Previous Next

Sep 10

BEBERAPA LANGKAH MUDAH DALAM UPAYA UNTUK MEMULAI DAN MEMBANGUN BISNIS KECIL MANDIRI

Kali ini konsultan bisnis Makassar sedang membahas mengenai upaya membangun bisnis dari kecil dan bagaimana pembangunan bisnis dari nol ini bisa berdaya guna.

Sebelum menghadapi berbagai tantangan terberat, maka terlebih dahulu siapkan dasar-dasar dari pendirian sebuah bisnis, jika Anda sudah cukup mantap untuk mempertimbangkan tentang beberapa alasan yang paling populer untuk memulai dan membangun sebuah bisnis mandiri, termasuk juga jika Anda sudah memiliki ide bisnis yang lebih unik, merancang karir yang memiliki potensi fleksibilitas untuk tumbuh bersama Anda, bekerja untuk menuju kemandirian finansial yang lebih baik, dan berinvestasi terhadap diri sendiri.

Jadi, jika Anda mungkin sedang berada pada tantangan terberat dan paling nyata pada saat memutuskan untuk mengambil resiko dengan meninggalkan pekerjaan utama Anda dan menjadi seorang pemilik bisnis mandiri. Maka, semuanya harus direncanakan dengan lebih baik dan sangat matang. Jadi, pastikan bahwa Anda sudah mengikuti semua langkah-langkah yang diperlukan pada saat memulai sebuah bisnis sendiri, sehingga akan bisa berkembang menjadi semakin sukses.

Berikut ini konsultan bisnis makassar memaparkan beberapa langkah yang akan memandu Anda dalam membangun bisnis. Pahami setiap langkah-langkahnya dengan baik, dan Anda akan langsung berada pada jalan menuju kepemilikan bisnis kecil yang sukses dan berkembang pesat.

• Langkah 1: Terlebih dahulu lakukan penelitian pasar.

Agar bisnis kecil yang akan Anda jalankan bisa berhasil, maka bisnis tersebut harus mampu untuk memecahkan masalah, memenuhi berbagai kebutuhan atau menawarkan sesuatu seperti yang diinginkan oleh pasar. Terdapat beberapa macam cara yang harus dilakukan untuk mengidentifikasikan kebutuhan seperti ini, termasuk juga tentang penelitian, kelompok fokus, dan juga bahkan trial and error. Pada saat Anda menjelajahi pasar, terdapat beberapa macam pertanyaan yang harus bisa Anda jawab, seperti:

“Apakah masih ada kebutuhan lain yang bisa dipenuhi dari produk Anda nantinya? Siapa yang membutuhkan hal itu? Apakah terdapat perusahaan lain yang menawarkan produk serupa untuk saat ini? Seperti apa kompetisinya? Bagaimana bisnis Anda dapat masuk ke pasar tersebut?” Bertanyalah pada diri sendiri tentang beberapa pertanyaan lainnya saat memulai bisnis sebelum akan terjun langsung ke dalamnya.

• Langkah 2: Menyusun perencanaan.

Berikutnya Anda membutuhkan perencanaan agar ide bisnis Anda tersebut bisa menjadi kenyataan. Rencana bisnis adalah berupa cetak biru yang nantinya akan memandu bisnis Anda dari tahap awal sampai pertumbuhan bisnis. Hal ini juga merupakan sebuah keharusan bagi semua jenis bisnis baru.
Dan jika Anda memang berniat untuk mencari dukungan finansial dari para investor atau lembaga keuangan, maka rencana bisnis tradisional adalah suatu keharusan. Jenis rencana bisnis biasanya lebih terperinci dan serba menyeluruh serta sudah memiliki seperangkat bagian umum yang paling dicari oleh para investor dan bank pada saat mereka memvalidasi gagasan tersebut.

Jika Anda tidak berencana untuk mencari dukungan finansial, maka perencanaan bisnis satu halaman sederhana juga masih dapat memberikan kejelasan tentang apa yang Anda harapkan dan tentang bagaimana rencana Anda tersebut bisa terlaksana dengan baik.

Langkah 3: Rencanakan Keuangan Anda

Memang, untuk pendirian bisnis kecil sebenarnya tidak terlalu membutuhkan banyak uang. Namun masih melibatkan beberapa investasi awal serta kemampuan untuk menutupi biaya yang akan terus berlanjut sebelum Anda benar-benar mampu menghasilkan keuntungan. Perkirakan biaya awal satu kali untuk bisnis Anda (lisensi dan izin, peralatan, biaya legal, asuransi, branding, riset pasar, inventaris, merek dagang, acara pembukaan, penyewaan properti, dan lain sebagainya. Totalkan semua investasi awal yang Anda butuhkan. Dan terdapat beberapa macam cara untuk mendanai bisnis kecil tersebut, seperti: Pembiayaan dari bank/koperasi/dan institusi keuangan lainnya, Pinjaman usaha kecil, Hibah untuk jenis usaha kecil, Investor, Crowdfunding.

Anda juga bisa mencoba untuk memulainya dengan menggunakan modal sesedikit mungkin dalam memulai bisnis tersebut. Anda mungkin juga akan menemukan bahwa kombinasi dari beberapa jalur pendanaan tersebut, paling baik bagi bisnis Anda. Tujuannya adalah untuk bekerja melalui beberapa pilihan dan membuat perencanaan untuk menyiapkan modal seperti apa dan yang bagaimana yang paling dibutuhkan untuk pengembangan sebuah bisnis.

• Langkah 4: Memilih struktur organisasi dan badan bisnis yang akan dijalankan.

Bisnis kecil juga bisa berkembang menjadi perusahaan perseorangan, kemitraan, CV, perseroan terbatas (PT) maupun korporasi. Badan usaha yang akan dipilih juga sangat mempengaruhi pertanggungjawaban legalitas, dan juga terkait dengan urusan pajaknya. Anda dapat memilih struktur bisnis awal, dan kemudian mengevaluasinya kembali serta mengubah strukturnya seiring dengan pertumbuhan dan kebutuhan dari bisnis Anda. Bergantung juga dari tingkat kompleksitas bisnis tersebut, mungkin juga perlu untuk berkonsultasi dengan notaris, pengacara atau konsultan keuangan untuk memastikan bahwa Anda sudah membuat pilihan struktur bisnis yang tepat.

• Langkah 5: Mendaftarkan nama bisnis Anda.

Untuk nama bisnis sendiri juga berperan sangat penting dalam semua aspek bisnis dan pastikan juga untuk memikirkan semua implikasi potensial pada saat Anda mengeksplorasi pilihan dan memilih nama bisnisnya. Setelah memilih nama bisnis, selanjutnya periksalah apakah nama tersebut berupa merek dagang atau sudah digunakan oleh perusahaan lain. Jika belum, maka segeralah daftarkan nama bisnis Anda tersebut.

• Langkah 6: Dapatkan segera lisensi dan surat izin untuk bisnis Anda.

Dokumen merupakan salah satu bagian terpenting dari proses ketika Anda memulai sebuah bisnis mandiri. Terdapat berbagai surat izin usaha kecil dan lisensi yang mungkin saja akan berlaku untuk berbagai situasi mendatang dari bisnis Anda, tergantung pada jenis bisnis seperti apa yang ingin dimulai dan letak lokasinya. Anda harus meneliti lisensi dan surat izin seperti apa yang nantinya akan berlaku untuk bisnis Anda selama proses start up-nya.

• Langkah 7: Penggunaan sistem akuntansi bisnisnya.

Bisnis kecil hanya bisa berjalan dengan efektif jika dioperasikan dengan sistem yang benar. Salah satunya dan merupakan sistem yang paling penting untuk bisnis kecil adalah berupa sistem akuntansi. Dan hal inilah yang paling sering terabaikan. Sistem akuntansi ini sangat Anda butuhkan untuk pengelolaan anggaran, menetapkan harga, melakukan bisnis dengan orang lain, dan mengajukan pajak. Dalam hal ini Anda dapat mengatur sistem akuntansi sendiri, atau menyewa akuntan untuk mengatasi beberapa permasalahan keuangannya.

• Langkah 8: Menyiapkan tempat/lokasi untuk operasional bisnisnya.

Menyiapkan tempat bisnis adalah salah satu hal terpenting untuk operasional bisnis. Apakah Anda akan memiliki kantor di rumah, ruang kantor bersama atau pribadi, atau lokasi komersial lainnya. Anda perlu untuk memikirkan lokasi, peralatan, dan juga keseluruhan dari lokasi tersebut, dan pastikan bahwa lokasi bisnis Anda sudah sesuai dengan jenis bisnis yang akan Anda jalankan selanjutnya. Anda juga perlu untuk tetap mempertimbangkan apakah lebih masuk akal untuk membeli atau menyewakan ruang komersial.

• Langkah 9: Menyiapkan tim karyawan.

Jika Anda akan mempekerjakan satu atau beberapa karyawan pada bisnis Anda, maka mulailah prosesnya sekarang. Pastikan bahwa Anda sudah meluangkan sedikit waktu untuk menguraikan beberapa posisi jabatan apa saja yang masih perlu untuk diisi. Dan juga tanggungjawab pekerjaan seperti apa saja yang nantinya akan menjadi bagian terpenting dari setiap masing-masing posisi tersebut.

• Langkah 10: Mempromosikan bisnis kecil Anda.

Begitu bisnis baru Anda sudah bisa berjalan, meskipun juga belum terlalu stabil maka langkah selanjutnya adalah dengan memulai untuk menarik pelanggan baru. Anda ingin memulainya dengan menuliskan unique selling proposition (UPS) dan membuat perencanaan pemasaran. Kemudian, jelajahi segera ide-ide promosi bisnis kecil dengan sebanyak mungkin, sehingga Anda akan bisa memutuskan tentang bagaimana dalam mempromosikan bisnis yang baru berjalan dengan lebih efektif.

Setelah menyelesaikan beberapa kegiatan dari tahapan awal untuk memulai bisnis sendiri ini, maka Anda sudah memiliki dasar bisnis yang cukup kuat. Dan ingatlah bahwa kesuksesan juga tidak bisa terjadi dalam semalam. Gunakanlah rencana yang sebelumnya telah dibuat untuk tetap secara konsisten dalam menjalankan sebuah bisnis sendiri, sehingga peluang untuk bisa suksespun akan semakin terbuka lebar. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, apabila bapak ibu membutuhkan pendampingan dalam pengembangan bisnis, melakukan transformasi bisnis keluarga ke profesional, atau dari generasi awal ke generasi berikutnya. Membutuhkan standard manajemen profesional ber-ISO, dan training-training terkait dengan sistem manajemen, silahkan hubungi kami konsultan bisnis makassar di 081-252982900. Kami siap membantu anda.

GD Star Rating
loading...

Sep 08

TRANSFORMASI BISNIS KELUARGA KE PROFESIONAL

Bisnis keluarga memang tidak mudah berubah jika pemilik bisnis tidak mau mengubahnya. Transformasi bisnis biasanya terjadi apabila generasi ke dua menghendaki banyak perubahan dibidang manajemen. Umumnya kendala sangat banyak terjadi sebab terkait dengan proses bisnis, pegawai yang lama yang memiliki kebiasaan bekerja baik secara buruk dan baik. Serta masalah teknis terkait dengan modernisasi permesinan. Mesin datang dan akan menghadapi tantangan sebab kehadiran mesin bisa menyebabkan banyak pengangguran di pabrik. Transformasi dari bisnis keluarga ke ke profesional memang suatu issue yang tidak pernah berhenti.
Berbagai kendala yang sering dihadapi oleh bisnis keluarga yang beralih ke profesional antara lain :

  1. Sumber daya manusia
  2. Proses bisnis yang berubah
  3. Mesin modern yang datang
  4. Pasar yang mulai menyusut
  5. Strategi bisnis yang usang
  6. Kesulitan memulai transformasi

Sumber daya manusia merupakan tantangan terbesar dalam transformasi bisnis keluarga ke bisnis profesional. Sumberdaya manusia di perusahaan secara usia sudah kedaluarsa dan mereka tidak mau berubah, serta berada dalam zona nyaman sehingga ketika di perusahaan ada perubahan mereka tidak bisa menyesuaikan. Khususnya mengenai skill mereka yang kurang cukup memadai dan sulit berkembang dalam menghadapi proses bisnis yang baru.

Proses bisnis yang berubah menyebabkan mereka sulit untuk beradaptasi, dan cenderung sumber daya yang ada melakukan penolakan. Proses bisnis berubah karena secara desain sistem manajemen diperbaharui dan diperbaiki menyesuaikan mesin, cara dan metode baru dalam bekerja seperti yang ada saat ini dimana pemasaran secara on line bisa mengubah cara memasarkan produk perusahaan.

Mesin modern yang datang juga menjadi penyebab berubahnya cara bekerja di dalam perusahaan, dengan adanya mesin yang baru masuk mengubah desain sistem manajemen yang lama ke baru. Oleh sebab itu banyak skill dan pengetahuan baru yang harus diajarkan kepada para karyawan yang ada di dalam perusahaan. Apabila hal ini terjadi tidak menutup kemungkinan yang tidak mau belajar segera tersingkirkan secara alami dari perusahaan.

Pasar yang mulai menyusut karena disrupsi, serta penjualan lewat digital juga akan mempengarui metode kerja karyawan dalam pemasaran. Oleh sebab itu ini menjadi tantangan terbesar dalam melakukan pekerjaan dan agar perusahaan bisa bertahan dalam persaingan bisnis yang ketat. Hal ini menjadikan transformasi dari bisnis keluarga ke profesional tidaklah menjadi mudah.

Strategi bisnis yang usang juga menjadi penyebab dan hambatan dalam memajukan bisnis keluarga ke bisnis profesional. Jadi mesti diadaptasi dengan strategi bisnis yang baru, dengan demikian perusahaan akan lebih survive tetapi hal ini sangat sulit bagi sumber daya di perusahaan sehingga menjadi pemicu kegagalan dalam transformasi bisnis.

Pada poin terakhir adalah kesulitan perusahaan dalam melakukan transformasi dari bisnis keluarga ke bisnis profesional yang modern. Kesulitan ini dilatarbelakangi oleh poin-poin sebelumnya, lalu bagaimana solusi yang mesti harus dilakukan? Tentunya perusahaan membutuhkan pendamping dalam melakukan transformasi ini. Konsultan bisnis yang ahli dalam transformasi bisnis tentunya sangat dibutuhkan. Langkah-langkah yang sering dilakukan adalah dengan mendesain ulang sistem manajemen, rekrutment SDM, pelatihan dan melakukan penilaian terhadap tenaga kerja serta membawa perusahaan ke cara-cara baru dalam melakukan pekerjaan.

Untuk kebutuhan transformasi bisnis keluarga ke profesional atau ke generasi berikut, silahkan hubungi konsultan bisnis dengan nama Groedu International consultant, email groedu@gmail.com atau kotak ke 081-252982900, kami siap membantu anda.

 

GD Star Rating
loading...

Sep 05

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA DISTRIBUSI PRODUK



Kali ini konsultan bisnis Surabaya untuk kota Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta dan Denpasar sedang mengulas artikel terkait dengan “hal-hal yang perlu diperhatikan pada distribusi barang” yang akan dipaparkan sebagai berikut ini. Bahwa distributor harus berani berurusan dengan bisnis yang menurun yang mungkin tidak pernah sepenuhnya pulih dan tekanan pengurangan biaya yang terus meningkat. Jelajahi masalah paling mendesak dalam distribusi.
Distributor dapat berharap agar tahun depan menjadi lebih makmur, namun tetap perlu berwaspada. Bisnis tidak dapat pulih kembali dengan ketahanan yang sama dengan yang terjadi setelah penurunan ekonomi masa lalu. Hal Ini disebabkan karena banyak pelanggan distributor telah memindahkan fasilitas produksi mereka ke negara lain dan hanya sedikit yang akan meningkatkan gaji mereka karena meroketnya biaya asuransi kesehatan. Akibatnya, distributor harus terus meneliti operasi internal mereka dan menemukan cara untuk memotong biaya.

Melakukan Lebih Banyak dengan Lebih Sedikit. Perusahaan harus berpikir lebih strategis dan harus memiliki struktur biaya. Baik perusahaan yang optimis maupun yang lebih pesimistis berfokus pada biaya memotong, tetapi karena berbagai alasan. Sementara perusahaan yang lebih positif mengambil langkah sekarang untuk menurunkan biaya operasi mereka dalam persiapan untuk era baru pertumbuhan ekonomi.
Perusahaan dapat lebih waspada dengan mengendalikan biaya untuk menghindari masalah ekonomi dalam jangka panjang. perusahaan sama sekali tidak strategis dengan berfokus pada pengurangan biaya. Dengan gagal berinvestasi dalam distribusi, perusahaan tidak mendapatkan keunggulan kompetitif darinya.
Manajemen eksekutif di sebagian besar perusahaan belum benar-benar merangkul distribusi dan pergudangan rantai pasokan sebagai keunggulan strategis dan kompetitif. Logistik tidak muncul sebagai aset. Persepsi adalah bahwa itu adalah pengeluaran — sesuatu yang harus dikurangi atau diperas. Manajemen tidak memahaminya dan dampaknya terhadap laba.
Oleh sebab itu perlu diperhatikan agar manajer logistik dan distribusi menunjukkan manajemen eksekutif bagaimana mengubah distribusi menjadi keunggulan kompetitif. Bagaimanapun ekonomi ini, manajemen lebih mementingkan solvabilitas daripada strategi.
Investasi dan strategi jangka panjang merupakan kelangsungan hidup perusahaan. sebagai contoh misalnya, Ketika Anda mencoba untuk menghitung setiap nikel, Anda tidak fokus pada investasi — Anda berfokus pada arus kas.

Salah satu cara manajer gudang menekan biaya adalah melalui penggunaan ruang gudang yang lebih baik. Banyak fasilitas memiliki rekaman persegi yang cukup, tetapi tidak menggunakannya secara efektif.
Operator gudang mulai mengakui biaya kelebihan dan persediaan usang dan mulai melakukan sesuatu tentang hal itu. Hal tersebut nampak adanya keinginan yang lebih besar untuk menghapus persediaan itu dan mengeluarkannya dari gudang, kata Kimball.

Persediaan menuntut banyak perhatian hari ini. Manajer dan direktur gudang sekarang lebih bertanggung jawab untuk meningkatkan manajemen inventaris dan mencatat biaya perbaikan inventaris yang tidak mencukupi.
Hal tersebut nampak adanya dari — seorang manajer gudang agar dapat menerbitkan metrik tentang inventaris dan mendokumentasikan apa yang harus dibayar perusahaan
Tidak ada yang diposisikan lebih baik daripada manajer gudang untuk melacak biaya seperti itu, dan manajemen eksekutif lebih terbiasa dengan pengamatan mereka daripada sebelumnya, kata Kimball. Memang, lebih banyak manajer rantai pasokan menangani inventaris, yang secara historis merupakan tugas operasi atau penjualan dan pemasaran, bukan distribusi dan logistik.
Dewasa ini terlalu banyak perusahaan bersikeras pada strategi just-in-time (JIT) yang menghindari stok buffer. JIT hanya berfungsi jika rantai pasokan Anda relatif pendek dan dapat diandalkan, tetapi sekarang. Orang harus memikirkan kembali inventaris dan seluruh konsep JIT dengan gagasan bahwa, karena semakin banyak impor, rantai pasokan menjadi lebih lama dan kurang dapat diandalkan .

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan pada distribusi. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen Autopilot , membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) Perusahaan dan butuh Accounting Software  untuk penjualan, pembelian dan inventory serta mengubah strategi penjualan menggunakan multi channel ke Strategi Omni-channel pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu anda.

GD Star Rating
loading...
× Selamat datang di Groedu klinik Konsultasi