.100 km dari barat ke timur dan selebar 1.900 km dari utara ke selatan, serta terpencar di 432 kota. Tantangan seperti ini kemungkinan tidak sanggup ditangani sendiri oleh principal. Mereka membutuhkan mitra kerja sama, yang antara lain adalah distributor lokal.

Kondisi Indonesia yang berpulau-pulau ini menyulitkan distribusi produk jika pekerjaan tersebut ditangani sendiri oleh principal. Tak mungkin principal bisa membuka cabangnya di seluruh Indonesia untuk melayani begitu banyak pelanggan tanpa bantuan distributor. Kalaupun bisa dilakukan, proses distribusi pastilah akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Belum lagi kerepotan untuk mengelola kantor cabang, SDM, beserta armada pengirimannya. Selain itu, biaya investasi yang harus dikeluarkan untuk mempersiapkan dan menjalankan infrastruktur itu tentunya juga besar.

Distributor akhirnya menjadi tangan pertama yang menyalurkan produk sampai ke konsumen akhir. Distributor berperan dalam melakukan order ke retailer, mencetak faktur, lalu mengirim produknya. Distributor kini bahkan harus terlibat juga dalam proses menjual. Proses menjual yang jika dilakukan dengan baik oleh distributor inilah yang ikut menentukan juga apakah distributor itu bisa sukses atau tidak. Oleh karena itu, distributor haruslah menjadi manajemen yang bagus.

Mengapa kita harus menggunakan distributor lokal? Beberapa keuntungan yang bisa diperoleh adalah:

  1. Distributor lokal lebih menguasai medan atau wilayah secara detail.
  2. Distributor sudah memiliki sumber daya manusia yang siap pakai.
  3. Distributor sudah memiliki kapital yang siap untuk pengembangan lebih lanjut.
  4. Distributor sudah memiliki jaringan pelanggan yang mungkin bisa sangat berguna bagi Anda.
  5. Distributor bisa lebih dipercaya dan mereka bersedia menanggung risiko atas apa yang dilakukan dalam bisnisnya.

Namun, banyak kendala yang mungkin ditemui dalam memilih distributor, karena kebanyakan distributor yang ada berangkat dari pedagang (trader). Distributor dari pedagang yang ada ini belumlah cukup untuk disebut sebagai distributor profesional. Distributor profesional menurut para principal adalah mereka yang lengkap memiliki manajer, sales supervisor, tenaga penjual yang cukup, sistem komputer untuk menangani transaksi, memiliki jadwal kunjungan dan pengiriman, memiliki database pelanggan, serta memiliki hubungan dan kerja sama yang luas dengan banyak principal.

Tahap berikutnya adalah memperbaiki manajemen persediaan tradisional menjadi online. Jika sebelumnya distributor membuat suatu perencanaan dalam proses pembelian produk ke principal, kini hal tersebut bisa dilakukan secara online. Tak perlu lagi berbelit-belit lagi, karena principal sudah bisa melakukan estimasinya. Produk akan langsung dikirimkan ke distributor setelah melihat laporan secaraonline mengenai persediaan. Distributor akhirnya akan lebih mudah dalam mengontrol stok.

Mengingat pentingnya pengelolaan manajemen distributor dengan baik, distributor hendaknya menggunakan SOP sebagai landasan operasionalnya. Sedangkan dalam pelaksanaan SOP, tujuan yang ingin dicapai dalam aktivitas suatu pekerjaan adalah efektif dan efisien. Artinya, apabila para staf distributor sudah selesai melakukan pekerjaan dengan baik, maka hasil yang didapat juga akan baik. Uraian yang juga dibahas dalam buku ini adalah urutan principal untuk mencari mitra distributornya, serta bagaimana cara supaya bisa saling membantu dan bekerja sama.

Pada buku ini akan dijelaskan berbagai hal mengenai pengelolaan distributor dengan detail, mulai dari kerja sama principal dengan accounting, administrasi dan manajemen tenaga penjual distributor, sampai pada pengelolaan gudang, pengiriman, SOP, dan MoU distributor.

Jika tenaga penjual sudah pintar, distributor harus lebih pintar. Jangan sampai penjualan salesmanmelebihi target, tetapi akhirnya membuat bangkrut distributor. Kesuksesan pemasaran suatu produk selain terletak pada banyaknya produk yang dibuat produsen, sebenarnya juga berada di pundak distributor. Buku ini bagus digunakan bagi para pemilik usaha distribusi, pemilik toko (yang nantinya akan menjadi distributor), investor, sampai para pemasar. (Ivan Mulyadi/Majalah MARKETING)

GD Star Rating
loading...

Jun 25

EASY MARKETING

EASY MARKETING

Easy Marketing adalah buku yang didesain untuk para UKM dalam memasarkan produk-produk yang dihasilkan. Oleh sebab itu buku ini sangat cocok untuk para entrepreneur muda  karena berisi : memilih produk, memilih mitra distributor, memilih channel pemasaran yang handal, mengelola piutang dagang, serta lainnya.

Easy marketing termasuk buku ringan yang tidak ditulis oleh penulis lain. Penulis buku ini sangat cermat, dengan pengalamannya selama 25 tahun di berbagai perusahaan  dan industri dan kini sebagai konsultan bisnis, maka buku ini bisa menjadi pegangan para entrepreneur muda maupun yang senior. Untuk lebih mantapnya sebaiknya kita simak buku ini.

Untuk menghubungi penulis bisa kontak langsung ke Groedu International konsultan – Surabaya. Nomer telphon 031-33311179. Email: groedu@gmail.com.

GD Star Rating
loading...

Jun 25

MENJADI PENJUAL PROFESIONAL ALA SUN TZU

SUN TZU OF THE WAR

MENJADI PENJUAL PROFESIONAL ALA SUN TZU

Pada persaingan bisnis yang semakin kompetitif menjual produk dirasa semakin sulit. Permasalahannya bukannya para penjual tidak bisa melakukan dengan baik. Tetapi persoalan yang paling mendasar adalah para penjual lupa pada akar konsep penjualan itu sendiri. Para penjual karena kepentingan memburu taget maka ia menghalalkan segala cara tanpa mengindahkan kepuasan pelanggan dan konsep re-order. Pada saat penulis membaca buku strategi perang Sun Tzu tiba-tiba menemukan benang merahnya, bahwa antara menjual dan berperang sebenarnya sama. Berperang membutuhkan perencanaan, strategi dan taktik, begitu pula dalam menjual juga dibutuhkan perencanaan, strategi dan taktik.

Supaya berhasil menuju medan perang memerlukan rute perjalanan, sama halnya dalam menjual perlu rute kunjungan agar pelanggan dapat dikelola secara efektif. Panglima perang akan melihat signal peperangan dimulai atau tidak, didalam penjualan ternyata penjual wajib mengetahui signal apakah konsumen berminat membeli atau tidak. Prajurit Sun Tzu selalu menyiapkan peralatan perangnya, begitu pula para penjual akan menyiapkan perangkat menjualnya. Prajurit Sun Tzu jika ingin menang di medan peperangan membutuhkan banyak latihan perang, sedangkan para penjual jika ingin berhasil selalu meningkatkan selling skill. Ketika berangkat ke medan perang prajurit membutuhkan semangat dengan cara menabuh tambur, dan para penjual membutuhkan motivasi secara terus menerus.

Di dalam berperang prajurit Sun Tzu membutuhkan perbekalan, sedangkan pelanggan membutuhkan perbekalan dalam bentuk persediaan produk. Kalau dalam berperang Sun Tzu menyusun strateginya pada bilah-bilah kayu, maka para penjual menyusun angka penjualan dalam bentuk laporan. Prajurit memerlukan penghiburan, sementara itu pelanggan yang membutuhkan entertain. Memenangkan peperangan adalah salah satu cara Sun Tzu memuaskan sang raja, maka para penjual agar berhasil haruslah memuaskan pelanggannya. Akhirnya keberhasilan berperang ternyata tergantung pada kepemimpinan panglima perang, sedangkan keberhasilan penjualan tergantung pada sang leader.

Buku ini sangat menarik karena ditulis oleh sang penulis berdasarkan berbagai pengalaman di sales dan marketing selama kurun waktu 24 tahun di berbagai industri. Buku yang sangat berharga ini patut dimiliki para calon penjual, penjual senior maupun yang berminat pada penjualan untuk meningkatkan keterampilan menjualnya terutama di era yang semakin sulit ini. Good luck & Spirit of Sun Tzu!

GD Star Rating
loading...
Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp
× Selamat datang di Groedu klinik Konsultasi