Previous Next

Mei 21

MENGENAL SECARA LEBIH MENDALAM TENTANG DUNIA BISNIS RITEL MODERN DAN RITEL TRADISIONAL

Apakah Anda sekalian sudah tahu dan bahkan mungkin sudah berkenalan secara lebih dekat dengan ritel modern dan ritel tradisional. Pepatah lama yang mengatakan bahwa “Tak kenal maka tak sayang”. Oleh karena itu kali ini secara khusus untuk yang masih awam terhadap dunia ritel modern dan tradisional, atau bahkan mungkin yang sudah lama hidup di dunia ritel dan ingin lebih memperluas lagi pengetahuannya seputar dunia ritel. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri yang membedakan antara ritel modern dan ritel tradisional :

1. Letak Display Lebih Terbuka.

Berbeda dengan ritel tradisional, pemajangan barang jual pada ritel modern lebih bersifat terbuka. Para pembeli bisa dengan bebas : melihat, memegang, memilih barang yang disukai dan akan dibeli. Terdapat beberapa item jual yang juga telah menyertakan sample sehingga bisa dicoba terlebih dahulu sebelum akan membelinya contohnya adalah : parfum, make up wajah, dan lain-lain). Pemajangan secara terbuka mampu menyajikan pilihan produk yang lebih beragam.

Ritel Modern

Kelemahan dari display terbuka adalah membutuhkan ruangan yang lebih luas. Semakin luas ruang yang dimiliki maka akan semakin beragam pula jenis barang yang dijual, namun semakin besar pula biaya sewa yang nanti harus dibayarkan. Jauh berbeda dengan bisnis ritel tradisional yang menerapkan pemajangan barang tidak terbuka, dan seringkali menimbulkan beragam pertanyaan dari pihak pembeli, apakah penjual memiliki barang yang sedang mereka cari dan mereka butuhkan? Barang yang tidak tersusun dengan rapi, terlihat bertumpukan satu sama lainnya akan tidak terlihat dan sangat sulit untuk dicari apabila ada pembeli yang sedang membutuhkan barang yang tertumpuk paling bawah. Akibatnya barang tersebut tidak terlihat dan terancam akan gagal terjual.

Maka dari sinilah peran dari si penjaga toko sangat dibutuhkan. Secara umum pembeli akan mencari dan mencoba untuk bertanya kepada si penjaga toko yang jutek, terus ngejawab pertanyaan Anda sambil bermaen game smartphone. Pastinya membayangkan saja sudah sangat malas bukan! Seperti halnya pepatah cina kuno yang mengatakan bahwa “jangan pernah membuka toko apabila tidak bisa tersenyum”. Itulah mengapa begitu pentingnya anjuran untuk menggosok gigi .

2. Fixed Price (Harga Tetap).

Harga yang berlaku pada ritel modern adalah yang harga tetap, harga pas, sama sekali tidak ada tawar menawar. Para pembeli bisa dengan mudah mengetahui harga jual barang sesuai dengan keterangan yang tertera pada rak displaynya.

Jauh berbeda dengan ritel modern, ritel tradisional mengharuskan para pembelinya untuk bertanya kepada para penjual untuk mengetahui harga barang tersebut. Bisa jadi Anda membeli dengan harga kemahalan apabila tidak mengetahui standar dari harga pasar yang sebenarnya.

Warung yang memiliki banyak pelanggan biasanya adalah warung yang jujur dengan pembelinya plus boleh berhutang/kas bon..hehe. sama sekali tidak ada tipu-tipu, tidak khawatir. No money no dong maksudnya adalah tidak ada uang boleh ngutang.

3. Self Service (Swalayan).

Pada rata-rata ritel modern proses pembelian barang bisa dilakukan pelanggan dengan sendirinya, mengambil trolley atau keranjang belanja, memilih dan mengambil barang sesuai dengan kebutuhan dan informasi harga yang tertera, langsung membayar barang belanjaan di kasir. Hal ini menyebabkan peritel modern sanggup melayani pelanggan yang lebih banyak apabila dibandingkan dengan ritel tradisional. Peritel tradisional tidak bisa menerapkan self service seperti ritel modern, dan untuk mengetahui harga barang serta untuk menemukan produk yang sedang dicari pelanggan sangat bergantung kepada bantuan si penjaga toko.

Untuk dapat membantu dalam melayani pelanggan yang lebih banyak, peritel modern harus menggunakan teknologi, penggunaan mesin kasir seperti POS (point of sale) untuk setiap transaksinya di kasir sangat dibutuhkan. Mesin ini juga bisa dengan mudah membantu para staff kasir dalam mengetahui harga dari setiap barang yang nanti akan dibeli oleh pelanggannya. Pasti Anda tidak mungkin bisa membayangkan apabila Anda atau kasir Anda disuruh untuk mengingat ribuan item barang yang Anda jual satu per satu. Apakah Anda berani untuk mencobanya?

Ritel Tradisional

4. Biaya operasional.

Berdasarkan pada berbagai penjelasan di atas, maka sudah sangat jelas bahwa biaya operasional dari ritel modern terbilang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan ritel tradisional. Oleh karena itu biasanya bisnis ritel modern akan menargetkan pasar dari konsumen dari kelas menengah ke atas, dan malah ritel tradisional adalah sebaliknya.

Demikianlah beberapa informasi yang harus Anda ketahui seputar perkenalan dengan dunia ritel baik itu adalah ritel modern dan ritel tradisional, semoga bermanfaat dan salam sukses untuk kita semua. Apabila dikemudian hari membutuhkan bimbingan dan pendampingan dalam menyusun ulang bisnis ritel, atau mendirikan bisnis ritel baru. Silahkan menghubungi kita di groedu@gmail.com atau kontak kami di 0818521172 atau di 081-252982900. Kami siap membantu. ( Frans M. Royan, SE,MM)

GD Star Rating
loading...

Mei 16

TIPS TENTANG BAGAIMANA MEMULAI MEMBUKA BISNIS BARU BAGI PEMULA

Apakah Anda ingin memulai usaha namun masih bingung tentang bagaimana memulainya? Berikut ini adalah panduan singkat tentang bagaimana cara untuk memulai dan membuka usaha.

Setidaknya Anda harus mempersiap tentang apa saja yang Anda butuhkan dalam memulai dan ingin membuka bisnis baru. Banyak orang pada awalnya akan merasa takut untuk memulai untuk membuka sebuah bisnis baru, karena takut gagal atau takut tidak memiliki modal.

Setidaknya terdapat lima poin yang harus Anda lakukan untuk dapat memulai dan membuka bisnis baru. Dan berikut ini adalah lima langkah yang harus Anda lakukan agar dapat memulai dan membuka bisnis baru Anda sendiri :

1. Membangun Jaringan.

Jika ingin memulai dan membuka bisnis baru setidaknya Anda harus membangun jaringan dan relasi yang lebih luas dan semakin banyak. Anda tidak bisa memulai dan membuka bisnis baru jika tidak bisa melakukan networking.

Memperbanyak jaringan sudah menjadi sebuah keharusan dan begitu pentingnya bagi keberlangsungan dari memulai dan membuka bisnis baru. Setiap orang akan dapat menjadi potensi sebagai konsumen atau bisa saja bekerja sama dengan Anda dalam memulai dan membuka bisnis baru milik Anda.

2. Mempersiapkan mental.

Banyak orang yang merasa ketakutan dalam memulai dan membuka bisnis baru, hal ini karena dalam pemikirannya sudah terlebih dahulu tertanam mental ketakutan akan kegagalan atau merasa bingung bagaimana dalam memulai dan membuka bisnis baru. Namun terkadang ada juga orang yang memiliki mental jika ingin memulai dan membuka bisnis baru harus memiliki rencana bisnis yang benar-benar sempurna sebelum akan memulainya.

Rencana dari bisnis usaha ini sangat diperlukan, namun juga tidak harus sempurna karena akan dapat disempurnakan pada saat bisnis sudah berjalan. Seorang pengusaha harus memiliki mental yang fokus dan disiplin. Dua hal inilah yang sangt diperlukan untuk dapat memulai dan membuka bisnis baru yang telah sebelumnya telah dipersiapkan dengan sangat matang. Jika mentalnya harus benar-benar sempurna, lalu kapan akan memulai bisnisnya? Benar bukan!

3. Persiapan Modal.

Modal merupakan salah satu faktor penting namun bukan yang utama dalam memulai dan membuka bisnis baru. Banyak orang yang ingin bisa memulai dan membuka bisnis baru, namun tidak memiliki modal sehingga tidak bisa berjalan dengan baik. Padahal, untuk memulai dan membuka sebuah bisnis baru sebenarnya juga bisa dilakukan tanpa modal atau hanya dengan modal kecil saja.

Modal terbagi menjadi tiga macam, yaitu :

1. Modal sendiri.
2. Mencari modal dari investor atau bank.
3. Modal secara partnership.

Modal sendiri dapat diraih dengan cara menabung, atau bisa juga memulai bisnis sendiri dengan tanpa modal seperi menjadi reseller (pengecer) sebuah barang.

Sedangkan untuk modal dari para investor atau bank, memang dibutuhkan adanya sebuah perencanaan bisnis yang benar-benar baik. Serta permodalan ketiga adalah dari hasil partnership, yaitu menggunakan asset yang sudah ada sebagai modal awal dalam bekerja sama dengan orang lain. Seperti halnya memanfaatkan rumah untuk menjual barang yang dititipkan dan lain sebagainya.

4. Pemasaran atau Marketing.

Seorang pengusaha harus mengetahui kelebihan maupun kekurangan dari produk yang membedakannya dengan barang yang sejenis. Setelah itu, memadukannya dengan promosi yang menarik sehingga akan dapat menarik orang lain untuk segera membeli produk dari Anda. Marketing juga dapat dipadukan dengan networking, sehingga akan menjadi komunikasi marketing yang saling terintegrasi satu sama lain.

“Harga yang bisa dipadukan dengan berpromosi, seperti 50 orang pembeli pertama akan mendapatkan potongan, atau bisa juga menawarkan produk-produk kepada orang-orang yang masih kita kenal bukanlah sebuah langkah yang buruk bukan?

5. Mulailah dari sekarang.

Keempat langkah tadi tidak akan bisa berjalan dengan baik jika tidak dimulai dari sekarang. Dalam memulai dan membuka bisnis baru seorang pengusaha harus terus mengembangkan diri dengan cara belajar dari pengalaman atau sekedar dengan membaca buku serta mendatangi acara seminar-seminar para pengusaha untuk dapat semakin memotivasi diri sendiri.

Demikianlah lima tips tentang bagaimana cara dalam memulai dan membuka bisnis baru bagi seorang pemula. Semoga bisa bermanfaat dan apabila pembaca membutuhkan informasi atau bimbingan dalam mendirikan usaha baru, dalam berbagai sektor mulai ritel, Distributor atau pabrikan silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak ke 0818521172 atau 081-252982900. Kami siap membantu. (Frans M. Royan)

.

GD Star Rating
loading...

Mei 14

MANFAAT DAN FUNGSI DARI PENERAPAN SOP (STANDARD OPERATING PROCEDURES)

SOP atau yang lebih sering disebut sebagai prosedur tetap (protap) merupakan sebuah penetapan yang tertulis tentang apa saja yang harus dilakukan, kapan, dimana dan oleh siapa saja serta dibuat untuk menghindari terjadinya berbagai tugas ganda atau variasi tugas dalam proses pelaksanaan kegiatan operasional bisnis oleh para pegawai yang pada akhrinya nanti akan menyebabkan semakin terganggunya kinerja organisasi dan terjadi ketidakjelasan antara tugas dan tanggungjawab dari masing-masing jabatan dari (instansi internal organisasi swasta/pemerintah) secara keseluruhan.

Dalam hal pembenahan struktur organisasi SOP memiliki beberapa manfaat penting bagi internal organisasi, dan manfaat tersebut diantaranya adalah (Permenpan No.PER/21/M-PAN/11/2008):

1. Sebagai standarisasi cara yang harus dilakukan oleh seorang pegawai dalam hal menyelesaikan pekerjaannya secara lebih terspesifikasi, agar dapat menekan bahkan untuk mengurangi terjadinya kesalahan dan kelalaian dalam hal pengerjaan tugas seorang karyawan.
2. Penetapan SOP akan sangat membantu para staff untuk menjadi lebih mandiri dan untuk mengurangi tingkat ketergantungan kepada intervensi dari pihak manajemen, sehingga akan semakin mengurangi tingkat keterlibatan dari pihak pimpinan dalam pelaksanaan berbagai proses operasional tugas dan tanggungjawab sehari-harinya.
3. Lebih meningkatkan tingkat akuntabilitas dan transparansi bisnis dengan cara mendokumentasikan berbagai pemilahan tugas dan tanggungjawab secara lebih khusus dalam melaksanakan tugas-tugasnya masing-masing.
4. Menciptakan ukuran standar dari kinerja yang nanti akan memberikan para karyawan sebuah cara yang lebih konkret untuk memperbaiki kinerja serta akan dapat membantu dalam mengevaluasi berbagai usaha yang telah dilakukan.
5. Menciptakan bahan-bahan training yang pada akhirnya akan dapat semakin membantu para karyawan baru untuk menjadi lebih cepat beradaptasi dengan pekerjaannya sendiri dalam melaksanakan segala tugas-tugas dan tanggungjawabnya.
6. Menunjukkan adanya kinerja bahwa organisasi menjadi lebih efisien dan dapat dikelola dengan baik.
7. Menyediakan pedoman bagi setiap karyawan pada unit pelayanan dalam melaksanakan pemberian pelayanan sehari-harinya.
8. Menghindari terjadinya tumpang tindih terhadap pelaksanaan tugas dan pemberian pelayanan.
9. Membantu penelusuran terhadap terjadinya kesalahan-kesalahan secara prosedural dalam memberikan pelayanan. Menjamin proses pelayanan agar tetap berjalan dalam berbagai situasi yang terjadi.

Sedangkan fungsi utama dari SOP sendiri adalah sebagai berikut :

1. Dapat semakin memperlancar tugas dari para petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
2. Sebagai dasar hukum apabila terjadi penyimpangan tugas dan wewenang atau tanggungjawab.
3. Mengetahui dengan lebih jelas tentang berbagai hambatan-hambatannya dan cukup mudah untuk dilacak.
4. Mengarahkan para petugas/pegawai/karyawan untuk sama-sama saling berdisiplin dalam bekerja.
5. Sebagai pedoman awal dalam melaksanakan pekerjaan rutin masing-masing jabatan.

Prinsip-prinsip dasar dalam penggunaan SOP

Dalam PERMENPAN PER/21/M-PAN/11/2008 telah disebutkan bahwa penyusunan SOP harus memenuhi prinsip-prinsip antara lain adalah : kemudahan dan kejelasan, efisiensi dan efektivitas, keselarasan, keterukuran, dinamis, berorientasi kepada para pengguna, kepatuhan terhadap hukum, dan kepastian tentang hukum.

1. Konsistensi.

SOP harus dilaksanakan secara konsisten dari waktu ke waktu, oleh siapapun, dan dalam kondisi seperti apapun juga oleh keseluruhan dari jajaran organisasi swasta maupun pemerintahan.
2. Komitmen.

Penerapan SOP harus dilaksanakan dengan komitmen secara penuh dari seluruh jajaran organisasi, mulai dari level yang paling rendah sampai kepada yang tertinggi.

3. Perbaikan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan SOP harus terbuka terhadap berbagai penyempurnaan-penyempurnaan untuk dapat memperoleh prosedur yang benar-benar lebih efisien dan efektif.

4. Bersifat mengikat.

Penerapan SOP harus bersifat untuk mengikat para pelaksananya dalam melaksanakan berbagai tugas-tugasnya harus sesuai dengan prosedur standar yang telah ditetapkan sebelumnya.
5. Seluruh unsur-unsur memiliki peran penting.

Seluruh pegawai/karyawan memiliki peran-peran tertentu dalam setiap prosedur yang sebelumnya telah distandarkan. Apabila karyawan tertentu tidak bersedia atau tidak mampu dalam melaksanakan segala perannya dengan baik, maka akan sangat mengganggu dari keseluruhan proses, yang pada akhirnya juga akan semakin berdampak kepada proses penyelenggaraan operasional perusahaan.

6. Tetap terdokumentasi dengan baik.

Seluruh prosedur yang telah distandarkan harus tetap didokumentasikan dengan baik, sehingga akan dapat selalu dijadikan sebagai referensi untuk setiap karyawan yang memerlukannya.

Semoga artikel diatas bermanfaat bagi pembaca. Apabila pembaca membutuhkan pendampingan dan bimbingan dalam pembuatan SOP untuk perusahaan bisnis yang mau didirikan maupun yang sudah berjalan, silahkan menghubungi groedu@gmail.com atau kontak ke 08185-21172 atau ke 081-252-982900. Kami siap membantu. (Frans M. Royan)

GD Star Rating
loading...
Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp
× Selamat datang di Groedu klinik Konsultasi