Previous Next

Mei 24

ENAM  LANGKAH SUKSES MENDIRIKAN SUPERMARKET

Soft Opening Hanmart Supermarket - Wadung Asri, SurabayaMendirikan supermarket memang tidak mudah kalau tidak tahu caranya. Membutuhkan waktu yang sangat panjang sebab dalam pendirian supermarket seorang pebisnis akan diributkan antara lain : soal bangunan supermarket, soal manajemen supermarket itu sendiri yang terdiri dari banyak hal antara lain pencarian orang yang mengelola, system manajemennya bagaimana, system Informasi teknologinya bagaimana, system category management barangnya bagaimana, serta lain-lainnya. Begitu rumit persoalannya sehingga menyebabkan banyak pebisnis yang tidak sanggup melakukan hal ini, dan pada akhirnya menyerah dan tidak jadi membuka supermarket yang diidamkan.

Kedua ada yang tidak memikirkan hal-hal tersebut di atas, dan langsung tubruk begitu saja. Memang supermarketnya sempat berdiri, sempat ramai dan sayangnya kemudian tutup. Tutup bukan karena pemiliknya kewalahan mengurusnya, tetapi tutup karena bangkrut oleh sebab-sebab ketidak telitian pemilik yang sempat bonek dan meremehkan dalam melakukan set up manajemen supermarket itu sendiri. Contoh ini sudah banyak terjadi, seperti di Palembang sebuah toko supermarket bahan bangunan yang sekarang diambil alih oleh Mitra 10, supermarket itu bangkrut setelah beberapa bulan beroperasi. Sebabnya adalah…ternyata supermarket mengalami banyak kerugian ketika supermarket lakukan grand opening.

Bagaimana langkah-langkahnya agar sukses mendirikan supermarket yang kayaknya begitu ribet bagi pebisnis. Semoga  beberapa tips di bawah ini bisa membantu:

  1. Persiapkanlah pendirian supermarket ini dengan matang dan sebaik-baiknya supaya tidak terlalu keburu-buru, seperti inginnya buka menjelang lebaran sebab momennya pas, tetapi kalau tidak siap sebaiknya jangan melakukan hal ini. Bagi supermarket yang sudah punya pengalaman seperti Carrefour, Gyant, Hero serta lainnya boleh saja karena memiliki tim yang sudah solid, yang dikombinasikan antara tim lama dan baru. Tetapi bagi yang belum pernah mendirikan supermarket sebaiknya jangan coba-coba.
  2. Siapkan atsmofir supermarket sedemikian rupa agar suasana berbelanja menjadi nyaman sehingga membuat betah para pengunjung. Caranya panggilah desain interior yang cukup berpengalaman mendesain ruangan supermarket dengan mempertimbangkan space komersial dan non komersiap. Space di supermarket sangat berharga untuk disewakan pada supplier, sehingga menambah manfaat bagi pebisnis. Selain desain interior, rak , serta asesoris lainnya tambahlah ruangan itu dengan music pilihan.
  3. Siapkanlah data supplier sedemikian rupa, supaya barang-barang yang akan dimasukan di supermarket minimal memiliki barcode, sehingga memudahkan pemberian harga di barang-barang. Kenapa harus melakukan persiapan begitu matang untuk berhubungan dengan supplier, kebangkrutan yang terjadi karena di bagian ini kurang diurus dengan cermat. Sehingga banyak barang yang salah harga. Prosedur untuk supaya valid harga barang-barang itu, sediakan barcodenya, input harga di master barang dengan benar. Baru barang-barang dimasukan ke area toko setelah penempelan barcode dan harga benar-benar sudah dicek sudah benar.
  4. Bangun manjemen supermarket dengan sebaik-bainya. Buatlah struktur organisasi, job description karyawan dan job spesifikasi karyawan, SOP perusahaan, Reward & punisment berupa KPI kerja. Semua ini untuk bisa menyediakan SDM yang tepat dan serba professional. Karena pencarian SDM tidak mudah untuk saat ini.
  5. Siapkanlah software sebagai bagian dari manajemen sehingga transaksi bisa dilakukan dengan baik. Mulai dari mesin kasir, sampai dengan admin support yang teridiri dari bagian pembelian, penjualan, akunting, bagian gudang dan lain-lain yang saling terintegrasi. Dengan adanya software maka operasional supermarket bisa dilakukan dengan baik dan lancar.
  6. Lakukanlah soft opening, sekali lagi soft opening dan jangan grand opening. Kenapa begitu, ketika pertama kali supermarket buka, karyawan kita baru saja dalam posisi belajar. Khususnya bagian kasir, bagian gudang dan pramuniaga. Siapkanlah waktu dengan baik agar mereka lancar mengoperasikan toko, dan lakukan grand opening jika dipastikan semua yang mengoperasikan supermarket telah siap. Hal ini tentu saja untuk mencegah terjadinya kekacauan, kecurangan dan ketidaklancaran.

Design Flyer Opening Hanmart

 

Mudah-mudahan artikel diatas bisa bermanfaat bagi para pembaca, investor dan para peminat investasi di bidang ritel. Apabila pembaca membutuhkan informasi tambahan serta bimbingan bagaimana melakukan set up Supermarket dengan sukses, silahkan hubungi 0818521172 atau email ke groedu@gmail.com, konsultan kami siap akan membantu. (Frans M. Royan)

 

 

 

 

GD Star Rating
loading...

Apr 11

CARA MEMASARKAN PRODUK BARU HASIL PABRIKAN YANG EFEKTIF

Kalau sudah membangun pabrik dan pabrik sudah berjalan tentunya kendala utama yang akan dihadapi adalah bagaimana memasarkan produk yang sudah dihasilkan oleh perusahaan itu bisa dipasarkan secara maksimal. Apabila pabrik dibangun dan sudah memiliki pasar yang luas maka pabrik sudah dalam kondisi aman, tetapi bila pabrik tidak dalam kondisi aman, artinya produk belum diserap pasar maka beban pabrik akan sangat tinggi.

Upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk memasarkan produk secara luas adalah dengan mendirikan kantor cabang sendiri, atau minta bantuan para distributor untuk membantu dalam memasarkan produk buatan pabrik. Seperti yang diketahui, distributor selain sebagai dari bagian supply chain, distributor juga memiliki fungsi untuk memasarkan produk. Distributor memiliki sales people yang cukup baik dalam memasarkan produk. Oleh sebab itu apabila produk pabrik belum diserap pasar dengan baik, pabrik bisa membangun saluran distribusi produk dengan bermitra dengan para distributor. Seperti yang diketahui dua kubu ini memiliki peran yang berbeda. Kalau produsen nantinya akan memiliki peran sisi marketing, artinya produsen akan memiliki peran bagaimana memperkenalkan produk ke masyarakat dengan program-program promosinya serta aktivitas marketing lainnya. Sedangkan distributor akan membantu dalam menyalurkan produk dari distributor kepada penyalur kecil lainnya yaitu distributor.

Dua peran ini jika diempan secara bersama maka proses pemasaran produk kepada konsumen akan berjalan dengan lancar. Sedangkan aktivitas marketing yang dilakukan pabrik adalah merchandising yaitu memajang produk di rak-rak supermarket dan toko tradisional, membuat program promosi consumer atau trade. Sedangkan distributor akan aktif melakukan penetrasi ke toko-toko yang dikelolanya dengan cara penjualan kredit, konsinyasi atau tunai. Dengan penetrasi ini diharapkan konsumen dapat mengenali produk yang dihasilkan oleh pabrik. Begitu seterusnya aktivitas dijalankan demikian rupa hingga dicapai penjualan yang maksimal.

Apabila dalam percobaan ini pembaca belum mendapatkan titik terang dan hasil maksimal, silahkan evaluasi apakah apa yang dijalankan sesuai panduan di atas sudah benar atau belum. Sedangkan apabila sudah benar tetapi belum mendapatkan impact yang cukup baik, silahkan layangkan email untuk mendapatkan informasi tambahan ke groedu@gmail.com atau  silahkan hubungi 0818521172 untuk mendapatkan bimbingan, bagaimana memasarkan produk pabrik atau produk new launching anda.

 

 

GD Star Rating
loading...

Apr 08

CARA EFEKTIF MEMBUAT PROGRAM PENJUALAN PRODUK PERUSAHAAN

Program penjualan produk perusahaan tentunya sebaiknya diatur sedekimian rupa. Sebab jika tidak diatur sedemikian rupa, tentunya membuat bingung sales force maupun pelanggan. Sebagai contoh dalam penjualan kita mengenal penjualan secara C.O.D (Cash on delivery), praktek yang dilakukan oleh berbagai produk makanan, Food & beverage menganut cara ini, misalnya MC Donald, Pizaa Hut, Kentucy Fried Chicken,  dan lain-lainnya. Ada yang juga dengan cara kredit, seperti yang dilakukan oleh produk-produk FMCG ( Fast Moving Consumer Good) yang dijual kepada para penyalur dalam bentuk, seperti Toko kelontong, toko meracang, atau toko tradisional lainnya serta toko Ritel modern seperti  Gyant, Carrefour, Alfa mart dan Indomart. Lalu ada pula yang penjualan dilakukan dengan cara konsinyasi, seperti penjualan produk fashion, sepatu, dan lainnya. Produk Fashion dan sepatu adalah produk yang laku jarang sekali sehingga sering dititipkan saja ke toko dan apabila sudah laku maka mereka baru bayar. Ketiga poin ini cukup penting dalam  melaksanakan program penjualan kepada pelanggan. Seperti apa cara jual para penjual kita kepada pelanggan.

Lalu, bagian yang kedua adalah tak kala pentingnya bagaimana produk yang dijual itu agar meningkat penjualannya dan diminati oleh para konsumen. Program penjualan berikutnya adalah dengan memberikan penekanan pada berapa banyak kita menjual dan berapa banyak diskon, atau budget promosi yang harus dikeluarkan. Umumnya di bagian kedua ini merupakan program promosi untuk konsumen, seperti beli satu dapat satu, diskon 10%, pembelian berulang gratis satu. Misalnya dengan mengumpulkan cangkang, bungkus, tutup atau lainnya. Tujuannya adalah agar konsumen membeli ulang produk tersebut.

Selain program diatas, tak kalah pentingnya bagaimana yang menjalankan program penjualan itu bisa memiliki motivasi yang lebih baik. Seperti salesman perusahaan akan mendapatkan berbagai insentif atau bonus apabila target penjualannya dipenuhi. Salesman merupakan pendorong produk untuk selalu ditawarkan kepada konsumen, sebab jika bagian ini diabaikan. Tentunya poin satu dan dua tidak akan menjadi selaras. Kasus-kasus produk selalu diletakan di gudang sering terjadi apabila tim penjualan tidak mendapatkan reward yang sama dengan yang diterima oleh konsumennya. Oleh sebab itu setiap kali membuat program penjualan sebaiknya yang diberikan reward tidak hanya konsumen saja tetapi bisa meliputi : penyalur adalah toko tradisional dan modern, lalu para sales force ataupun pelanggan itu sendiri.

Sayang banyak kejadian perusahaan lebih sering memanjakan konsumen sedangkan para penyalur dan salesman selalu diabaikan. Kemacetan penjualan tidak hanya bisa terjadi karena konsumen kurang loyal, tetapi penyalur yang kurang loyalpun bisa menjadi masalah. Apalagi dengan para salesman perusahaan, tambah menjadi masalah. Oleh sebab itu setiap membuat program penjualan sebaiknya perhatikan 3 aspek yang ada di atas. Nah, untuk informasi lebih lanjut mengenai program penjualan di perusahaan, sebaiknya mintalah informasi ke groedu@gmail.com atau bimbingan langsung konsultan dengan menghubungi 0818521172.

GD Star Rating
loading...
Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp
× Selamat datang di Groedu klinik Konsultasi