Previous Next

Apr 09

TOTAL JUMLAH PENCAPAIAN PROGRAM VAKSINASI COVID-19

Memperhatikan pelaksananaan vaksinasi Covid-19, berdasar data dari Satgas Penanganan Covid-19, sampai hari selasa (6/4/2021), jumlah vaksinasi sudah mencapai 9 juta orang. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :

Tenaga medis yang di vaksin dosis pertama kini telah mencapai 1.443.798 orang dari 1.468.764 tenaga medis yang ditargetkan. Sementara itu, untuk dosis kedua totalnya sudah mencapai 1.298.358 orang.

Lalu untuk petugas pelayanan publik, Pemerintah sudah menyuntikkan ke 5.685.518 orang dari target sebanyak 17.327.169 orang. Adapun, yang sudah divaksin dosis kedua jumlahnya sudah mencapai 2.640.446 orang.

Selanjutnya untuk lansia sudah mencapai 1.782.739 orang dari total target 21.553.118 orang yang disuntikkan dosis pertama dan 352.589 orang sudah dapat dosis kedua.

Jika di total secara keseluruhan, target pemerintah adalah melakukan vaksinasi kepada 70 persen penduduk atau 181.554.465 orang. Sementara target untuk vaksinasi tahap awal untuk tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia total jumlahnya adalah 40.349.051.

Saat ini total yang divaksinasi dosis pertama sudah hampir 9 juta orang, tepatnya mencapai 8.912.055 orang atau 22,09% dari target vaksinasi tahap awal. Kemudian 4.291.393 orang atau 10,64% sudah mendapat vaksinasi dosis kedua.

Terkait keterbatasan ketersediaan vaksin yang ada dari berbagai negara, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sudah mengatakan bahwa Kemenkes akan mengatur kembali penyaluran pasokan vaksinasi dengan menjadikan lansia sebagai prioritas utama. Hal ini dilakukan karena berdasarkan data di Kemenkes menunjukkan dari 1,5 juta yang terpapar, sebanyak 10 persennya lansia di atas 60 tahun. Tapi dari 100 persen yang wafat, 50 persennya adalah Lansia.

Semoga untuk kedepannya pelasakasanaan vaksinasi ini bisa lebih baik, dan dengan adanya kelancaran tahap vaksinasi ini berbagai sektor ekonomi juga bisa kembali pulih.
Adanya Covid-19 ini memang sangat mempengaruhi kelangsungan hidup berbagai sektor, tak terkecuali sektor bisnis. Bisnis yang terdahulu hanya mengandalkan cara offline, kini harus lebih bisa beradaptasi dengan mencoba cara baru yaitu online. Dan untuk Anda yang kini masih kesulitan untuk melakukan peralihan dari offline ke online, dan ingin mendapatkan bantuan atau bimbingan yang lebih konkret dan terbukti berhasil. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi kami melalui nomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu Anda.

Source : https://kabar24.bisnis.com/read/20210406/15/1377451/per-6-april-2021-penerima-vaksin-dosis-pertama-nyaris-9-juta-orang

GD Star Rating
loading...

Apr 07

4 KESALAHAN DALAM DESAIN TAMPILAN RITEL YANG MERUGIKAN

Beberapa pemilik bisnis toko ritel percaya bahwa kesuksesan semata-mata dan kokoh terletak pada pemilihan produk dan harga. Meskipun benar bahwa faktor-faktor ini penting untuk membuat pembeli melewati pintu Anda dan meyakinkan mereka untuk membeli, apakah Anda akan percaya jika kami memberi tahu Anda bahwa ada lebih banyak lagi dari cerita ini?
Menampilkan skema tampilan ritel yang menarik, logis, dan ramah pengguna membantu setiap langkahnya. Menjalankan toko yang menarik berarti lebih dari sekadar meletakkan barang di rak atau rak. Tapi bagaimana Anda melakukannya? Baca terus untuk menjelajahi empat kesalahan teratas yang dilakukan pemilik toko dalam desain tampilan toko ritel – dan yang lebih penting, pelajari bagaimana Anda dapat menghindari kesalahan ini agar tidak memengaruhi keuntungan Anda.

KESALAHAN 1: Arus Lalu Lintas yang Canggung atau Tidak Teratur
Jalur sempit, tidak rata, atau berliku yang mengganggu kelancaran arus lalu lintas melalui toko Anda dapat membuat aktivitas berbelanja menjadi tidak nyaman. Tidak hanya jalur Anda di antara unit rak, dudukan layar POP dan rak pajangan harus cukup lebar agar pembeli dapat menjelajah dengan nyaman, tetapi desain keseluruhan juga perlu mendorong arus lalu lintas.
Untuk menghindari ini, Anda perlu mempertahankan jalur lalu lintas cepat ke register dan pintu. Manfaatkan apa yang ditawarkan real estat Anda – ruang terbuka lebar akan menampilkan pajangan atau barang dagangan menarik yang memikat pembeli keluar dari jalur untuk menjelajah.

KESALAHAN 2: Kurangnya Desain Rak yang Menarik dan Kohesif
Jika Anda menggunakan terlalu banyak jenis rak dan sistem rak di toko Anda, itu mengurangi produk dan bahkan dapat mempengaruhi keadaan psikologis pembeli Anda. Kayu di sini, logam mengkilap di sana, dan tampilan kaca yang tidak serasi dapat menghasilkan tampilan yang berantakan, yang dapat meningkatkan ketidaknyamanan dan kecemasan.
Anda perlu menentukan skema tampilan dan pertahankan. Eklektik baik-baik saja dan dapat bekerja dengan baik di banyak toko, tetapi ikat tampilan dan nuansa Anda dengan elemen serupa dan desain pelengkap. Misalnya, pilih kayu hangat untuk peralatan rumah tangga, logam halus untuk gadget berteknologi tinggi, dan kotak kaca untuk perhiasan.

KESALAHAN 3: Jumlah dan Variasi Produk
Terlalu banyak produk atau beberapa jenis produk yang ditampilkan bersama dapat membuat kekacauan dan kebingungan. Di toko retail yang lebih kecil, rak berisi dua puluh kemeja identik dapat memberikan kesan bahwa Anda tidak menawarkan variasi. Sedangkan rak dengan sepuluh produk berbeda dapat membuat bingung pembeli yang ragu-ragu, sehingga lebih sulit untuk memutuskan apa yang akan dibeli.
Dalam hal ini keseimbangan adalah kuncinya. Identifikasi produk yang ingin Anda dorong, dan tampilkan beberapa di antaranya secara mencolok. Buat rak item serupa menjadi satu, tetapi jangan membanjiri pembeli dengan terlalu banyak pilihan. Tinggalkan ruang yang nyaman di sekitar benda. Tidak ada yang mau berbelanja dari rak pakaian yang dikemas begitu ketat sehingga tidak bisa mengeluarkan sepotong pun untuk melihatnya, atau dari rak di mana memindahkan satu produk dapat menyebabkan longsoran barang-barang di dekatnya.

KESALAHAN 4: Pencahayaan Buruk, Aliran Udara, dan Masalah Bangunan Lainnya
Setiap toko retail memiliki faktor intrinsik yang mempengaruhi kenyamanan pembeli. Lampu harus menyorot produk dengan benar. Ventilasi udara tidak boleh langsung meledak di tempat pembeli berdiri di antrean pembayaran atau di pajangan tempat penjualan yang ringan.
Perhatikan pencahayaan dan aliran udara Anda. Jaga agar pembeli tetap fokus pada hal-hal selain pintu kamar kecil, alat pemadam kebakaran, ruang ganti, atau hal-hal lain yang diperlukan tetapi tidak menarik.

Semua toko ritel membutuhkan tata letak tampilan yang fungsional, nyaman, dan desain yang sesuai dengan jenis produk Anda serta minat dan kebiasaan pelanggan. Kesalahan mendasar seperti arus lalu lintas yang buruk, barang dagangan yang berantakan, jumlah dan jarak produk, serta tingkat kenyamanan dan tampilan toko Anda secara keseluruhan dapat dengan mudah diperbaiki dengan perencanaan dan perawatan. Menemukan desain tampilan produk yang tepat dapat meningkatkan penjualan dan membantu Anda sukses di semua jenis usaha ritel. Semoga artikel ini bermanfaat, dan jika Anda membutuhkan bantuan kami dalam manajemen toko ritel, Anda bisa menghubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi nomor whatsapp kami di 0812-5298-2900. Kami siap membantu Anda.

GD Star Rating
loading...

Apr 05

BAGAIMANA CARA TEPAT MENGELOLA BISNIS KELUARGA?

Mendirikan bisnis keluarga atau ingin meningkatkan manajemen perusahaan keluarga Anda memang memiliki tantangan tersendiri.
Bisnis keluarga masih berkembang pesat dalam ekonomi kompetitif saat ini. Karena kebanyakan bisnis keluarga yang sukses tidak hanya mapan tetapi juga berjalan dengan baik.
Bisnis keluarga kental dengan tradisi dan kebanggaan. Meskipun perusahaan tampaknya menguasai dunia bisnis, beberapa bisnis yang dijalankan keluarga berkembang pesat berkat manajemen yang kuat. Membuat rencana manajemen meningkatkan kemungkinan bisnis keluarga akan bertahan selama beberapa generasi. Kesinambungan dalam pengelolaan bisnis kecil memperkuat nilai-nilai intinya dan membimbing generasi mendatang saat mereka mengambil peran kepemimpinan. Lalu bagaimana cara manajemen ini? Simak artikel ini hingga akhir.

1. Kembangkan rencana bisnis keluarga yang solid yang menguraikan posisi bisnis saat ini dan rencana masa depan. Tuliskan semua detail ini secara tertulis dan diskusikan dengan anggota keluarga yang pada akhirnya akan mengambil alih bisnis. Tinjau kembali rencana bisnis secara teratur untuk menyesuaikannya.
2. Kembangkan lingkungan komunikasi terbuka. Ini membangun kepercayaan dan kerja tim di antara semua anggota keluarga. Ini juga membantu dalam transisi saat bisnis diturunkan ke generasi kepemimpinan berikutnya.
3. Tentukan peran dalam bisnis dengan jelas. Buat deskripsi pekerjaan tertulis yang menyoroti harapan dan tanggung jawab untuk posisi tersebut. Pegang semua karyawan pada standar tersebut, bahkan karyawan keluarga. Ini menciptakan lingkungan yang adil untuk semua karyawan dan memastikan standar kualitas yang tinggi.
4. Adakan pertemuan rutin dengan karyawan untuk menangani masalah pekerjaan. Hindari mendiskusikan pekerjaan di rumah. Simpan masalah sampai rapat jika memungkinkan. Ini membantu membangun pemisahan antara pekerjaan dan kehidupan rumah tangga.
5. Mengamankan layanan penasihat keuangan atau akuntan di luar keluarga untuk menangani aspek keuangan bisnis. Ini memberikan sumber nasihat yang tidak bias yang akan membantu membuat keputusan keuangan yang tepat untuk bisnis.
6. Bekerja sama untuk memenuhi tujuan bisnis keluarga.
Semoga artikel pendek diatas bermanfaat bagi pembaca, apabila pembaca membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai manajemen bisnis dan layanan lainnya silahkan hubungi kami di email : groedu@gmail.com. atau hubungi https://wa.me/6281252982900.  Kami siap mendampingi anda.

GD Star Rating
loading...
Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp
× Selamat datang di Groedu klinik Konsultasi