Previous Next

Okt 16

TIPS MEMILIH TRAINER YANG TEPAT UNTUK HABISKAN BUDGET TRAINING DI PERUSAHAAN ANDA

V -2 Poster Training for Sales Managers 2016 copyPada saat ini banyak penawaran dari trainer-trainer pemasaran, khususnya di akhir tahun ketika budget perusahaan harus segera dihabiskan. Namun hargai budget training di akhir tahun anda agar nilai lebih akan didapatkan oleh Tim pemasaran anda. Oleh sebab itu pilihlah trainer profesional dengan jam terbang tinggi dengan ciri-ciri :

  • Trainer memiliki jam terbang “pengalaman” bidang yang kurang lebih sama dengan topik training yang dibawakan. Hindari memilih trainer penjualan tidak berpengalaman, atau yang pengetahuannya hanya didapat dari buku-buku. Pilih mana pilot yang pernah menerbangkan pesawat, atau pilih pilot yang tahu banyak tentang mengemudi pesawat dari buku-buku? Ciri-ciri trainer seperti ini biasanya tidak mau mengajar lebih dari 3 jam di satu pertemuan karena sulit menjawab hal-hal bersifat praktis.
  • Trainer saat ini berkecimpung di dunia pendidikan, selain punya pengalaman seperti poin satu tadi. Trainer akan memiliki cara melatih dengan benar sesuai dengan pedagogi yang pernah didapat untuk kebutuhan academik tertentu.
  • Trainer juga sebagai konsultan berbagai perusahaan. Trainer seperti ini tentunya memiliki banyak pengalaman tambahan akan kasus-kasus yang sedang ditangani di versi yang terbaru, dibanding trainer yang sebagai trainer saja.
  • Trainer memiliki bisnisnya sendiri. Dari pengalaman berbisnis pengalamannya bisa dibagikan.

Semoga kiat mencari trainer yang benar diatas bisa menjadi kompas yang tepat bagi pencarian trainer dengan budget akhir tahun anda. Apabila menginginkan informasi lebih lanjut mengenai training, consulting dan aplikasi software bapak/ibu dapat menghubungi 0818521172  atau 031-33311179 atau email ke : groedu@gmail.com  atau ke groedu_ inti@hotmail.com. Salam sukses!

 

GD Star Rating
loading...

Okt 11

CARA EFEKTIF MENDIRIKAN PERUSAHAAN BARU YANG SUKSES

Tidak dapat dipungkiri setiap kali mendirikan perusahaan baru, apapun bentuknya baik Distributor, ritel modern, Manufacturing, gerai bahkan toko sekalipun perlu pengalaman untuk bidang masing-masing. Biasanya apabila tidak pengalaman, biasanya pemilik usaha dihadapkan pada masa coba-coba ( trial & error) yang cukup panjang. Nah, kalau seperti ini umumnya tahun pertama, kedua, bahkan ketiga perusahaan tidak untung sebab banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar biaya trial dan error. Umumnya pengusaha merasa dirinya sudah bisa padahal dalam praktek belum tentu banyak hal pernak-pernik yang tidak diketahui dilapangan itu dipahami. Oleh sebab itu banyak sekali perusahaan yang baru didirikan pada akhirnya bangkrut yang disebabkan perusahaan itu merugi, kekurangan dana, bahkan sampai ditutup karena tidak bisa bayar pada bank. Kenapa kejadian ini terjadi berulangkali ? Hal-hal yang berkaitan di bawah ini seringkali tidak dipahami :

 

  1. Pemilik usaha mendapatkan barang yang kemahalan karena tidak memiliki relasi atau pengetahuan yang cukup mengenai relasi atau pemasok yang murah.
  2. Berikutnya secara operasional detail, pemilik tidak mengetahui pernak-pernik yang menyebabkan perusahaan rugi, misalnya pemberian barcode yang salah, yang disebabkan pemilik terlalu bernafsu ingin membuka usaha secepat kilat dan menuai untung secepat kilat pula. Selain tidak ada pengalaman, juga karena bersifat mencoba-coba. Inilah biaya trial dan eror yang sering terjadi. Dan Mahal!
  3. Pengaturan karyawan yang tidak tepat sehingga karyawan tidak bekerja maksimal karena tidak ada panduan kerja, intruksi kerja serta pengetahuan produk bagi mereka. Serta mereka miskin training sehingga karyawan keluar masuk, dan lebih bahaya lagi mereka keluar masuk dengan mencuri barang-barang perusahaan.
  4. Sistem manajemen tidak ada, sehingga banyak kehilangan, kerja tidak efektif, biaya operasional bengkak dan tidak pada mestinya. Jadi semua ini membuat perusahaan malah terbebani. Belum lagi karyawan tidak bisa bekerja kalau tidak dibimbing oleh boss, oleh sebab itu pemilik usaha menjadi capek dan strees. Tadinya menginginkan memiliki bisnis bisa untung malah akhirnya buntung.

Keadaan diatas adalah sebagian contoh yang dihadapi oleh pemilik usaha yang nekat, tanpa perhitungan atau bahkan “pelit” korbankan uang untuk membayar seorang ahli dalam membuka/set up awal suatu perusahaan. Hal ini tentu saja sangat dimaklumi, tetapi kalau membandingkan dengan investasi yang ditanamkan, biaya trial & error, biaya kegagalan, maka jika dibandingkan lebih ringan membayar seorang ahli set up perusahaan baru dari pada semua ditangani sendiri. Oleh sebab itu hindari hal ini jika perusahaan tidak ingin gagal.

Kalau Ingin berhasil, pilihlah dan carilah konsultan yang bisa membantu dalam men set up perusahaan anda agar perusahaan bisa berjalan dengan baik dan menuai kesuksesan. Jangan sia-siakan waktu anda dengan mengambil keputusan terlalu panjang untuk menunda menggunakan pakar/ahli yang membantu anda. Konsultan set up bisanya sebelum bekerja akan merancang perusahan dimulai dari membuat struktur organisasi, sehingga diketahui berapa karyawan yang dibutuhkan untuk perusahaan sesuai sekalanya, agar tidak kacau perusahaan juga dibuatkan SOP, Intruksi kerja bahkan dilengkapi dengan software. Apa-apa yang dibuat oleh konsultan adalah bagian dari sistem manajemen usaha yang sedang dibangun agar perusahaan langsung jalan tanpa melalui proses trial & error cukup panjang. Semoga artikel ini bisa memberikan pencerahan. Jangan sampai terulang lagi, teman atau saudara maupun relasi yang bangkrut gara-gara membuka usaha tanpa bimbingan. Surabaya, Oktober 2015. Frans M. Royan

GD Star Rating
loading...

Okt 04

PERLUNYA BUSINESS ANALYST UNTUK IMPLEMENTASI SOFTWARE ANDA

Banyak persoalan yang terjadi ketika dilakukan implant software diperusahaan anda. Karyawan ingin bekerja sesuai dengan software sebelumnya yang menurut mereka nyaman. Ini soal masalah pembiasaan saja sehingga seringkali muncul kerepotan bagi seorang aplikator software di perusahaan. Masalahnya apa? Karyawan rewel karena masalah software yang sekarang hadir justru malah membuat repot mereka. Mereka merasa software yang baru tidak nyaman dipakai. Sebenarnya mereka tidak paham software baru memiliki fitur yang sangat lengkap. Kalau sebelumnya entri dilakukan banyak kali. Kini, input hanya dilakukan sekali saja. Setelah itu bagian lain bisa mencetak invoice jual atau beli. Sebelumnya harus dibantu dengan program excel sedangkan program baru tidak sama sekali. Dan dijalankan akan sangat efektif bagi pekerja yang ada di perusahaan.

Bagaimana cara menyelesaikan hal ini agar software yang diaplikasikan bisa digunakan di perusahaan. Tentu saja perusahaan sangat membutuhkan seorang Business Analyst yang nanti akan melakukan beberapa hal di bawah ini :

  • Business analyst akan melakukan  cek setiap job des dari karyawan yang ada sehingga setiap fungsi dalam organisasi bisa diarahkan dengan sebaik-baiknya. Seringkali di perusahaan pekerja melakukan pekerjaannya tumpang tindih sehingga pekerjaan menjadi rancu dan tidak efektif. Melalui software yang baru, business analyst akan merapikan fungsi dalam organisasi khususnya yang berkaitan dengan software yang akan diaplikasikan di perusahaan. Melalui cara seperti ini setiap karyawan diarahkan untuk pekerjaannya dengan melakukan kegiatan sesuai dengan fungsinya. Misalnya kalau yang tadinya semua orang bisa melakukan cetak, maka sekarang hanya beberapa orang saja yang ditunjuk bisa mencetak invoice sehingga disisi keamanan perusahaan tidak dirugikan apabila pencetak invoice atas tunjuk. JIka semua bisa cetak invoice dapat dibayangkan, tentu saja bisa diselewengkan. Banyak kasus yang menimpa perusahaan karena pekerjanya tidak jujur, invoice yang sudah dibayar dicetak lagi dan diakui sebagai pembelian kredit meskipun hal itu tunai.
  • Hak akses bisa ditentukan dengan baik karena dengan begitu tidak semua orang dalam perusahaan harus menggunakan komputer yang berkaitan dengan sistem perusahaan. Misalnya bagian marketing tidak perlu lagi membuat SO, cukup membuat SO manual, sementara yang membuat SO di sistem adalah sales admin saja. Hak akses ini berkaitan dengan pengguna lisensi software sehingga perusahaan tidak dirugikan dengan penggunaan software berlisensi cukup banyak dan ternyata tidak ada kaitan yang erat dengan kegiatan secara sistem.
  • Setelah fungsi -fungsi karyawan sudah diketahui dengan baik maka Lisensi yang sebenarnya bisa ditentukan dengan baik. Oleh sebab itu ada perusahaan software jadi yang memberikan standard 6 pengguna. Yang kalau disimpulkan secara rata-rata pengguna software memang jumlahnya 6, yaitu sales admin, staff accounting dan chief accounting, Finance, bagian inventory, Purchasing. Kalau menambah pun tergantung kepentingan misalnya manajer penjualan menggunakan untuk lakukan analisa secara langsung penjualan. Atau pemilik saja yang digunakan untuk melihat penjualan, operasional perusahaan dan lain-lainnya.

Dengan hadirnya seorang business analyst diharapkan ketika dilakukan implementasi software semuanya bisa berjalan lancar. Oleh sebab itu untuk kebutuhan ini bapak ibu dapat menghubungi : groedu@gmail.com atau klik Business analyst yang akan membantu bapak ibu. Semoga artikel ini menginsipirasi.

GD Star Rating
loading...
Selamat datang di Groedu klinik konsultasi
Send via WhatsApp
× Selamat datang di Groedu klinik Konsultasi